Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PROSES PRODUKSI DAN PENGUJIAN RISER PANAH RECURVE BOW

JMEL : Journal of Mechanical Engineering Learning · Vol. 9 No. 2 (2020)

ISSN
2252-651X, 2252-651X
Terbit
2020-12-14
Penerbit
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Panah merupakan senjata proyektil yang berguna untuk menembakan anak panah ke sasaran. Panah memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu panah jenis recurve bow yang digunakan pada kompetisi. Komponen utama panah recurve bow adalah riser, limb dan stabiliser. Riser merupakan pegangan atau jantung pada panah recurve bow. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses produksi dan pengujian produk riser. Riser yang menjadi acuan untuk proses produksi yaitu produk yang pernah dibuat oleh mahasiswa sebelumnya untuk recurve bow. Penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen, dimana metode ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk. Proses pembuatan riser dengan menggunakan metode pengecoran logam non-permanen. Pengujian yang dilakukan yaitu uji pembebanan dan uji kelengkungan. Sebelum melakukan pengujian produk harus diteliti untuk mengetahui ada cacat produk atau tidak. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui kekuatan produk dan mengetahui hasil coran. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan diketahui bahwa kekuatan pembebanan pada setiap produk memiliki hasil mulai produk I 0,36 mm, produk II 0,40 mm dan produk III 0,23. Hasil yang didapat menunjukan perbedaan karena setiap produk hasil coran memiliki bentuk berbeda. Sedangkan uji kelengkungan memiliki hasil mulai produk I 0,59 mm, produk II 0,34 dan produk III 0,28. Setiap produk memiliki hasil yang berbeda. Perbedaan tersebut bisa dari pembuatan cetakan dan saat proses pengecoran berlangsung.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 121 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Rizki SetiadiAfiliasi tidak diketahui7
KriswantoAfiliasi tidak diketahui7
Athanasius Priharyoto BayusenoAfiliasi tidak diketahui5
J. JamariAfiliasi tidak diketahui5
Febri Budi DarsonoAfiliasi tidak diketahui3
Karnowo KarnowoAfiliasi tidak diketahui3
Kriswanto KriswantoAfiliasi tidak diketahui3
Rizqi Fitri NaryantoAfiliasi tidak diketahui2
Samsudin AnisAfiliasi tidak diketahui2
Sunyoto SunyotoAfiliasi tidak diketahui2
Arif RahmadhiAfiliasi tidak diketahui2
Septian Eko CahyantoAfiliasi tidak diketahui2
SunyotoAfiliasi tidak diketahui2
Heri YudionoAfiliasi tidak diketahui2
Danang Dwi SaputroAfiliasi tidak diketahui2
Fadhil Putra RamadhanAfiliasi tidak diketahui1
Kaleb PriyantoAfiliasi tidak diketahui1
Khoirul HudaAfiliasi tidak diketahui1
Rachael AndikaAfiliasi tidak diketahui1
Andrean Rachman RizaldyAfiliasi tidak diketahui1
Beni Aji SubektiAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Iqbal RamadhaniAfiliasi tidak diketahui1
Setiawan HendartoAfiliasi tidak diketahui1
M. Lutfi Zaeni FAfiliasi tidak diketahui1
M. KhumaediAfiliasi tidak diketahui1
AbdurrahmanAfiliasi tidak diketahui1
Sudik -Afiliasi tidak diketahui1
Sonika MaulanaAfiliasi tidak diketahui1
Deni Fajar FitriyanaAfiliasi tidak diketahui1
Kuat NursiamAfiliasi tidak diketahui1
Satria BagaskoroAfiliasi tidak diketahui1
Assa Affitra Ilham AlifianAfiliasi tidak diketahui1
Andri SetiyawanAfiliasi tidak diketahui1
Samuel Julianto PurbaAfiliasi tidak diketahui1
Aldi KurniawanAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Hafiz IzzuddinAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PROSES PRODUKSI DAN PENGUJIAN RISER PANAH RECURVE BOW</dc:title>
	<dc:creator>fajar, syahwal</dc:creator>
	<dc:creator>Sumbodo, Wirawan</dc:creator>
	<dc:creator>Widodo, Rahmat Doni</dc:creator>
	<dc:creator>Aryadi, Widya</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Panah merupakan senjata proyektil yang berguna untuk menembakan anak panah ke sasaran. Panah memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu panah jenis recurve bow yang digunakan pada kompetisi. Komponen utama panah recurve bow adalah riser, limb dan stabiliser. Riser merupakan pegangan atau jantung pada panah recurve bow. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses produksi dan pengujian produk riser. Riser yang menjadi acuan untuk proses produksi yaitu produk yang pernah dibuat oleh mahasiswa sebelumnya untuk recurve bow.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen, dimana metode ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk. Proses pembuatan riser dengan menggunakan metode pengecoran logam non-permanen. Pengujian yang dilakukan yaitu uji pembebanan dan uji kelengkungan. Sebelum melakukan pengujian produk harus diteliti untuk mengetahui ada cacat produk atau tidak. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui kekuatan produk dan mengetahui hasil coran.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berdasarkan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; penelitian yang sudah dilakukan diketahui bahwa kekuatan pembebanan pada setiap produk memiliki hasil mulai produk I 0,36 mm, produk II 0,40 mm dan produk III 0,23. Hasil yang didapat menunjukan perbedaan karena setiap produk hasil coran memiliki bentuk berbeda. Sedangkan uji kelengkungan memiliki hasil mulai produk I 0,59 mm, produk II 0,34 dan produk III 0,28. Setiap produk memiliki hasil yang berbeda. Perbedaan tersebut bisa dari pembuatan cetakan dan saat proses pengecoran berlangsung.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jmel/article/view/42189</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JMEL : Journal of Mechanical Engineering Learning; Vol 9 No 2 (2020): Journal of Mechanical Engineering Learning</dc:source>
	<dc:source>2252-651X</dc:source>
	<dc:source>2252-651X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jmel/article/view/42189/17571</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Journal of Mechanical Engineering Learning</dc:rights>
</oai_dc:dc>