Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng
Abstrak
Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh antara senam pilates dan yoga terhadap respon nyeri haid (dysmenorrhea); (2) perbedaan pengaruh antara daya tahan tubuh tinggi dan daya tahan tubuh rendah terhadap respon nyeri haid (dysmenorrhea); (3) interaksi antara senam dan daya tahan tubuh terhadap respon nyeri haid (dysmenorrheal). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dalam rancangan faktorial 2x2. Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 20 orang dari total populasi 27 orang siswa kelas X. Teknik analisis data digunakan uji ANOVA dua jalur dengan program SPSS 20 dan taraf signifikansi 5%, dilanjutkan dengan uji tukey. Hasil analisis data diperoleh jawaban hipotesis 1 yaitu terdapat perbedaan pengaruh antara senam pilates dan yoga terhadap respon nyeri haid dengan keterangan nilai Fhitung > Ftabel atau 74,462 > 4,20 dan nilai signifikansi 0,000 Ftabel atau 138,462 > 4,20 dan nilai signifikansi 0,000 Ftabel atau 5,538 > 4,20 dan nilai signifikansi 0,032 Ftable or 74.462 > 4.20 and a significance value 0.000 Ftable or 138.462 > 4.20 and a significance value 0.000 Ftable or 5.538 > 4.20 and a significance value of 0.032 < 0.05. Tukey test for comparison between variable and obtained only two that do not have a difference in the gymnastics group pilates and endurance levels high with yoga exercises and endurance levels high with a description qvalue (1,520) < qtable (2.27), and for gymnastics yoga on a high endurance with pilates exercises on low immunity with information qvalue (0.760) < qtable (2.27). The conclusions of this research are: (1) there is a difference between the effects of pilates and yoga exercises on response to painful menstruation (dysmenorrhea), gymnastics pilates give better effect; (2) there is a difference between the effects of endurance of high and low immune response against pain (dysmenorrhea), and students who have a high durability is better; (3) There is no interaction between gymnastics and endurance to the response of painful menstruation (dysmenorrhea). Suggested gymnastics pilates and yoga can be applied to reduce menstrual pain response, this is because of both the exercisers had a good change to the conditions of the student menstrual pain.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis ·
119 tautan kepenulisan bersama
· menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
State University of Semarang
Afiliasi tidak diketahui
Organisasi berbeda
Organisasi sama
Afiliasi tidak diketahui
Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.