Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

From Sacred Sites to Mining Sites: Revitalization of Myth and Local History of The Sawai People, Indonesia

Paramita: Historical Studies Journal · Vol. 36 No. 2 (2026)

DOI
10.15294/paramita.v36i2.33267
ISSN
2407-5825, 0854-0039
Terbit
2026-10-24
Penerbit
istory Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (Indonesian Historical Society)
Bahasa
eng

Abstrak

Abstract: The presence of the mining industry in rural areas has significantly transformed local communities. In Central Halmahera, Indonesia, a nickel mining company has encroached upon sacred lands belonging to indigenous communities, altering not only the physical landscape but also the existence of myths and local histories. This study, conducted through participant observation and in-depth interviews with traditional leaders, religious figures, and local communities, seeks to illustrate how the Sawai people, as an indigenous community, have reaffirmed the myth of their origin following the conversion of their sacred site into a mining operation. The research emphasizes the critical role of local initiatives in preserving cultural identity and history amid social, cultural, and environmental changes by revitalizing their myth of origin. This revitalization process involves maintaining the sacredness of Tanjung Ulie, incorporating sacred elements into everyday activities, and retransmitting the Myth of Tete Cekel within family, school, and social spheres. These efforts are essential for ensuring the survival of the community's social charter, collective memory, and local history, serving as a foundation for the sustainability of their lives and culture. Abstrak: Kehadiran industri pertambangan di kawasan pedesaan menyebabkan terjadinya transformasi pada masyarakat lokal. Di Halmahera Tengah Indonesia, perusahaan tambang nikel telah menguasai lahan sakral masyarakat pribumi yang tidak hanya mengubah landscape fisik, tetapi juga mempengaruhi eksistensi mitos dan sejarah lokal. Melalui hasil observasi partisipasi dan wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat lokal, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana orang Sawai, sebagai masyarakat pribumi, menguatkan kembali mitos asal usul mereka setelah situs sakral mereka dijadikan lahan operasi tambang oleh perusahaan. Kajian ini mengemukakan arti penting dari upaya masyarakat lokal dalam mempertahankan identitas budaya dan sejarah lokal mereka di tengah perubahan sosial, budaya, dan lingkungan dengan merevitalisasi fungsi mitos asal usul mereka. Proses revitalisasi ini dilakukan dengan cara mempertahankan sakralitas Tanjung Ulie, menghadirkan unsur sakral dalam aktivitas profan, dan mentransmisikan Mitos Tete Cekel pada ranah keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Upaya ini dilakukan agar social charter, memori kolektif, dan sejarah lokal masyarakat dapat terjaga sebagai landasan atas keberlanjutan kehidupan dan kebudayaan mereka.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 81 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Halu Oleo
  • Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Hartati Sulistyo RiniAfiliasi tidak diketahui5
Elly KisminiAfiliasi tidak diketahui3
Moh. Solehatul MustofaAfiliasi tidak diketahui2
Rini IswariAfiliasi tidak diketahui2
Thriwaty ArsalAfiliasi tidak diketahui2
Hendro WibowoAfiliasi tidak diketahui1
Khudzaifah .Afiliasi tidak diketahui1
Deni KusdiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Puji LestariAfiliasi tidak diketahui1
M Fikri AmrullahAfiliasi tidak diketahui1
Ubaidillah KamalAfiliasi tidak diketahui1
Erisandi ArditamaAfiliasi tidak diketahui1
Nurul FatimahUniversitas Halu Oleo1
Mohammad Solehatul MustofaAfiliasi tidak diketahui1
Aji Kusuma WardaniAfiliasi tidak diketahui1
Deva Andrian AdityaAfiliasi tidak diketahui1
Putri Sonia PurnawatiAfiliasi tidak diketahui1
Asep SunanangAfiliasi tidak diketahui1
Ibnu Eko Budi UntomoAfiliasi tidak diketahui1
Sri IndartiAfiliasi tidak diketahui1
Catur WijayantiAfiliasi tidak diketahui1
Hilma LutfianaAfiliasi tidak diketahui1
Nurhayati NurhayatiPoliteknik Negeri Ujung Pandang1
Buwaizhi BuwaizhiAfiliasi tidak diketahui1
Grita Gusti GandiAfiliasi tidak diketahui1
Lisa Dwi OktarinaAfiliasi tidak diketahui1
Cyrli Yunita MiyantiAfiliasi tidak diketahui1
Umi KholiffatunAfiliasi tidak diketahui1
Thriwarty ArsalAfiliasi tidak diketahui1
Andhika Cahya PurwantoAfiliasi tidak diketahui1
Nugroho Trisnu BrataAfiliasi tidak diketahui1
Nor AfifahAfiliasi tidak diketahui1
Siti Suci WulandariAfiliasi tidak diketahui1
Luthfiatul MuasyarohAfiliasi tidak diketahui1
Moh Yasir AlimiAfiliasi tidak diketahui1
Kanita Khoirun NisaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/paramita/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">From Sacred Sites to Mining Sites: Revitalization of Myth and Local History of The Sawai People, Indonesia</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Luthfi, Asma</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Abdullah, Azlina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Abdul Mutalib, Mimi Hanida</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mohd Noor, Mansor</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">local history</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">mining sites</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">myth</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">revitalization</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">sacred sites</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">transformation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Abstract: The presence of the mining industry in rural areas has significantly transformed local communities. In Central Halmahera, Indonesia, a nickel mining company has encroached upon sacred lands belonging to indigenous communities, altering not only the physical landscape but also the existence of myths and local histories. This study, conducted through participant observation and in-depth interviews with traditional leaders, religious figures, and local communities, seeks to illustrate how the Sawai people, as an indigenous community, have reaffirmed the myth of their origin following the conversion of their sacred site into a mining operation. The research emphasizes the critical role of local initiatives in preserving cultural identity and history amid social, cultural, and environmental changes by revitalizing their myth of origin. This revitalization process involves maintaining the sacredness of Tanjung Ulie, incorporating sacred elements into everyday activities, and retransmitting the Myth of Tete Cekel within family, school, and social spheres. These efforts are essential for ensuring the survival of the community's social charter, collective memory, and local history, serving as a foundation for the sustainability of their lives and culture.
Abstrak: Kehadiran industri pertambangan di kawasan pedesaan menyebabkan terjadinya transformasi pada masyarakat lokal. Di Halmahera Tengah Indonesia, perusahaan tambang nikel telah menguasai lahan sakral masyarakat pribumi yang tidak hanya mengubah landscape fisik, tetapi juga mempengaruhi eksistensi mitos dan sejarah lokal. Melalui hasil observasi partisipasi dan wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat lokal, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana orang Sawai, sebagai masyarakat pribumi, menguatkan kembali mitos asal usul mereka setelah situs sakral mereka dijadikan lahan operasi tambang oleh perusahaan. Kajian ini mengemukakan arti penting dari upaya masyarakat lokal dalam mempertahankan identitas budaya dan sejarah lokal mereka di tengah perubahan sosial, budaya, dan lingkungan dengan merevitalisasi fungsi mitos asal usul mereka. Proses revitalisasi ini dilakukan dengan cara mempertahankan sakralitas Tanjung Ulie, menghadirkan unsur sakral dalam aktivitas profan, dan  mentransmisikan Mitos Tete Cekel pada ranah keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Upaya ini dilakukan agar social charter, memori kolektif, dan sejarah lokal masyarakat dapat terjaga sebagai landasan atas keberlanjutan kehidupan dan kebudayaan mereka.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">istory Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (Indonesian Historical Society)</dc:publisher>
	<dc:date>2026-10-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/paramita/article/view/33267</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/paramita.v36i2.33267</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Paramita: Historical Studies Journal; Vol. 36 No. 2 (2026): Agricultural History</dc:source>
	<dc:source>2407-5825</dc:source>
	<dc:source>0854-0039</dc:source>
	<dc:source>10.15294/paramita.v36i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/paramita/article/view/33267/11991</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Paramita: Historical Studies Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>