Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

SURVEI PELAKSANAAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) PADA PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SLB NEGERI SE-KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2012

ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation · Vol. 2 No. 6 (2013)

DOI
10.15294/active.v2i6.1549
ISSN
2460-724X, 2252-6773
Terbit
2013-06-27
Penerbit
Department of Physical Education, Sport, Health and Recreation
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak ___________________________________________________________________ Permasalahan utama yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada proses pembelajaran penjasorkes di SLB Negeri se-Kabupaten Banjarnegara tahun 2012? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada proses pembelajaran penjasorkes di SLB Negeri se-Kabupaten Banjarnegara tahun 2012. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Metode Pengumpulan data dalam peneltitian ini adalah 1) Angket, 2) Observasi dan 3) Dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan KTSP pada proses pembelajaran penjasorkes di sekolah luar biasa se-Kabupaten Banjarnegara sebagian besar termasuk dalam kategori baik. Hal ini ditunjukkan oleh hasil dari penilaian Guru Penjasorkes yang memberi penilaian dalam kategori baik 2 guru (100%). Hasil ini juga didukung oleh hasil dari penilaian kepala sekolah yang memberi penilaian dalam kategori baik 1 kepala sekolah (50%) dan cukup baik 1 kepala sekolah (50%). Sedangkan Pelaksanaan KTSP menurut guru non penjasorkes memberikan penilaian dalam kategori baik 19 guru non penjasorkes (54,29%) dan kategori cukup baik 16 guru non penjasorkes (45,71%). Dalam penelitian yang didapatkan terjadi angka yang cukup seimbang antara kategori baik dan cukup baik.Simpulan yang didapat dari skripsi adalah pelaksanaan KTSP di SLB Negeri se-Kabupaten Banjarnegara sudah baik. Hal ini di tunjukkan dari hasil analisis penelitian dengan menggunakan metode deskriptif persentase bahwa Kepala Sekolah, Guru Penjasorkes dan Guru Non Penjasorkes telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing dalam melaksanakan KTSP. Saran yang disampaikan adalah, 1) Sekolah harus lebih meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan mengembangkan sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan dari KTSP. 2) Guru Penjasorkes SLB hendaknya menyadari arti pentingnya melakukan telaah terhadap Silabus dan RPP yang pada dasarnya digunakan untuk membantu siswa mencapai hasil belajar yang optimal dan juga dapat membantu kelancaran kegiatan pembelajaran yang dilaksankan sekolah secara umum. 3) Sebaiknya Guru Penjasorkes yang mengajar di SLB merupakan guru lulusan dari pendidikan jasmani atau pendidikan olahraga yang khusus untuk mengajar di SLB. Abstract ___________________________________________________________________ The main problem are formulated in this research is how the implementation of the curriculum unit level education (KTSP) in the learning process in SLB State penjasorkes a Banjarnegara district in 2012? The purpose of this study was to determine the conduct of the educational unit level curriculum (KTSP) in the learning process in SLB State penjasorkes a Banjarnegara district in 2012.In this study the authors used descriptive quantitative research methods. The method used in this reseach are 1) Questionnaire, 2) Observation and 3) Documentation. The data obtained were analyzed using quantitative descriptive analysis by a percentage.The results showed that the implementation of KTSP in the learning process in schools penjasorkes remarkable as most Banjarnegara district included in either category. This is demonstrated by the results of teacher assessments Penjasorkes who gave judgment in either category 2 teachers (100%). These results are also supported by the results of the assessment principal who gave judgment in either category 1 principals (50%) and a pretty good one principal (50%).While the implementation of KTSP in non penjasorkes teachers give good ratings in the category of non penjasorkes 19 teachers (54.29%) and category pretty well non penjasorkes 16 teachers (45.71%). In a study that found a sufficient balance occurs between both categories and was pretty good.The conclusions derived from the thesis is the implementation of KTSP in a State SLB Banjarnegara district is good. It was shown from the analysis of research using descriptive method that the percentage of the Principal, Teachers and Teachers Non Penjasorkes Penjasorkes been carrying out the duties and responsibilities of each in implementing KTSP. The advice given is, 1) Schools should further improve the quality of education through self-reliance and initiative in developing school curriculum, manage and develop the resources available to achieve the goals of the KTSP. 2) Teachers Penjasorkes SLB should realize the importance of doing research on syllabus and lesson plans that are basically used to help students achieve optimal learning outcomes and also can help smooth the learning activities carried out in their school in general. 3) Should Teachers who teach in special schools Penjasorkes a graduate teacher of physical education or sports specific training to teach in special schools.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 169 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Dwi Gansar Santi WijayantiAfiliasi tidak diketahui6
Agus PujiantoAfiliasi tidak diketahui5
Wahyu Ragil KurniawanAfiliasi tidak diketahui4
Soegiyanto -Afiliasi tidak diketahui4
Adi SAfiliasi tidak diketahui4
Mugiyo HartonoAfiliasi tidak diketahui3
Soegiyanto KSAfiliasi tidak diketahui3
Tandiyo RahayuAfiliasi tidak diketahui3
Armayta Dwi TaditaAfiliasi tidak diketahui2
Roas IrsyadaAfiliasi tidak diketahui2
Agung WahyudiAfiliasi tidak diketahui2
Moch Fahmi AbdulazizAfiliasi tidak diketahui2
Agus RaharjoAfiliasi tidak diketahui2
NasukaAfiliasi tidak diketahui2
Hermawan Pamot RahardjoAfiliasi tidak diketahui2
Heny SetyawatiAfiliasi tidak diketahui2
Taufiq HidayahAfiliasi tidak diketahui2
Endang Sri HananiAfiliasi tidak diketahui2
Tri RustiadiAfiliasi tidak diketahui2
Aisyah Adinda Az-ZahraAfiliasi tidak diketahui2
Bhayu BilliandriAfiliasi tidak diketahui2
Bambang PriyonoState University of Semarang2
Hermawan Pamot RaharjoAfiliasi tidak diketahui2
Setya RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Lulu April FaridaAfiliasi tidak diketahui1
Aftina Nurul HusnaAfiliasi tidak diketahui1
Silvia IndriyaniAfiliasi tidak diketahui1
Dhoni Frizky Arya SahabAfiliasi tidak diketahui1
Suminar SuminarAfiliasi tidak diketahui1
lambang tegarAfiliasi tidak diketahui1
Barata YudaAfiliasi tidak diketahui1
Dwi Tiga PutriAfiliasi tidak diketahui1
Ari Mukti PamungkasAfiliasi tidak diketahui1
Utami HidayatiAfiliasi tidak diketahui1
Hasna Tri OktaviaAfiliasi tidak diketahui1
Erfandy AryantaraAfiliasi tidak diketahui1
Ema Agita YuliantiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SURVEI PELAKSANAAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) PADA PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SLB NEGERI SE-KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2012</dc:title>
	<dc:creator>Santoso, Tri Aji</dc:creator>
	<dc:creator>Sulaiman, -</dc:creator>
	<dc:creator>Setiawan, Ipang</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak ___________________________________________________________________ Permasalahan utama yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada proses pembelajaran penjasorkes di SLB Negeri se-Kabupaten Banjarnegara tahun 2012? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada proses pembelajaran penjasorkes di SLB Negeri se-Kabupaten Banjarnegara tahun 2012. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif  kuantitatif. Metode Pengumpulan  data dalam peneltitian ini adalah 1) Angket, 2) Observasi dan 3) Dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan KTSP pada proses pembelajaran penjasorkes di sekolah luar biasa se-Kabupaten Banjarnegara sebagian besar termasuk dalam kategori baik. Hal ini ditunjukkan oleh hasil dari penilaian Guru Penjasorkes yang memberi penilaian dalam kategori baik 2 guru (100%). Hasil ini juga didukung oleh hasil dari penilaian kepala sekolah yang memberi penilaian dalam kategori baik 1 kepala sekolah (50%) dan cukup baik 1 kepala sekolah (50%). Sedangkan Pelaksanaan KTSP menurut guru non penjasorkes memberikan penilaian dalam kategori baik 19 guru non penjasorkes (54,29%) dan kategori cukup baik 16 guru non penjasorkes (45,71%). Dalam penelitian yang didapatkan terjadi angka yang cukup seimbang antara kategori baik dan cukup baik.Simpulan yang didapat dari skripsi adalah pelaksanaan KTSP di SLB Negeri se-Kabupaten Banjarnegara sudah baik. Hal ini di tunjukkan dari hasil analisis penelitian dengan menggunakan metode deskriptif persentase bahwa Kepala Sekolah, Guru Penjasorkes dan Guru Non Penjasorkes telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing dalam melaksanakan KTSP. Saran yang disampaikan adalah, 1) Sekolah harus lebih meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan mengembangkan sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan dari KTSP. 2) Guru Penjasorkes SLB hendaknya menyadari arti pentingnya melakukan telaah terhadap Silabus dan RPP yang pada dasarnya digunakan untuk membantu siswa mencapai hasil belajar yang optimal dan juga dapat membantu kelancaran kegiatan pembelajaran yang dilaksankan sekolah secara umum. 3) Sebaiknya Guru Penjasorkes yang mengajar di SLB merupakan guru  lulusan dari pendidikan jasmani atau pendidikan olahraga yang khusus untuk mengajar di SLB.   Abstract ___________________________________________________________________ The main problem are formulated in this research is how the implementation of the curriculum unit level education (KTSP) in the learning process in SLB State penjasorkes a Banjarnegara district in 2012? The purpose of this study was to determine the conduct of the educational unit level curriculum (KTSP) in the learning process in SLB State penjasorkes a Banjarnegara district in 2012.In this study the authors used descriptive quantitative research methods. The method used in this reseach are 1) Questionnaire, 2) Observation and 3) Documentation. The data obtained were analyzed using quantitative descriptive analysis by a percentage.The results showed that the implementation of KTSP in the learning process in schools penjasorkes remarkable as most Banjarnegara district included in either category. This is demonstrated by the results of teacher assessments Penjasorkes who gave judgment in either category 2 teachers (100%). These results are also supported by the results of the assessment principal who gave judgment in either category 1 principals (50%) and a pretty good one principal (50%).While the implementation of KTSP in non penjasorkes teachers give good ratings in the category of non penjasorkes 19 teachers (54.29%) and category pretty well non penjasorkes 16 teachers (45.71%). In a study that found a sufficient balance occurs between both categories and was pretty good.The conclusions derived from the thesis is the implementation of KTSP in a State SLB Banjarnegara district is good. It was shown from the analysis of research using descriptive method that the percentage of the Principal, Teachers and Teachers Non Penjasorkes Penjasorkes been carrying out the duties and responsibilities of each in implementing KTSP. The advice given is, 1) Schools should further improve the quality of education through self-reliance and initiative in developing school curriculum, manage and develop the resources available to achieve the goals of the KTSP. 2) Teachers Penjasorkes SLB should realize the importance of doing research on syllabus and lesson plans that are basically used to help students achieve optimal learning outcomes and also can help smooth the learning activities carried out in their school in general. 3) Should Teachers who teach in special schools Penjasorkes a graduate teacher of physical education or sports specific training to teach in special schools.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Department of Physical Education, Sport, Health and Recreation</dc:publisher>
	<dc:date>2013-06-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/peshr/article/view/1549</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/active.v2i6.1549</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation; Vol 2 No 6 (2013): June 2013</dc:source>
	<dc:source>2460-724X</dc:source>
	<dc:source>2252-6773</dc:source>
	<dc:source>10.15294/active.v2i6</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/peshr/article/view/1549/1498</dc:relation>
	<dc:relation>10.15294/active.v2i6.1549.g1498</dc:relation>
</oai_dc:dc>