Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Pendeteksian Dehidrasi pada Kucing dengan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor

Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi · Vol. 5 No. 2 (2025) · pp. 540–552

DOI
10.51454/decode.v5i2.1175
ISSN
2775-1813, 2775-2984
Published
2025-07-31
Publisher
Universitas Muhammadiyah Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Kucing merupakan hewan karnivora yang umum di Indonesia. Populasi kucing menurut survei yang dilakukan oleh Rakuten Insight pada tahun 2018 secara online mengenai hewan yang paling banyak dipelihara di Asia, Indonesia menempati tempat pertama dari kepemilikan kucing sebesar 47%. Banyaknya jumlah kucing menjadi perhatian khusus akan kondisi tubuhnya termasuk penyakit yang dialami kucing. Penyakit kucing dapat diatasi dengan tepat jika cepat terdeteksi dari gejalanya. Gejala yang sering muncul ialah dehidrasi. Dehidrasi yang dialami kucing memiliki 6 (enam) keadaan yang dapat diperhatikan yaitu kadar air yang cukup dalam pakan, kotoran kucing mengalami diare atau tidak, muntahan kucing melebihi 3 (tiga) kali sehari, tungor kucing yang tidak elastis, gusi kucing yang pucat, dan nafas kucing yang berbau tidak sedap. Gejala dehidrasi yang cepat diketahui dapat mempermudah owner untuk melakukan tindakan yang tepat sebagai penanganannya. Tindakan yang tepat dapat menghindari kucing dari berbagai penyakit hingga kematian. Adanya penelitian ini, dapat mencegah dehidrasi menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor yaitu dengan 64 data dan 6 kondisi seperti pakan, kotoran, muntah, skin tenting (tungor), nafas, dan gusi kucing yang baik. Data tersebut dijabarkan dengan logika disjungsi menjadi 384 data dan 30 kondisi. Proses pendeteksian dehidrasi pada kucing ini akan mendapatkan hasil kondisi kucing yang terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu Tidak Dehidrasi, Dehidrasi Ringan, Dehidrasi Berat. Adapun akurasi yang dicapai dalam penelitian ini mencapai 92%.

Collaboration network of the authors

5 authors · 10 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Prima Indonesia
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2775-1813/works, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Pendeteksian Dehidrasi pada Kucing dengan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor</dc:title><dc:creator>Annisa Assya Mawaddah</dc:creator><dc:creator>Maya Sofhia</dc:creator><dc:creator>Randy Pardomuan Simanjuntak</dc:creator><dc:creator>Patrick Colin Simatupang</dc:creator><dc:creator>Hansen Purba</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Kucing merupakan hewan karnivora yang umum di Indonesia. Populasi kucing menurut survei yang dilakukan oleh Rakuten Insight pada tahun 2018 secara online mengenai hewan yang paling banyak dipelihara di Asia, Indonesia menempati tempat pertama dari kepemilikan kucing sebesar 47%. Banyaknya jumlah kucing menjadi perhatian khusus akan kondisi tubuhnya termasuk penyakit yang dialami kucing. Penyakit kucing dapat diatasi dengan tepat jika cepat terdeteksi dari gejalanya. Gejala yang sering muncul ialah dehidrasi. Dehidrasi yang dialami kucing memiliki 6 (enam) keadaan yang dapat diperhatikan yaitu kadar air yang cukup dalam pakan, kotoran kucing mengalami diare atau tidak, muntahan kucing melebihi 3 (tiga) kali sehari, tungor kucing yang tidak elastis, gusi kucing yang pucat, dan nafas kucing yang berbau tidak sedap. Gejala dehidrasi yang cepat diketahui dapat mempermudah owner untuk melakukan tindakan yang tepat sebagai penanganannya. Tindakan yang tepat dapat menghindari kucing dari berbagai penyakit hingga kematian. Adanya penelitian ini, dapat mencegah dehidrasi menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor yaitu dengan 64 data dan 6 kondisi seperti pakan, kotoran, muntah, skin tenting (tungor), nafas, dan gusi kucing yang baik. Data tersebut dijabarkan dengan logika disjungsi menjadi 384 data dan 30 kondisi. Proses pendeteksian dehidrasi pada kucing ini akan mendapatkan hasil kondisi kucing yang terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu Tidak Dehidrasi, Dehidrasi Ringan, Dehidrasi Berat. Adapun akurasi yang dicapai dalam penelitian ini mencapai 92%.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Universitas Muhammadiyah Kendari</dc:publisher><dc:date>2025-07-31</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.51454/decode.v5i2.1175</dc:identifier><dc:identifier>10.51454/decode.v5i2.1175</dc:identifier><dc:source>Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi; Vol 5 No 2 (2025); 540-552</dc:source><dc:source>2775-1813</dc:source><dc:source>2775-2984</dc:source><dc:relation>https://journal.umkendari.ac.id/decode/article/download/1175/607</dc:relation><dc:rights>https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights></oai_dc:dc>