Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Nilai Budaya Kolektivisme dan Perilaku Asertif pada Suku Jawa

Journal of Social and Industrial Psychology · Vol. 11 No. 2 (2022) · hlm. 62–71

DOI
10.15294/sip.v11i2.64788
ISSN
2964-4135, 2252-6838
Terbit
2022-12-31
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Nilai budaya kolektivisme membentuk konstruk diri interdependen yang khas dengan hubungan saling bergantung dan memprioritaskan kelompok dari pada kebutuhan individual. Sering kali demi mempertahankan keharmonisan hubungan dengan orang lain membuat masyarakat Jawa sukar berperilaku asertif karena dikhawatirkan akan menyinggung perasaan orang lain. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Terdapat hubungan negatif antara nilai budaya kolektivisme dengan perilaku asertif pada suku Jawa di Desa Pesanggrahan”. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini merupakan warga Desa Pesanggrahan, dimana desa ini dinilai masih memegang erat nilai kolektivisme. Adapun teknik sampling yang digunakan yakni two stage cluster random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan skala psikologi, yakni skala perilaku asertif dan skala nilai budaya kolektivisme yang telah dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas skala perilaku asertif sebesar 0,772 (kuat) sedangkan hasil uji reliabilitas nilai budaya kolektivisme sebesar 0,905 (sangat kuat). Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Product Moment. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh nilai korelasi Pearson sebesar -0,543 dengan signifikansi 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima.

Jaringan kolaborasi para penulis

10 penulis · 12 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Rahmawati PrihastutyState University of Semarang3
Maydita Arie Stya PutriAfiliasi tidak diketahui1
Latifa FaristinAfiliasi tidak diketahui1
Dinar Emilia SafitriAfiliasi tidak diketahui1
Nugrah AsriningtyasAfiliasi tidak diketahui1
Athira Rafidha FirualAfiliasi tidak diketahui1
Awanda Putri IstiqomahAfiliasi tidak diketahui1
Melania Laillita KemalasariAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/sip/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Nilai Budaya Kolektivisme dan Perilaku Asertif pada Suku Jawa</dc:title>
	<dc:creator>Zakiya, Nufailatun</dc:creator>
	<dc:creator>Hariyadi, Sugeng</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nilai budaya kolektivisme membentuk konstruk diri interdependen yang khas dengan hubungan saling bergantung dan memprioritaskan kelompok dari pada kebutuhan individual. Sering kali demi mempertahankan keharmonisan hubungan dengan orang lain membuat masyarakat Jawa sukar berperilaku asertif karena dikhawatirkan akan menyinggung perasaan orang lain. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Terdapat hubungan negatif antara nilai budaya kolektivisme dengan perilaku asertif pada suku Jawa di Desa Pesanggrahan”. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini merupakan warga Desa Pesanggrahan, dimana desa ini dinilai masih memegang erat nilai kolektivisme. Adapun teknik sampling yang digunakan yakni two stage cluster random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan skala psikologi, yakni skala perilaku asertif dan skala nilai budaya kolektivisme yang telah dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas skala perilaku asertif sebesar 0,772 (kuat) sedangkan hasil uji reliabilitas nilai budaya kolektivisme sebesar 0,905 (sangat kuat). Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Product Moment. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh nilai korelasi Pearson sebesar -0,543 dengan signifikansi 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/sip/article/view/64788</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/sip.v11i2.64788</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Journal of Social and Industrial Psychology; Vol 11 No 2 (2022); 62-71</dc:source>
	<dc:source>2964-4135</dc:source>
	<dc:source>2252-6838</dc:source>
	<dc:source>10.15294/sip.v11i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/sip/article/view/64788/23432</dc:relation>
</oai_dc:dc>