Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

REPRESENTASI IDEOLOGI DALAM TUTURAN SANTUN PARA PEJABAT NEGARA PADA TALK SHOW MATA NAJWA

Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia · Vol. 5 No. 1 (2016)

DOI
10.15294/seloka.v5i1.12737
ISSN
2502-4493, 2301-6744
Terbit
2016-09-20
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengeksplanasi wujud kesantunan, dimensi tuturan, praktik kesantunan bertutur, alasan pejabat negara bertutur, dan keterkaitan keempat hal tersebut dengan representasi ideologi para pejabat negara dalam talk show Mata Najwa. Para pejabat tersebut adalah Jokowi, Ahok, dan Ganjar. Metode analisis data berupa metode normatif dan analisis wacana kritis Fairclough dilengkapi aspek kognisi sosial van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan wujud kesantunan Jokowi, Ahok, dan Ganjar yang dominan berupa bidal ketimbangrasaan; dimensi tuturan berupa kosakata, gramatika, dan struktur tekstual; praktik kesantunan menunjukkan maksud yaitu kepedulian kepada rakyat, kejujuran, keadilan, penghormatan kepada rekan kerja dan pendukung, kinerja yang baik, dan kerendahatian. Adapula loyalitas terhadap partai ditemukan dalam tuturan Jokowi dan Ganjar. Alasan bertutur berkaitan dengan aspek situasional, institusional, dan sosial, serta ideologi yang direpresentasikan dalam tuturan ketiga pejabat berupa ideologi kerakyatan. Berdasarkan penelitian ini, ideologi pejabat negara dapat diamati melalui tuturan santun yang dituturkannya.The purposes of this research were to identify and explain politeness form, utterance dimensions, politeness practice, officer’s reasons to speak, and the relations of those four aspects with ideological representations of officers in Mata Najwa talk show. The officer’s are Jokowi, Ahok, and Ganjar. The data were analyzed by using normative and critical discourse analysis Fairclough method include aspects of social cognition van Dijk. The results showed that politeness forms of Jokowi, Ahok, and Ganjar were dominated by tact maxim; utterance dimensions that were vocabulary, grammar, and textual structure; politeness practice showed motives that is concern to the people, honesty, justice, respect for colleagues and supporters, good performance, and humility. There is also a loyalty to the party found in speech Jokowi and Ganjar. Reasons to speak related to situational, institutional, and social aspects, and the ideology represented by three officers in this research is the ideology of pro with the people. Based on this research, the ideology of officers could be observed from their polite utterances.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 153 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Areni Yulitawati SupriyonoAfiliasi tidak diketahui5
Rahayu PristiwatiAfiliasi tidak diketahui4
Hari Bakti MardikantoroAfiliasi tidak diketahui4
Tommi YuniawanAfiliasi tidak diketahui4
Wagiran WagiranAfiliasi tidak diketahui4
Suratno SuratnoAfiliasi tidak diketahui3
Subyantoro SubyantoroAfiliasi tidak diketahui3
Fathur RokhmanState University of Semarang3
Imam BaehaqieAfiliasi tidak diketahui3
Cahyo HasanudinAfiliasi tidak diketahui2
Rustono RustonoAfiliasi tidak diketahui2
Yusro Edy NugrohoAfiliasi tidak diketahui2
Agus NuryatinAfiliasi tidak diketahui2
Juwanda JuwandaAfiliasi tidak diketahui1
Ning Imas Ati Zuhrotul Afifah AfifahAfiliasi tidak diketahui1
Zuliyanti ZuliyantiAfiliasi tidak diketahui1
Santi Pratiwi Tri UtamiAfiliasi tidak diketahui1
SuratnoAfiliasi tidak diketahui1
Septina SulisyaningrumAfiliasi tidak diketahui1
Meilan ArsantiAfiliasi tidak diketahui1
Dyah Rini IndriyantiState University of Semarang1
Parmin ParminState University of Semarang1
Suharto SuhartoAfiliasi tidak diketahui1
Maria Ayu PuspitaAfiliasi tidak diketahui1
Bayu Tri PrasojoAfiliasi tidak diketahui1
Hadromi HadromiAfiliasi tidak diketahui1
Farid AhmadiAfiliasi tidak diketahui1
Arief WidiyatmokoAfiliasi tidak diketahui1
Haryadi HaryadiAfiliasi tidak diketahui1
Ayu SetiyaningrumAfiliasi tidak diketahui1
Hetilaniar HetilaniarAfiliasi tidak diketahui1
Nicholas LachlanAfiliasi tidak diketahui1
Heri YantoAfiliasi tidak diketahui1
Karnawati KarnawatiAfiliasi tidak diketahui1
Sungkowo Edi MulyonoAfiliasi tidak diketahui1
Uki Hares YuliantiAfiliasi tidak diketahui1
Yusro Edi NugrohoAfiliasi tidak diketahui1
Ikyboy Van VersieAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">REPRESENTASI IDEOLOGI DALAM TUTURAN SANTUN  PARA PEJABAT NEGARA PADA TALK SHOW MATA NAJWA</dc:title>
	<dc:creator>Widyawari, Caecilia Petra Gading May</dc:creator>
	<dc:creator>Zulaeha, Ida</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengeksplanasi wujud kesantunan, dimensi tuturan, praktik kesantunan bertutur, alasan pejabat negara bertutur, dan keterkaitan keempat hal tersebut dengan representasi ideologi para pejabat negara dalam talk show Mata Najwa. Para pejabat tersebut adalah Jokowi, Ahok, dan Ganjar. Metode analisis data berupa metode normatif dan analisis wacana kritis Fairclough dilengkapi aspek kognisi sosial van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan wujud kesantunan Jokowi, Ahok, dan Ganjar yang dominan berupa bidal ketimbangrasaan; dimensi tuturan berupa kosakata, gramatika, dan struktur tekstual; praktik kesantunan menunjukkan maksud yaitu kepedulian kepada rakyat, kejujuran, keadilan, penghormatan kepada rekan kerja dan pendukung, kinerja yang baik, dan kerendahatian. Adapula loyalitas terhadap partai ditemukan dalam tuturan Jokowi dan Ganjar. Alasan bertutur berkaitan dengan aspek situasional, institusional, dan sosial, serta ideologi yang direpresentasikan dalam tuturan ketiga pejabat berupa ideologi kerakyatan. Berdasarkan penelitian ini, ideologi pejabat negara dapat diamati melalui tuturan santun yang dituturkannya.The purposes of this research were to identify and explain politeness form, utterance dimensions, politeness practice, officer’s reasons to speak, and the relations of those four aspects with ideological representations of officers in Mata Najwa talk show. The officer’s are Jokowi, Ahok, and Ganjar. The data were analyzed by using normative and critical discourse analysis Fairclough method include aspects of social cognition van Dijk. The results showed that politeness forms of Jokowi, Ahok, and Ganjar were dominated by tact maxim; utterance dimensions that were vocabulary, grammar, and textual structure; politeness practice showed motives that is concern to the people, honesty, justice, respect for colleagues and supporters, good performance, and humility. There is also a loyalty to the party found in speech Jokowi and Ganjar. Reasons to speak related to situational, institutional, and social aspects, and the ideology represented by three officers in this research is the ideology of pro with the people. Based on this research, the ideology of officers could be observed from their polite utterances.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2016-09-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/seloka/article/view/12737</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/seloka.v5i1.12737</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; Vol 5 No 1 (2016): April 2016</dc:source>
	<dc:source>2502-4493</dc:source>
	<dc:source>2301-6744</dc:source>
	<dc:source>10.15294/seloka.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/seloka/article/view/12737/6916</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>