Jurnal
Kecermatan Penggunaan Satuan Lingual Dalam Peraturan Daerah Kota Semarang Tahun 2007
Jurnal Sastra Indonesia · Vol. 6 No. 3 (2018) · hlm. 33–38
- ISSN
- 2685-9599, 2252-6315
- Terbit
- 2018-02-06
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kecermatan penggunaan satuan lingual dalam wacana Peraturan Daerah Kota Semarang Tahun 2007. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis yang digunakan berupa teori analisis wacana, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa penggalan wacana Peraturan Daerah Kota Semarang Tahun 2007. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyajian informal. Simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, ketidaktepatan pilihan kata terdiri atas: penggunaan kosakata tidak baku, penggunaan kata yang boros, penggunaan kata yang tidak tepat, penggunaan konjungsi korelatif yang salah, dan penggunaan verba berpreposisi yang salah. Kedua, ketidakefektifan kalimat terdiri atas: ketidaklengkapan, ketidakparalelan, ketidakhematan, ketidakpaduan, dan ketidaklogisan. Ketiga, kesatuan pasal-pasal.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 88 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Hari Bakti Mardikantoro | Afiliasi tidak diketahui | 6 |
| Haryadi Haryadi | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Santi Pratiwi Tri Utami | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Rustono Rustono | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Ida Zulaeha | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Muhammad Badrus Siroj | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Suhadi Suhadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dani Muhtada | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Asmarani Ramli | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Isnani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ardi Sirajudin Rauf | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lucky Andinna Santyoko | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Ridha | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zainudin Hasan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurul Shyashya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ambar Tri Laksono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Septina Sulistyaningrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Wening Suryandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bismo Prasetyo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mutaqim Mutaqim | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Kartika Pandu Latsiya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Deby Oktaviani Pertiwi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ahmad Syaifudin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Chusnul Chotimah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eriza Kemala Sari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Syaefatul Awaliyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Diah Ayu Wulandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erisa Septianingrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Diding Rosyadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tri Winanti Wulandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Reza Nurul Hidayati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Desi Hastuti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anisa Puji Hastuti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Febri Amalia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erna Tri Lestari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arunika Harum Prahastiwi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dwi Supriyani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.