Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Deiksis pada Wacana Sarasehan Habib dengan Masyarakat

Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia · Vol. 6 No. 3 (2018) · hlm. 273–285

DOI
10.15294/seloka.v6i3.20258
ISSN
2502-4493, 2301-6744
Terbit
2018-01-05
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Dalam wacana sarasehan habib dengan masyarakat terdapat bentuk-bentuk deiksis yang digunakan oleh penutur ataupun mitra tutur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk-bentuk deiksis, fungsi deiksis, dan deiksis paling dominan digunakan pada wacana sarasehan habib dengan masyarakat. Dalam penelitian ini digunakan desain penelitian kualitatif dan beberapa teknik pengumpulan data, seperti teknik sadap, teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik hubung banding menyamakan, memperbedakan, baca markah dan statistik deskriptif. Pada wacana sarasehan habib dengan masyarakat ditemukan bentuk-bentuk deiksis persona, spasial, temporal, wacana, sosial, dan numeral. Wacana sarasehan habib terdapat ciri yang khas yakni kaya dengan bentuk deiksis yang jumlahnya ribuan. Fungsi deiksis ada lima, yaitu fungsi emotif, konatif, referensial, puitik, dan fatik. Bentuk deiksis yang paling dominan adalah bentuk deiksis kita. Alasan penggunaan deiksis kita adalah menghilangkan jarak sosial antara habib dengan jamaahnya, sehingga tercipta adanya rasa kesatuan diantara mereka dan pembicaraan menjadi lebih luas, santai, dan lancar.In the habib informal discussion with his communities are forms of deixis used by the speaker or hearer. This study aims to identify forms of deixis, to describe the function of deixis, and to find of deixis dominantly used in this discourse. The data were collected via a qualitative research design and the use of multiple data collection techniques, such as involved conversation observation technique, uninvolved conversation observation technique, recording, and to note. Furthermore, the data were analyzed using an equal comparative relation technique, distinguish comparative relation technique, read many and descriptive statistics. At the habib’s informal discussion with his communities were found forms of personal, spatial, temporal, discourse, social, and numeral deixis. Discourse of habib’s informal discussion had a special characteristic that could be found many forms of deixis. The deixis function has five, whitin emotive, conative, referential, poetic, and fatic function. The most dominantly use of deixis were a deixis kita. Meanwhile, deixis ‘kita’ was often used because the speaker had a purpose to fade a distance between the speaker (habib) and listener (communities), so that the conversation could be more comprehensive, relaxed, and fluent.

Jaringan kolaborasi para penulis

12 penulis · 15 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Anastasia PudjitriherwantiAfiliasi tidak diketahui1
Haifa Firyal IswantoAfiliasi tidak diketahui1
Marliza ArsyanaAfiliasi tidak diketahui1
Gallant Karunia AssidikAfiliasi tidak diketahui1
Darwati DarwatiAfiliasi tidak diketahui1
Siti Nur FadilahAfiliasi tidak diketahui1
Safynatul FawziyyahAfiliasi tidak diketahui1
Silvia Oti NugraheniAfiliasi tidak diketahui1
Rustono RustonoAfiliasi tidak diketahui1
Hanan Karunia AfifahAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Deiksis pada Wacana Sarasehan Habib dengan Masyarakat</dc:title>
	<dc:creator>Riza, Luqman Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Santoso, B.Wahyudi Joko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam wacana sarasehan habib dengan masyarakat terdapat bentuk-bentuk deiksis yang digunakan oleh penutur ataupun mitra tutur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk-bentuk deiksis, fungsi deiksis, dan deiksis paling dominan digunakan pada wacana sarasehan habib dengan masyarakat. Dalam penelitian ini digunakan desain penelitian kualitatif dan beberapa teknik pengumpulan data, seperti teknik sadap, teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik hubung banding menyamakan, memperbedakan, baca markah dan statistik deskriptif. Pada wacana sarasehan habib dengan masyarakat ditemukan bentuk-bentuk deiksis persona, spasial, temporal, wacana, sosial, dan numeral. Wacana sarasehan habib terdapat ciri yang khas yakni kaya dengan bentuk deiksis yang jumlahnya ribuan. Fungsi deiksis ada lima, yaitu fungsi emotif, konatif, referensial, puitik, dan fatik. Bentuk deiksis yang paling dominan adalah bentuk deiksis kita. Alasan penggunaan deiksis kita adalah menghilangkan jarak sosial antara habib dengan jamaahnya, sehingga tercipta adanya rasa kesatuan diantara mereka dan pembicaraan menjadi lebih luas, santai, dan lancar.In the habib informal discussion with his communities are forms of deixis used by the speaker or hearer. This study aims to identify forms of deixis, to describe the function of deixis, and to find of deixis dominantly used in this discourse. The data were collected via a qualitative research design and the use of multiple data collection techniques, such as involved conversation observation technique, uninvolved conversation observation technique, recording, and to note. Furthermore, the data were analyzed using an equal comparative relation technique, distinguish comparative relation technique, read many and descriptive statistics. At the habib’s informal discussion with his communities were found forms of personal, spatial, temporal, discourse, social, and numeral deixis. Discourse of habib’s informal discussion had a special characteristic that could be found many forms of deixis. The deixis function has five, whitin emotive, conative, referential, poetic, and fatic function. The most dominantly use of deixis were a deixis kita. Meanwhile, deixis ‘kita’ was often used because the speaker had a purpose to fade a distance between the speaker (habib) and listener (communities), so that the conversation could be more comprehensive, relaxed, and fluent.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/seloka/article/view/20258</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/seloka.v6i3.20258</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017; 273-285</dc:source>
	<dc:source>2502-4493</dc:source>
	<dc:source>2301-6744</dc:source>
	<dc:source>10.15294/seloka.v6i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/seloka/article/view/20258/9605</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>