Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Tindak Tutur Ekspresif Humanis dalam Interaksi Pembelajaran di SMA Negeri 1 Batang: Analisis Wacana Kelas

Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia · Vol. 6 No. 2 (2017) · hlm. 111–122

DOI
10.15294/seloka.v6i2.17272
ISSN
2502-4493, 2301-6744
Terbit
2017-09-04
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif humanis, karakteristik tindak tutur ekspresif humanis dilihat dari tiga dimensi wacana Rymes, dan alasan penggunaan tindak tutur ekspresif humanis dalam interaksi pembelajaran. Desain penelitian yang digunakan adalah Analisis Wacana Kelas. Data dikumpulkan dengan metode simak, dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat tan cakap, rekam, dan catat. Data dianalisis dengan menggunakan metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu. Hasil penelitian, bentuk tuturan langsung bermodus imperatif cenderung lebih sering dituturkan pada aspek mengamati. Fungsi tindak tutur ekspresif humanis yang cenderung digunakan adalah mengkritik atau menyarankan. Tindak tutur ekspresif humanis memiliki karakteristik, berdasarkan teori Rymes, mempertimbangkan dan memperhatikan konteks sosial, konteks interaksional, dan individual agency.The purpose of this study was to describe the shape and function of expressive speech acts humanist, humanists expressive speech acts characteristic of a three-dimensional views rymes discourse, and reason for the use of expressive speech acts humanist in learning interactions. The study design used is a Class Discourse Analysis. Data collected by the method seen above, continued to refer to the techniques involved tan-free conversation, record, and record. Data were analyzed by using basic techniques pilah match with decisive element. The results of the study, the imperative form of speech directly bermodus tend more often spoken at observing aspects. Fungsitindak expressive speech humanist most widely used is to criticize or suggest. Humanist expressive speech acts have characteristics, based on the theory rymes, consider and pay attention to the social context, interactional context, and individual agency.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 153 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Areni Yulitawati SupriyonoAfiliasi tidak diketahui5
Rahayu PristiwatiAfiliasi tidak diketahui4
Hari Bakti MardikantoroAfiliasi tidak diketahui4
Tommi YuniawanAfiliasi tidak diketahui4
Wagiran WagiranAfiliasi tidak diketahui4
Suratno SuratnoAfiliasi tidak diketahui3
Subyantoro SubyantoroAfiliasi tidak diketahui3
Fathur RokhmanState University of Semarang3
Imam BaehaqieAfiliasi tidak diketahui3
Cahyo HasanudinAfiliasi tidak diketahui2
Rustono RustonoAfiliasi tidak diketahui2
Yusro Edy NugrohoAfiliasi tidak diketahui2
Agus NuryatinAfiliasi tidak diketahui2
Juwanda JuwandaAfiliasi tidak diketahui1
Ning Imas Ati Zuhrotul Afifah AfifahAfiliasi tidak diketahui1
Zuliyanti ZuliyantiAfiliasi tidak diketahui1
Santi Pratiwi Tri UtamiAfiliasi tidak diketahui1
SuratnoAfiliasi tidak diketahui1
Septina SulisyaningrumAfiliasi tidak diketahui1
Meilan ArsantiAfiliasi tidak diketahui1
Dyah Rini IndriyantiState University of Semarang1
Parmin ParminState University of Semarang1
Suharto SuhartoAfiliasi tidak diketahui1
Maria Ayu PuspitaAfiliasi tidak diketahui1
Bayu Tri PrasojoAfiliasi tidak diketahui1
Hadromi HadromiAfiliasi tidak diketahui1
Farid AhmadiAfiliasi tidak diketahui1
Arief WidiyatmokoAfiliasi tidak diketahui1
Haryadi HaryadiAfiliasi tidak diketahui1
Ayu SetiyaningrumAfiliasi tidak diketahui1
Hetilaniar HetilaniarAfiliasi tidak diketahui1
Nicholas LachlanAfiliasi tidak diketahui1
Heri YantoAfiliasi tidak diketahui1
Karnawati KarnawatiAfiliasi tidak diketahui1
Sungkowo Edi MulyonoAfiliasi tidak diketahui1
Uki Hares YuliantiAfiliasi tidak diketahui1
Yusro Edi NugrohoAfiliasi tidak diketahui1
Ikyboy Van VersieAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tindak Tutur Ekspresif Humanis dalam Interaksi Pembelajaran di SMA Negeri 1 Batang: Analisis Wacana Kelas</dc:title>
	<dc:creator>Ariyanti, Lita Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Zulaeha, Ida</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif humanis, karakteristik tindak tutur ekspresif humanis dilihat dari tiga dimensi wacana Rymes, dan alasan penggunaan tindak tutur ekspresif humanis dalam interaksi pembelajaran. Desain penelitian yang digunakan adalah Analisis Wacana Kelas. Data dikumpulkan dengan metode simak, dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat tan cakap, rekam, dan catat. Data dianalisis dengan menggunakan metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu. Hasil penelitian, bentuk tuturan langsung bermodus imperatif cenderung lebih sering dituturkan pada aspek mengamati. Fungsi tindak tutur ekspresif humanis yang cenderung digunakan adalah mengkritik atau menyarankan. Tindak tutur ekspresif humanis memiliki karakteristik, berdasarkan teori Rymes, mempertimbangkan dan memperhatikan konteks sosial, konteks interaksional, dan individual agency.The purpose of this study was to describe the shape and function of expressive speech acts humanist, humanists expressive speech acts characteristic of a three-dimensional views rymes discourse, and reason for the use of expressive speech acts humanist in learning interactions. The study design used is a Class Discourse Analysis. Data collected by the method seen above, continued to refer to the techniques involved tan-free conversation, record, and record. Data were analyzed by using basic techniques pilah match with decisive element. The results of the study, the imperative form of speech directly bermodus tend more often spoken at observing aspects. Fungsitindak expressive speech humanist most widely used is to criticize or suggest. Humanist expressive speech acts have characteristics, based on the theory rymes, consider and pay attention to the social context, interactional context, and individual agency.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2017-09-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/seloka/article/view/17272</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/seloka.v6i2.17272</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; Vol 6 No 2 (2017): Agustus 2017; 111-122</dc:source>
	<dc:source>2502-4493</dc:source>
	<dc:source>2301-6744</dc:source>
	<dc:source>10.15294/seloka.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/seloka/article/view/17272/8724</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>