Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Analisis Spasial Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Faktor Demografi dan Tingkat Kesejahteraan Keluarga di Wilayah Pesisir

Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia · Vol. 1 No. 1 (2020)

DOI
10.15294/jppkmi.v1i1.41419
ISSN
2746-5292, 2746-5306
Terbit
2020-10-14
Penerbit
Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Bahasa
eng

Abstrak

Jumlah kasus baru tuberkulosis BTA Positif di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo tertinggi di Kota Semarang tahun 2018 yaitu sebanyak 46 kasus (IR = 12/10.000 penduduk). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kejadian TB Paru secara spasial ditinjau dari faktor demografi (usia, jenis kelamin, kepadatan penduduk dan kepadatan rumah) dan tingkat kesejahteraan keluarga di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo tahun 2018. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa sebanyak 65,22% dari total kasus berjenis kelamin laki-laki. Kasus lebih banyak terjadi pada usia produktif sebanyak 86,96%. Terdapat 69,6% kasus yang ditemukan pada daerah dengan kepadatan penduduk rendah dan 30,4% kasus ditemukan pada daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, 100% kasus berada pada daerah dengan kepadatan rumah yang tinggi. Tingkat Keluarga Prasejahtera tertinggi berada di Kelurahan Dadapsari sebanyak 25,89%. Kesimpulan penelitian ini yaitu kasus TB Paru lebih banyak ditemukan pada usia produktif, daerah dengan kepadatan penduduk rendah, dan kepadatan rumah tinggi.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 148 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Aufiena Nur Ayu MerzistyaAfiliasi tidak diketahui4
Fitri IndrawatiAfiliasi tidak diketahui3
Lukman FauziAfiliasi tidak diketahui3
Ari YuniastutiState University of Semarang3
Luqman AlwiAfiliasi tidak diketahui2
Diah Rahmah PermatasariAfiliasi tidak diketahui2
Hima Sakina FirdhausyAfiliasi tidak diketahui2
Amelia Fitra KhasanahAfiliasi tidak diketahui2
Salsabila Kinaya PraninditaAfiliasi tidak diketahui2
Zuyyinatun MuflikhahAfiliasi tidak diketahui2
Widya Hary CahyatiAfiliasi tidak diketahui2
Palgunadi PalgunadiAfiliasi tidak diketahui1
Annisa Aulia SavitriAfiliasi tidak diketahui1
Ikhsan RamadhanAfiliasi tidak diketahui1
Jacklyn Mahardeka Putri ShermanAfiliasi tidak diketahui1
Nasywa Vebhe PranandariAfiliasi tidak diketahui1
Widya Kusuma WardhaniAfiliasi tidak diketahui1
Jemima Pradipta ApituleyAfiliasi tidak diketahui1
Yuli YanaAfiliasi tidak diketahui1
Dini Eka AnggraeniAfiliasi tidak diketahui1
Alfina Dewi NugrahanyAfiliasi tidak diketahui1
Devi TriandariAfiliasi tidak diketahui1
Evi WidowatiAfiliasi tidak diketahui1
Al Asyhar Aahyu AzadyAfiliasi tidak diketahui1
Nur SiyamAfiliasi tidak diketahui1
Maulina IstighfarohAfiliasi tidak diketahui1
Retno WulandariAfiliasi tidak diketahui1
Eky Fadhildansyah AzharAfiliasi tidak diketahui1
Nur WahidahAfiliasi tidak diketahui1
Sumarti SumartiAfiliasi tidak diketahui1
Legal Yuniar SabrinaAfiliasi tidak diketahui1
Amilaa Rodhiyana ZaenAfiliasi tidak diketahui1
Lintang Wening Ing TyasAfiliasi tidak diketahui1
Sultan Aulia RahmatAfiliasi tidak diketahui1
Asyifa Rahma TrisnaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Fania Rizky RamadianiAfiliasi tidak diketahui1
Nadiya Arawinda AndarAfiliasi tidak diketahui1
A Made Dea Rona AlmasAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jppkmi/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Spasial Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Faktor Demografi dan Tingkat Kesejahteraan Keluarga di Wilayah Pesisir</dc:title>
	<dc:creator>Nafsi, Anisa Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Sri Ratna</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jumlah kasus baru tuberkulosis BTA Positif di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo tertinggi di Kota Semarang tahun 2018 yaitu sebanyak 46 kasus (IR = 12/10.000 penduduk). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kejadian TB Paru secara spasial ditinjau dari faktor demografi (usia, jenis kelamin, kepadatan penduduk dan kepadatan rumah) dan tingkat kesejahteraan keluarga di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo tahun 2018. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa sebanyak 65,22% dari total kasus berjenis kelamin laki-laki. Kasus lebih banyak terjadi pada usia produktif sebanyak 86,96%. Terdapat 69,6% kasus yang ditemukan pada daerah dengan kepadatan penduduk rendah dan 30,4% kasus ditemukan pada daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, 100% kasus berada pada daerah dengan kepadatan rumah yang tinggi. Tingkat Keluarga Prasejahtera tertinggi berada di Kelurahan Dadapsari sebanyak 25,89%. Kesimpulan penelitian ini yaitu kasus TB Paru lebih banyak ditemukan pada usia produktif, daerah dengan kepadatan penduduk rendah, dan kepadatan rumah tinggi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jppkmi/article/view/41419</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jppkmi.v1i1.41419</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia; Vol 1 No 1 (2020): JPPKMI: Juni 2020</dc:source>
	<dc:source>2746-5292</dc:source>
	<dc:source>2746-5306</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jppkmi.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jppkmi/article/view/41419/17344</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JPPKMI</dc:rights>
</oai_dc:dc>