Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Sosialisasi Program Merdeka Belajar dan Guru Penggerak Bagi Guru SMPN 2 Kabupaten Maros

Jurnal Puruhita · Vol. 2 No. 1 (2020) · hlm. 46–50

DOI
10.15294/puruhita.v2i1.42325
ISSN
2655-9668
Terbit
2020-12-10
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akhir tahun 2019 kemarin merupakan sebuah gebrakan yang akan menjadi era baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Mendikbud Nadiem Makarim menggagas sebuah konsep tentang “merdeka belajar” dan “guru penggerak”. Kedua konsep ini memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan unit satuan pendidikan (sekolah, guru, dan murid) untuk memiliki kebebasaan dalam berinovasi, kebebasaan dalam belajar secara mandiri dan kreatif. Selama ini pendidikan di Indonesia dianggap membatasi ruang gerak kreatifitas dan inovasi para siswa dan guru dengan berbagai urusan birokrasi dan administratif. Salah satu aspek yang ditekankan dalam merdeka belajar adalah tentang penghapusan Ujian Nasional (UN). Tujuan dari merdeka belajar dan guru penggerak ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat bersaing di era revolusi industry 4.0 dan persaingan global. Meskipun demikian, konsep ini belum dipahami oleh semua orang di instansi pendidikan. Konsep yang bagus ini perlu disosialisasikan ke seluruh Indonesia dan dalam pelaksanaannya perlu pendampingan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan konsep merdeka belajar dan mendampingi para guru untuk mengembangkan kompetensi diri menjadi guru penggerak di daerahnya. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi dan pelatihan dan pemberian materi tentang merdeka belajar dan guru penggerak dari Kemendikbud. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berimplikasi pada diterimanya kebijakan nasional tersebut dan implementasinya dalam pembelajaran di sekolah.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 101 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Harto WicaksonoAfiliasi tidak diketahui6
Baiq Farhatul WahidahAfiliasi tidak diketahui5
Nurul FatimahUniversitas Halu Oleo5
Asma LuthfiAfiliasi tidak diketahui2
Afiat AfiantiAfiliasi tidak diketahui2
Agustinus Sugeng PriyantoAfiliasi tidak diketahui2
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang2
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui2
Hartati Sulistyo RiniAfiliasi tidak diketahui2
Didi PramonoAfiliasi tidak diketahui2
Antari Ayuning ArsiAfiliasi tidak diketahui2
Stevia Dela FransiskaAfiliasi tidak diketahui1
Clara Candra SaputriAfiliasi tidak diketahui1
Hendro WibowoAfiliasi tidak diketahui1
GunawanUniversitas Halu Oleo1
Noviani Achmad PutriAfiliasi tidak diketahui1
Radini SintaAfiliasi tidak diketahui1
Asep GinanjarAfiliasi tidak diketahui1
Enni Suwarsi RahayuState University of Semarang1
Amin RetnoningsihAfiliasi tidak diketahui1
Bintang Faisal AkbarAfiliasi tidak diketahui1
Danissa Wirna KarmestiAfiliasi tidak diketahui1
Wanti Nur JadidahAfiliasi tidak diketahui1
Sucihatiningsih Dian Wisita P rajantiAfiliasi tidak diketahui1
Baitur RahmanAfiliasi tidak diketahui1
Sucihatiningsih Dian Wisika PrajantiState University of Semarang1
Sahara SaharaAfiliasi tidak diketahui1
Abdul MajidUniversitas Halu Oleo1
Hamdan Tri AtmajaAfiliasi tidak diketahui1
Annisa Udtafia FerawatiAfiliasi tidak diketahui1
Arif PurnomoAfiliasi tidak diketahui1
Ardani Dwi Pinkan SofiyanaAfiliasi tidak diketahui1
Eka YuniatiAfiliasi tidak diketahui1
Fahrisal HusainAfiliasi tidak diketahui1
S Jailany DarwisAfiliasi tidak diketahui1
Cahyo Budi UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Sella Ewinda PutriAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/puruhita/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sosialisasi Program Merdeka Belajar dan Guru Penggerak Bagi Guru SMPN 2 Kabupaten Maros</dc:title>
	<dc:creator>Wijaya, Atika</dc:creator>
	<dc:creator>Mustofa, Moh. Solehatul</dc:creator>
	<dc:creator>Husain, Fadly</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akhir tahun 2019 kemarin merupakan sebuah gebrakan yang akan menjadi era baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Mendikbud Nadiem Makarim menggagas sebuah konsep tentang “merdeka belajar” dan “guru penggerak”. Kedua konsep ini memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan unit satuan pendidikan (sekolah, guru, dan murid) untuk memiliki kebebasaan dalam berinovasi, kebebasaan dalam belajar secara mandiri dan kreatif. Selama ini pendidikan di Indonesia dianggap membatasi ruang gerak kreatifitas dan inovasi para siswa dan guru dengan berbagai urusan birokrasi dan administratif. Salah satu aspek yang ditekankan dalam merdeka belajar adalah tentang penghapusan Ujian Nasional (UN). Tujuan dari merdeka belajar dan guru penggerak ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat bersaing di era revolusi industry 4.0 dan persaingan global. Meskipun demikian, konsep ini belum dipahami oleh semua orang di instansi pendidikan. Konsep yang bagus ini perlu disosialisasikan ke seluruh Indonesia dan dalam pelaksanaannya perlu pendampingan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan konsep merdeka belajar dan mendampingi para guru untuk mengembangkan kompetensi diri menjadi guru penggerak di daerahnya. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi dan pelatihan dan pemberian materi tentang merdeka belajar dan guru penggerak dari Kemendikbud. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berimplikasi pada diterimanya kebijakan nasional tersebut dan implementasinya dalam pembelajaran di sekolah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/puruhita/article/view/42325</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/puruhita.v2i1.42325</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Puruhita; Vol 2 No 1 (2020): February 2020; 46-50</dc:source>
	<dc:source>2655-9668</dc:source>
	<dc:source>10.15294/puruhita.v2i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/puruhita/article/view/42325/18488</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Puruhita</dc:rights>
</oai_dc:dc>