Perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI), telah menghadirkan ChatGPT sebagai asisten virtual yang semakin banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. ChatGPT menawarkan kemudahan akses, fleksibilitas, serta dukungan interaktif yang dapat membantu mahasiswa dalam memahami materi dan menyelesaikan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas penggunaan ChatGPT sebagai asisten virtual bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei daring yang melibatkan 78 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berbasis skala Likert disusun berdasarkan lima indikator efektivitas menurut Gibson, yaitu produktivitas, kualitas, efisiensi, fleksibilitas, dan kepuasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ChatGPT sangat efektif pada empat indikator, yakni produktivitas (80,13%), fleksibilitas (79,89%), kepuasan (77,32%), dan efisiensi (76,52%). Sementara itu, indikator kualitas berada pada kategori efektif namun belum maksimal (74,44%), mengindikasikan perlunya verifikasi tambahan terhadap informasi yang diberikan. Secara keseluruhan, ChatGPT dinilai efektif dalam mendukung penyelesaian tugas akademik dan meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa. Namun demikian, akurasi keluaran AI masih menjadi perhatian sehingga pengguna tetap perlu melakukan pengecekan terhadap informasi yang diterima. Temuan ini memberikan gambaran penting mengenai pemanfaatan AI sebagai asisten virtual dalam pendidikan tinggi.
Collaboration network of the authors
8 authors ·
12 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.