Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Satuan Lingual Penanda Kekerasan Simbolik pada Tuturan Siswa Dan Guru di SMP Makmur 1 Cilacap

Jurnal Sastra Indonesia · Vol. 6 No. 1 (2018) · hlm. 14–20

ISSN
2685-9599, 2252-6315
Terbit
2018-01-24
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kata, frasa, kalimat dan wacana apa saja yang ditemukan sebagai penanda kekerasan simbolik di SMP Makmur 1 Cilacap, (2) mendeskripsikan jenis-jenis kata dan frasa penanda kekerasan simbolik pada tuturan siswa di SMP Makmur 1 Cilacap, dan (3) mendeskripsikan mekanisme eufemisasi kekerasan simbolik pada tuturan guru terhadap siswa di sekolah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan teoretis berupa teori wacana, dan pendekatan metodologis berupa deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik sadap diikuti dengan teknik lanjutan berupa teknik rekam dan teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode agih. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan penyajian informal. Hasil penelitian ini yaitu (1) ditemukan 11 kata penanda kekerasan simbolik yaitu berengsek, goblok, kurang ajar, anjing, cocote, sialan, jembute, taimu, asu, gendut dan kampungan, ditemukan 10 frasa penanda kekerasan simbolik di sekolah yaitu karo ramamu dewek, sing gemblung, raimu ajur, dasar setan alas, dasar gemblung, cah sial, kepret ngeneh, sekolahane mbahmu, dasar bocah bodoh, dan dasar matamu picek, ditemukan 5 data kalimat penanda kekerasan simbolik di sekolah, dan ditemukan 3 data wacana penanda kekerasan simbolik di sekolah. (2) jenis-jenis kata penanda kekerasan simbolik yaitu kata dasar, kata majemuk, dan kata berimbuhan kemudian jenis-jenis frase penanda kekerasan simbolik di sekolah yaitu frase nomina, frase adjektiva dan frase verba, dan (3) ditemukan 21 data mekanisme eufemisasi kekerasan simbolik di sekolah yang meliputi eufemisasi kewajiban terdapat 12 data, eufemisasi kepercayaan terdapat 5 data, dan eufemisasi sopan santun terdapat 4 data.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 111 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Sriwijaya University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Subyantoro SubyantoroAfiliasi tidak diketahui9
Rustono RustonoAfiliasi tidak diketahui5
Etik UmiyatiAfiliasi tidak diketahui5
Santi Pratiwi Tri UtamiAfiliasi tidak diketahui4
Sri RahayuAfiliasi tidak diketahui4
Tri Imam MunandarAfiliasi tidak diketahui4
Imam BaehaqieAfiliasi tidak diketahui4
Hari Bakti MardikantoroAfiliasi tidak diketahui3
Dheny WahyudiAfiliasi tidak diketahui3
Mijil SetyasihAfiliasi tidak diketahui2
Agus NuryatinAfiliasi tidak diketahui2
Nas Haryati SetyaningsihAfiliasi tidak diketahui2
Fathur RokhmanState University of Semarang2
Teguh SupriyantoAfiliasi tidak diketahui2
Amril AmrilAfiliasi tidak diketahui2
Enggar Diah Puspa ArumAfiliasi tidak diketahui2
Nurhayani NurhayaniAfiliasi tidak diketahui2
Erwin ErwinSriwijaya University2
Andi NajemiAfiliasi tidak diketahui2
Rahma NurjanahAfiliasi tidak diketahui2
Septina SulistyaningrumAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad Badrus SirojAfiliasi tidak diketahui1
Ida ZulaehaAfiliasi tidak diketahui1
Ayu SetiyaningrumAfiliasi tidak diketahui1
Dony Hidayat Al-JananAfiliasi tidak diketahui1
Hendrix Noviyanto FirmansyahAfiliasi tidak diketahui1
Febrian Arif BudimanAfiliasi tidak diketahui1
Zainudin HasanAfiliasi tidak diketahui1
Nurul ShyashyaAfiliasi tidak diketahui1
Rahayu PristiwatiAfiliasi tidak diketahui1
Joseph WilsonAfiliasi tidak diketahui1
Prabawati NurhabibahAfiliasi tidak diketahui1
Trida Ridho FarizState University of Semarang1
Habil SultanAfiliasi tidak diketahui1
Alfia RahmalidyaAfiliasi tidak diketahui1
Adia Wafa ShopuraAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Roihan AkmalAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Satuan Lingual Penanda Kekerasan Simbolik pada Tuturan Siswa Dan Guru di SMP Makmur 1 Cilacap</dc:title>
	<dc:creator>Wulandari, Tri Winanti</dc:creator>
	<dc:creator>Hartono, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Haryadi, Haryadi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kata, frasa, kalimat dan wacana apa saja yang ditemukan sebagai penanda kekerasan simbolik di SMP Makmur 1 Cilacap, (2) mendeskripsikan jenis-jenis kata dan frasa penanda kekerasan simbolik pada tuturan siswa di SMP Makmur 1 Cilacap, dan (3) mendeskripsikan mekanisme eufemisasi kekerasan simbolik pada tuturan guru terhadap siswa di sekolah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan teoretis berupa teori wacana, dan pendekatan metodologis berupa deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik sadap diikuti dengan teknik lanjutan berupa teknik rekam dan teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode agih. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan penyajian informal. Hasil penelitian ini yaitu (1) ditemukan 11 kata penanda kekerasan simbolik yaitu berengsek, goblok, kurang ajar, anjing, cocote, sialan, jembute, taimu, asu, gendut dan kampungan, ditemukan 10 frasa penanda kekerasan simbolik di sekolah yaitu karo ramamu dewek, sing gemblung, raimu ajur, dasar setan alas, dasar gemblung, cah sial, kepret ngeneh, sekolahane mbahmu, dasar bocah bodoh, dan dasar matamu picek, ditemukan 5 data kalimat penanda kekerasan simbolik di sekolah, dan ditemukan 3 data wacana penanda kekerasan simbolik di sekolah. (2) jenis-jenis kata penanda kekerasan simbolik yaitu kata dasar, kata majemuk, dan kata berimbuhan kemudian jenis-jenis frase penanda kekerasan simbolik di sekolah yaitu frase nomina, frase adjektiva dan frase verba, dan (3) ditemukan 21 data mekanisme eufemisasi kekerasan simbolik di sekolah yang meliputi eufemisasi kewajiban terdapat 12 data, eufemisasi kepercayaan terdapat 5 data, dan eufemisasi sopan santun terdapat 4 data.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jsi/article/view/14466</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sastra Indonesia; Vol 6 No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017); 14-20</dc:source>
	<dc:source>2685-9599</dc:source>
	<dc:source>2252-6315</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jsi/article/view/14466/9957</dc:relation>
</oai_dc:dc>