Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Variasi Fonologi dan Leksikon Bahasa Jawa di Kabupaten Cilacap (Kajian) Geografi Dialek di Perbatasan Jawa-Sunda

Jurnal Sastra Indonesia · Vol. 8 No. 2 (2019) · hlm. 78–87

ISSN
2685-9599, 2252-6315
Terbit
2019-08-28
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian ini membahas variasi bahasa Jawa di Kabupaten Cilacap pada tataran fonologi dan leksikon. Titik pengamatan dalam penelitian ini berjumlah 4 yang merupakan daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yaitu Desa Kedungreja, Kecamatan Kedungreja dan Desa Tambakreja, Kecamatan Kedungreja serta Desa Purwodadi dan Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan. Pengumpulan data menggunakan metode pupuan lapangan danmetode cakap. Data-data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode padan fonetis artikulatoris dan teknik pilah unsur penentu (teknik PUP) dengan teknik lanjutan yaitu teknik HBB dan teknik HBS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan variasi bahasa Jawa Cilacap (BJC) berupa variasi fonologi dan leksikon. Variasi fonologi meliputi variasi bunyi vokal dan konsonan serta korespondensi bunyi vokal dan konsonan. Variasi leksikon meliputi gejalaonomasiologis dan semasiologis. Data variasi fonologi dan leksikon tersebut selanjutnya disajikan dalam peta bahasa. Faktor-faktor geografis wilayah menjadi akibat munculnya variasi bahasa Jawa di Kabupaten Cilacap, khususnya di wilayah perbatasan Jawa-Sunda. This study discusses the variation of Javanese language in Cilacap Regency at the level of phonology and lexicon. Observation points in this study amounted to 4 which are areas bordering Pangandaran Regency, West Java, namely Kedungreja Village, Kedungreja District and Tambakreja Village, Kedungreja District and Purwodadi Village and Rawaapu Village, Patimuan District. Data collection uses field methods and proficient methods. The data that has been collected is then analyzed using the phonetic articulatory matching method and the technique of determining the determinants (PUP techniques) with advanced techniques, namely HBB techniques and HBS techniques. The results showed that variations in the Cilacap Javanese language (BJC) were found in variations of phonology and lexicon. Phonological variations include variations of vowel and consonant sounds and correspondence of vowel and consonant sounds. The lexicon variation includes onomasiological and semasiological symptoms. The phonological and lexicon variation data are then presented in the language map. The geographical factors of the region were due to the emergence of variations in Javanese language in Cilacap Regency, especially in the Javanese-Sundanese border region.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 108 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Hasanuddin University
  • Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Zagazig University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Fathur RokhmanState University of Semarang6
Imam BaehaqieAfiliasi tidak diketahui5
Ida ZulaehaAfiliasi tidak diketahui4
Rustono RustonoAfiliasi tidak diketahui4
Tommi YuniawanAfiliasi tidak diketahui3
Rahayu PristiwatiAfiliasi tidak diketahui3
Subyantoro SubyantoroAfiliasi tidak diketahui2
Prisma Meita MustikaAfiliasi tidak diketahui2
Agus NuryatinAfiliasi tidak diketahui2
Haryadi HaryadiAfiliasi tidak diketahui2
Ahmad SyaifudinAfiliasi tidak diketahui2
Bernadus Wahyudi Joko SantosoAfiliasi tidak diketahui2
Bernadus Wahyudi Joko SantosoAfiliasi tidak diketahui2
Hetilaniar HetilaniarAfiliasi tidak diketahui1
Nicholas LachlanAfiliasi tidak diketahui1
Hayatun NufusAfiliasi tidak diketahui1
Fathur RahmanAfiliasi tidak diketahui1
Nas Haryati SetyaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Esti Puji LestariAfiliasi tidak diketahui1
Dwi YuniawanAfiliasi tidak diketahui1
Swantyka Ilham PrahestiAfiliasi tidak diketahui1
Utsman UtsmanAfiliasi tidak diketahui1
Galih Suci PratamaAfiliasi tidak diketahui1
Wahyul HudaAfiliasi tidak diketahui1
Wiwi IsnaeniState University of Semarang1
Hastuti HastutiHasanuddin University1
Sugianto SugiantoUniversitas Nahdlatul Ulama Blitar1
Nashihah Laila MasrurohAfiliasi tidak diketahui1
Yusuf Syaiful AminAfiliasi tidak diketahui1
Deby LuriawatiAfiliasi tidak diketahui1
Susanto SusantoAfiliasi tidak diketahui1
Septina SulistyaningrumAfiliasi tidak diketahui1
Devita Maliana SariAfiliasi tidak diketahui1
Muhamad HaekalAfiliasi tidak diketahui1
Umi Nur SholikhahAfiliasi tidak diketahui1
Rizki Anti AuliaAfiliasi tidak diketahui1
Alfa Zulia Dwi KarinaAfiliasi tidak diketahui1
Ahmad SalahZagazig University1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Variasi Fonologi dan Leksikon Bahasa Jawa di Kabupaten Cilacap (Kajian) Geografi Dialek di Perbatasan Jawa-Sunda</dc:title>
	<dc:creator>Afidah, Annisa Ul</dc:creator>
	<dc:creator>Mardikantoro, Hari Bakti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini membahas variasi bahasa Jawa di Kabupaten Cilacap pada tataran fonologi dan leksikon. Titik pengamatan dalam penelitian ini berjumlah 4 yang merupakan daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yaitu Desa Kedungreja, Kecamatan Kedungreja dan Desa Tambakreja, Kecamatan Kedungreja serta Desa Purwodadi dan Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan. Pengumpulan data menggunakan metode pupuan lapangan danmetode cakap. Data-data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode padan fonetis artikulatoris dan teknik pilah unsur penentu (teknik PUP) dengan teknik lanjutan yaitu teknik HBB dan teknik HBS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan variasi bahasa Jawa Cilacap (BJC) berupa variasi fonologi dan leksikon. Variasi fonologi meliputi variasi bunyi vokal dan konsonan serta korespondensi bunyi vokal dan konsonan. Variasi leksikon meliputi gejalaonomasiologis dan semasiologis. Data variasi fonologi dan leksikon tersebut selanjutnya disajikan dalam peta bahasa. Faktor-faktor geografis wilayah menjadi akibat munculnya variasi bahasa Jawa di Kabupaten Cilacap, khususnya di wilayah perbatasan Jawa-Sunda.
This study discusses the variation of Javanese language in Cilacap Regency at the level of phonology and&amp;nbsp; lexicon. Observation points in this study amounted to 4 which are areas bordering Pangandaran Regency, West Java, namely Kedungreja Village, Kedungreja District and Tambakreja Village, Kedungreja District and Purwodadi Village and Rawaapu Village, Patimuan District. Data collection uses field methods and proficient methods. The data that has been collected is then analyzed using the phonetic articulatory matching method and the technique of determining the determinants (PUP techniques) with advanced techniques, namely HBB techniques and HBS techniques. The results showed that variations in the Cilacap Javanese language (BJC) were found in variations of phonology and lexicon. Phonological variations include variations of vowel and consonant sounds and correspondence of vowel and consonant sounds. The lexicon variation includes onomasiological and semasiological symptoms. The phonological and lexicon variation data are then presented in the language map. The geographical factors of the region were due to the emergence of variations in Javanese language in Cilacap Regency, especially in the Javanese-Sundanese border region.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2019-08-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jsi/article/view/33713</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sastra Indonesia; Vol 8 No 2 (2019): Juli; 78-87</dc:source>
	<dc:source>2685-9599</dc:source>
	<dc:source>2252-6315</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jsi/article/view/33713/14112</dc:relation>
</oai_dc:dc>