Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Determinan Sosial Tuberculosis di Indonesia

Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia · Vol. 3 No. 1 (2022) · hlm. 71–82

DOI
10.15294/jppkmi.v3i1.61083
ISSN
2746-5292, 2746-5306
Terbit
2022-06-15
Penerbit
Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Bahasa
eng

Abstrak

Jumlah kasus tuberculosis di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 324.539 kasus dan mengalami peningkatan pada tahun 2015. Menurut laporan WHO tahun 2017, Indonesia menjadi negara ketiga penyumbang kasus tuberculosis tertinggi setelah India dan China, dan juga termasuk dalam daftar High Burden Country (BCG). Studi literature tentang tuberculosis bertujuan untuk mengetahui determinan sosial dari tingginya angka kasus Tuberkulosis di Indonesia. Terutama kaitannya dengan teori Healthy People (2020). Metode dari penelitian ini dengan studi kepustakaan yang dilakukan dengan pencarian literatur jurnal hasil penelitian terdahulu yang telah dipublikasikan. Tentunya dengan screening dan kriteria relevansi artikel dengan tema dan dengan dimensi waktu 10 tahun terakhir. Hasil dari penelitian literatur menggunakan 37 jurnal penelitian yakni hubungan stabilitas ekonomi, askes dan kualitas pendidikan, sosial komunitas, kondisi lingkungan tempat tinggal, dan hubungan fasilitas layanan kesehatan dengan kejadian tuberculosis. Dapat disimpulkan bahwa kasus penyakit tuberculosis di Indonesia dipengaruhi oleh faktor-faktor determinan sosial yang ada di masyarakat seperti akses dan kualitas pendidikan, fasilitas layanan kesehatan dan kualitasnya, kondisi lingkungan tempat tinggal, sosial masyarakat, dan stabilitas ekonomi.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 153 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Annisa Novanda Maharani UtamiAfiliasi tidak diketahui5
Rafidha Nur AlifahAfiliasi tidak diketahui5
Sofwan IndarjoState University of Semarang4
Evi WidowatiAfiliasi tidak diketahui4
Bertakalswa HermawatiAfiliasi tidak diketahui3
Dwi Yunanto HermawanAfiliasi tidak diketahui3
Siswanti SiswantiAfiliasi tidak diketahui3
Cahyani Wulan SuciAfiliasi tidak diketahui3
Tutuk WijayantiningrumAfiliasi tidak diketahui3
Puput EdiyarsariAfiliasi tidak diketahui3
Irwan BudionoAfiliasi tidak diketahui2
Oktia Woro Kasmini HandayaniState University of Semarang2
Silmina NahdaAfiliasi tidak diketahui2
Christian Suan Fernando TariganAfiliasi tidak diketahui2
Hidayatul Issri RubandiyahAfiliasi tidak diketahui1
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui1
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui1
Lukman FauziAfiliasi tidak diketahui1
Tandiyo RahayuAfiliasi tidak diketahui1
. SuhartonoAfiliasi tidak diketahui1
Della Rizky FitrianaAfiliasi tidak diketahui1
Luvi Lia NursucilowatiAfiliasi tidak diketahui1
Edi KurniawanAfiliasi tidak diketahui1
Natalia Desy PutriningtyasAfiliasi tidak diketahui1
Galuh Nita PrameswariAfiliasi tidak diketahui1
Arif Rahmat KurniaAfiliasi tidak diketahui1
Eka SetyaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Apoina KartiniAfiliasi tidak diketahui1
Sifa Ul JanahAfiliasi tidak diketahui1
Rico Novian YuswantoroAfiliasi tidak diketahui1
Elvina Dian NirmalaAfiliasi tidak diketahui1
Purwono Sidik PermonoAfiliasi tidak diketahui1
Ranu Baskora Aji PutraAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jppkmi/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Determinan Sosial Tuberculosis di Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Nurjanah, Alfi</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmalia, Farah Yulisa</dc:creator>
	<dc:creator>Paramesti, Hayu Retno</dc:creator>
	<dc:creator>Laily, Linuria Asra</dc:creator>
	<dc:creator>PH, Frimadewi Kharisma Pradani</dc:creator>
	<dc:creator>Nisa, Alfiana Ainun</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Efa</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jumlah kasus tuberculosis di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 324.539 kasus dan mengalami peningkatan pada tahun 2015. Menurut laporan WHO tahun 2017, Indonesia menjadi negara ketiga penyumbang kasus tuberculosis tertinggi setelah India dan China, dan juga termasuk dalam daftar High Burden Country (BCG). Studi literature tentang tuberculosis bertujuan untuk mengetahui determinan sosial dari tingginya angka kasus Tuberkulosis di Indonesia. Terutama kaitannya dengan teori Healthy People (2020). Metode dari penelitian ini dengan studi kepustakaan yang dilakukan dengan pencarian literatur jurnal hasil penelitian terdahulu yang telah dipublikasikan. Tentunya dengan screening dan kriteria relevansi artikel dengan tema dan dengan dimensi waktu 10 tahun terakhir. Hasil dari penelitian literatur menggunakan 37 jurnal penelitian yakni hubungan stabilitas ekonomi, askes dan kualitas pendidikan, sosial komunitas, kondisi lingkungan tempat tinggal, dan hubungan fasilitas layanan kesehatan dengan kejadian tuberculosis. Dapat disimpulkan bahwa kasus penyakit tuberculosis di Indonesia dipengaruhi oleh faktor-faktor determinan sosial yang ada di masyarakat seperti akses dan kualitas pendidikan, fasilitas layanan kesehatan dan kualitasnya, kondisi lingkungan tempat tinggal, sosial masyarakat, dan stabilitas ekonomi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jppkmi/article/view/61083</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jppkmi.v3i1.61083</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia; Vol 3 No 1 (2022): JPPKMI: Juni 2022; 71-82</dc:source>
	<dc:source>2746-5292</dc:source>
	<dc:source>2746-5306</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jppkmi.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jppkmi/article/view/61083/22736</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>