Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Reimagining History Education: A Critical Exploration of Transforming University Historical Laboratories into Educational Tourism Destinations

Paramita: Historical Studies Journal · Vol. 35 No. 1 (2025)

DOI
10.15294/paramita.v35i1.21079
ISSN
2407-5825, 0854-0039
Terbit
2025-04-24
Penerbit
istory Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (Indonesian Historical Society)
Bahasa
eng

Abstrak

Abstract: This study explores the potential of university-based historical laboratories as educational tours, offering an alternative pathway for history learning. Employing a qualitative case study methodology, the research used interviews, observations, and focus group discussions to collect data, which was analyzed through an interactive data analysis model. Findings underscore the robust potential of university historical laboratories as viable educational tours. Key indicators include well-equipped facilities, proficient human resources, and substantial institutional support, forming a strong foundation for future development. These laboratories enrich educational experiences and serve as dynamic platforms for fostering deeper historical understanding among students. The study advocates for the expansion and refinement of historical education tours centered around the concept of university historical laboratories. This approach emphasizes integrating educational principles with historical exploration, enhancing engagement and learning outcomes. By leveraging existing academic resources and infrastructures, universities can effectively revitalize history education, aligning educational practices with contemporary pedagogical needs. In conclusion, this research highlights the transformative potential of historical laboratories within university settings, advocating for their strategic integration into educational tourism initiatives. Moving forward, it is imperative to cultivate these initiatives with a deliberate focus on educational quality and historical authenticity, ensuring that they serve as dynamic tools for enriching historical education both locally and globally. Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi potensi laboratorium sejarah di perguruan tinggi sebagai bentuk wisata edukatif, menawarkan jalur alternatif dalam pembelajaran sejarah. Dengan menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terfokus (FGD), lalu dianalisis menggunakan model analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laboratorium sejarah di perguruan tinggi memiliki potensi kuat sebagai destinasi wisata edukatif. Indikator utamanya mencakup fasilitas yang memadai, sumber daya manusia yang kompeten, serta dukungan kelembagaan yang solid—semuanya menjadi fondasi penting untuk pengembangan lebih lanjut. Laboratorium ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga menjadi ruang dinamis yang mendorong pemahaman sejarah yang lebih mendalam bagi siswa. Penelitian ini mendorong pengembangan wisata edukatif sejarah berbasis laboratorium sejarah kampus. Pendekatan ini mengintegrasikan prinsip pendidikan dengan eksplorasi sejarah, sehingga meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar. Dengan memanfaatkan sumber daya akademik dan infrastruktur yang ada, perguruan tinggi dapat menghidupkan kembali pendidikan sejarah agar lebih relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Sebagai kesimpulan, laboratorium sejarah di lingkungan kampus memiliki potensi transformatif dan layak diintegrasikan secara strategis dalam inisiatif wisata edukatif. Ke depan, pengembangan ini perlu diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan dan keaslian sejarah, agar dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna di tingkat lokal maupun global.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 101 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Jambi
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Arif PurnomoAfiliasi tidak diketahui5
Romadi RomadiAfiliasi tidak diketahui3
Cahyo Budi UtomoAfiliasi tidak diketahui3
Bain BainAfiliasi tidak diketahui2
Abdul MuntholibAfiliasi tidak diketahui2
Ibnu SodiqAfiliasi tidak diketahui2
Hany NurpratiwiAfiliasi tidak diketahui2
Tazkia Kamila SofuanAfiliasi tidak diketahui2
Dimas AnggoroAfiliasi tidak diketahui2
Syaiful AminAfiliasi tidak diketahui2
Alfira ApriyantiAfiliasi tidak diketahui1
Sultania A SulemanAfiliasi tidak diketahui1
Aulia Andi MustikaAfiliasi tidak diketahui1
Wasmen ManaluAfiliasi tidak diketahui1
Dwi Agus KurniawanUniversitas Jambi1
Darmaji DarmajiAfiliasi tidak diketahui1
Astalini AstaliniAfiliasi tidak diketahui1
Rahmat PerdanaAfiliasi tidak diketahui1
Astri YullianiAfiliasi tidak diketahui1
Farida YusrinaAfiliasi tidak diketahui1
Pipit WidayanaAfiliasi tidak diketahui1
Rizka Cahyaning Arifin PutriAfiliasi tidak diketahui1
Nurulasyikin Binti HassanAfiliasi tidak diketahui1
Rika CahyaniAfiliasi tidak diketahui1
Em SereyrathAfiliasi tidak diketahui1
Ihdha TantriAfiliasi tidak diketahui1
Destiana SafitriAfiliasi tidak diketahui1
Nova CahyoAfiliasi tidak diketahui1
Novel Anak LyndonAfiliasi tidak diketahui1
Dharu Sinar MustikasariAfiliasi tidak diketahui1
Anis RohmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Amin NurohimAfiliasi tidak diketahui1
Muslikh MuslikhAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/paramita/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Reimagining History Education: A Critical Exploration of Transforming University Historical Laboratories into Educational Tourism Destinations</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Suryadi, Andy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniawan, Ganda Febri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wijayati, Putri Agus</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Soeharso, R</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Binti Hassan, Nurul Asyikin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Andriyanto, Andriyanto</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lusianto, Junaidy Fery</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">History education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">University historical laboratories</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Educational toursim</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Abstract: This study explores the potential of university-based historical laboratories as educational tours, offering an alternative pathway for history learning. Employing a qualitative case study methodology, the research used interviews, observations, and focus group discussions to collect data, which was analyzed through an interactive data analysis model. Findings underscore the robust potential of university historical laboratories as viable educational tours. Key indicators include well-equipped facilities, proficient human resources, and substantial institutional support, forming a strong foundation for future development. These laboratories enrich educational experiences and serve as dynamic platforms for fostering deeper historical understanding among students. The study advocates for the expansion and refinement of historical education tours centered around the concept of university historical laboratories. This approach emphasizes integrating educational principles with historical exploration, enhancing engagement and learning outcomes. By leveraging existing academic resources and infrastructures, universities can effectively revitalize history education, aligning educational practices with contemporary pedagogical needs. In conclusion, this research highlights the transformative potential of historical laboratories within university settings, advocating for their strategic integration into educational tourism initiatives. Moving forward, it is imperative to cultivate these initiatives with a deliberate focus on educational quality and historical authenticity, ensuring that they serve as dynamic tools for enriching historical education both locally and globally.
Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi potensi laboratorium sejarah di perguruan tinggi sebagai bentuk wisata edukatif, menawarkan jalur alternatif dalam pembelajaran sejarah. Dengan menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terfokus (FGD), lalu dianalisis menggunakan model analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laboratorium sejarah di perguruan tinggi memiliki potensi kuat sebagai destinasi wisata edukatif. Indikator utamanya mencakup fasilitas yang memadai, sumber daya manusia yang kompeten, serta dukungan kelembagaan yang solid—semuanya menjadi fondasi penting untuk pengembangan lebih lanjut. Laboratorium ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga menjadi ruang dinamis yang mendorong pemahaman sejarah yang lebih mendalam bagi siswa. Penelitian ini mendorong pengembangan wisata edukatif sejarah berbasis laboratorium sejarah kampus. Pendekatan ini mengintegrasikan prinsip pendidikan dengan eksplorasi sejarah, sehingga meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar. Dengan memanfaatkan sumber daya akademik dan infrastruktur yang ada, perguruan tinggi dapat menghidupkan kembali pendidikan sejarah agar lebih relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Sebagai kesimpulan, laboratorium sejarah di lingkungan kampus memiliki potensi transformatif dan layak diintegrasikan secara strategis dalam inisiatif wisata edukatif. Ke depan, pengembangan ini perlu diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan dan keaslian sejarah, agar dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna di tingkat lokal maupun global.
 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">istory Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (Indonesian Historical Society)</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/paramita/article/view/21079</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/paramita.v35i1.21079</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Paramita: Historical Studies Journal; Vol. 35 No. 1 (2025): History of Education</dc:source>
	<dc:source>2407-5825</dc:source>
	<dc:source>0854-0039</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/paramita/article/view/21079/3702</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Paramita: Historical Studies Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>