Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Implikatur Percakapan pada Iklan Kosmetik di Televisi: Kajian Pragmatik

Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia · Vol. 6 No. 3 (2018) · hlm. 323–330

DOI
10.15294/seloka.v6i3.20262
ISSN
2502-4493, 2301-6744
Terbit
2018-01-05
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Dalam perspektif berbahasa, implikatur digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Iklan kosmetik merupakan bentuk kegiatan komunikasi nonpersonal bersifat membujuk konsumen yang disampaikan melalui media dengan membayar ruang pakainya untuk menyampaikan suatu pesan mengenai produk yang digunakan pada tubuh manusia untuk membersihkan, mempercantik, mempromosikan daya tarik, atau mengubah penampilan. Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan mendeskripsikan wujud implikatur percakapan dan sumber terbentuknya implikatur percakapan. Pendekatan pragmatis digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji makna ujaran dalam situasi-situasi tertentu. Tuturan iklan yang dianalisis adalah tuturan pada iklan kosmetik. Data dikumpulkan melalui teknik simak dengan teknik dasar sadap dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Metode padan dengan teknik pilah unsur penentu digunakan untuk menganalisis data. Ditemukan tiga wujud implikatur: implikatur representatif; implikatur direktif-representatif; dan implikatur ekspresif-representatif. Ditemukan sumber implikatur percakapan diantaranya pelanggaran pada bidal kualitas, bidal kuantitas, bidal relevansi, bidal cara, bidal ketimbangrasaan, dan bidal keperkenaan.In language perspective, implicature is used in all sorts of aspects of life. The purpose of this study is to find out and describe the types of conversational implicature and the sources of conversational implicature. Data were collected using an attentively technique with bugging technique as the basic technique which continued using free attentively conversational technique, recording technique, and writing technique. Matching method with aggregrating technique of determiner elements was used to analyze data. Based on the result, found three types of implicature: (1) representative implicature; (2) directive-representatif implicature dan (3) expressive-representative implicature. Sources of conversational implicature were caused by violating on maxim of quality, maxim of quantity, maxim of relevance, maxim of manner, tact maxim, and approbation maxim.

Jaringan kolaborasi para penulis

17 penulis · 24 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Agustina Putri ReistantiAfiliasi tidak diketahui1
Septian AyuningtyasAfiliasi tidak diketahui1
Alien Kurnia Warya SeliaAfiliasi tidak diketahui1
Achmad Dicky RomadhanAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad SalaebingAfiliasi tidak diketahui1
Anastasia PudjitriherwantiAfiliasi tidak diketahui1
Haifa Firyal IswantoAfiliasi tidak diketahui1
Marliza ArsyanaAfiliasi tidak diketahui1
Gallant Karunia AssidikAfiliasi tidak diketahui1
Darwati DarwatiAfiliasi tidak diketahui1
Siti Nur FadilahAfiliasi tidak diketahui1
Luqman Nur RizaAfiliasi tidak diketahui1
Silvia Oti NugraheniAfiliasi tidak diketahui1
Rustono RustonoAfiliasi tidak diketahui1
Hanan Karunia AfifahAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implikatur Percakapan pada Iklan Kosmetik di Televisi: Kajian Pragmatik</dc:title>
	<dc:creator>Fawziyyah, Safynatul</dc:creator>
	<dc:creator>Santoso, B.Wahyudi Joko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam perspektif berbahasa, implikatur digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Iklan kosmetik merupakan bentuk kegiatan komunikasi nonpersonal bersifat membujuk konsumen yang disampaikan melalui media dengan membayar ruang pakainya untuk menyampaikan suatu pesan mengenai produk yang digunakan pada tubuh manusia untuk membersihkan, mempercantik, mempromosikan daya tarik, atau mengubah penampilan. Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan mendeskripsikan wujud implikatur percakapan dan sumber terbentuknya implikatur percakapan. Pendekatan pragmatis digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji makna ujaran dalam situasi-situasi tertentu. Tuturan iklan yang dianalisis adalah tuturan pada iklan kosmetik. Data dikumpulkan melalui teknik simak dengan teknik dasar sadap dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Metode padan dengan teknik pilah unsur penentu digunakan untuk menganalisis data. Ditemukan tiga wujud implikatur: implikatur representatif; implikatur direktif-representatif; dan implikatur ekspresif-representatif. Ditemukan sumber implikatur percakapan diantaranya pelanggaran pada bidal kualitas, bidal kuantitas, bidal relevansi, bidal cara, bidal ketimbangrasaan, dan bidal keperkenaan.In language perspective, implicature is used in all sorts of aspects of life. The purpose of this study is to find out and describe the types of conversational implicature and the sources of conversational implicature. Data were collected using an attentively technique with bugging technique as the basic technique which continued using free attentively conversational technique, recording technique, and writing technique. Matching method with aggregrating technique of determiner elements was used to analyze data. Based on the result, found three types of implicature: (1) representative implicature; (2) directive-representatif implicature dan (3) expressive-representative implicature. Sources of conversational implicature were caused by violating on maxim of quality, maxim of quantity, maxim of relevance, maxim of manner, tact maxim, and approbation maxim.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/seloka/article/view/20262</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/seloka.v6i3.20262</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017; 323-330</dc:source>
	<dc:source>2502-4493</dc:source>
	<dc:source>2301-6744</dc:source>
	<dc:source>10.15294/seloka.v6i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/seloka/article/view/20262/9610</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>