Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Makna dan Fungsi Ricikan pada Busana Wayang Wong Gaya Surakarta

Jurnal Seni Tari · Vol. 8 No. 2 (2019) · hlm. 176–185

DOI
10.15294/jst.v8i2.32477
ISSN
2503-2585, 2252-6714
Terbit
2019-11-28
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Bentuk ricikan pada busana Wayang Wong memiliki banyak kesamaan motif yaitu diambil dari motif tumbuhan dan hewan yang masing-masing memiliki makna dan fungsi. Fenomena yang terjadi pada beberapa penari yang kurang paham terhadap bentuk, makna dan fungsi ricikan pada busana Wayang Wong. Ricikan yang dibahas dalam penelitian ini meliputi sumping, kelatbahu, dan uncal, karena keseluruhan ricikan tersebut sering digunakan pada semua tokoh dalam Wayang Wong. Tujuan penelitian adalah untuk memvisualisasikan bentuk ricikan pada busana Wayang Wong gaya Surakarta, mendiskripsikan makna dan fungsi ricikan pada busana Wayang Wong gaya Surakarta. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan pendekatan semiotik dalam menganalisa simbol dan tanda-tanda pada ricikan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi di Sanggar Gimo Pengrajin Busana Tari dan Wayang Wong. Hasil penelitian yaitu bentuk ricikan pada busana Wayang Wong gaya Surakarta diambil dari motif tumbuhan dan hewan. Motif tumbuhan meliputi: bunga, akar-akaran, lung-lungan, buah, dan daun. Motif hewan meliputi: hewan besar, hewan bersayap, dan hewan mitologi. Makna simbolis ricikan dapat dilihat dari nama dan motif yang terdapat dalam ricikan. Ricikan busana Wayang Wong gaya Surakarta sebagian besar berfungsi sebagai accessories atau pelengkap.

Jaringan kolaborasi para penulis

7 penulis · 6 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Wahidah Wahyu MartyastutiAfiliasi tidak diketahui1
Rifa SalsabielaAfiliasi tidak diketahui1
Sri UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Resti Nur FitrianiAfiliasi tidak diketahui1
Dinda Dewi AmbarwatiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jst/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Makna dan Fungsi Ricikan pada Busana Wayang Wong Gaya Surakarta</dc:title>
	<dc:creator>Kurniyawan, Andika Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Utina, Usrek Tani</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bentuk ricikan pada busana Wayang Wong memiliki banyak kesamaan motif yaitu diambil dari motif tumbuhan dan hewan yang masing-masing memiliki makna dan fungsi. Fenomena yang terjadi pada beberapa penari yang kurang paham terhadap bentuk, makna dan fungsi ricikan pada busana Wayang Wong. Ricikan yang dibahas dalam penelitian ini meliputi sumping, kelatbahu, dan uncal, karena keseluruhan ricikan tersebut sering digunakan pada semua tokoh dalam Wayang Wong. Tujuan penelitian adalah untuk memvisualisasikan bentuk ricikan pada busana Wayang Wong gaya Surakarta, mendiskripsikan makna dan fungsi ricikan pada busana Wayang Wong gaya Surakarta. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan pendekatan semiotik dalam menganalisa simbol dan tanda-tanda pada ricikan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi di Sanggar Gimo Pengrajin Busana Tari dan Wayang Wong. Hasil penelitian yaitu bentuk ricikan pada busana Wayang Wong gaya Surakarta diambil dari motif tumbuhan dan hewan. Motif tumbuhan meliputi: bunga, akar-akaran, lung-lungan, buah, dan daun. Motif hewan meliputi: hewan besar, hewan bersayap, dan hewan mitologi. Makna simbolis ricikan dapat dilihat dari nama dan motif yang terdapat dalam ricikan. Ricikan busana Wayang Wong gaya Surakarta sebagian besar berfungsi sebagai accessories atau pelengkap.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jst/article/view/32477</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jst.v8i2.32477</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Seni Tari; Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019); 176-185</dc:source>
	<dc:source>2503-2585</dc:source>
	<dc:source>2252-6714</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jst.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jst/article/view/32477/14747</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Seni Tari</dc:rights>
</oai_dc:dc>