Jurnal
PERGESERAN MAKNA IBADAH KURBAN SEBAGAI KONSTRUKSI IDENTITAS SOSIAL MASYARAKAT
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture · Vol. 4 No. 2 (2015)
- ISSN
- 2549-0729, 2252-7133
- Terbit
- 2015-09-08
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan dan pergeseran makna ibadah kurban sebagai konstruksi identitas sosial dalam ibadah kurban di Desa Banglarangan. Penelitian ini dilakukan di Desa Banglarangan, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: panitia kurban memberikan sosialisasi yang berbeda bagi masyarakat kelas atas dan masyarakat kelas bawah. Ibadah kurban disamping dimaknai sebagai ritual ibadah juga digunakan masyarakat sebagai nilai pembeda dengan sosialisasi yang berbeda dan juga dibuatkannya piagam kurban untuk shohibul qurban. Piagam kurban yang digunakan untuk mengonstruksikan identitas sosial shohibul qurban sebagai inteligensia karena mengadopsi gaya hidup kaum intelektual dengan piagam. Nilai pembeda itulah yang digunakan oleh masyarakat untuk mengonstruksi identitas sosialnya. Shohibul qurban akan mengonstruksikan identitasnya kembali menjelang pelaksanaan ibadah kurban. Shohibul qurban memiliki kelas baru sebagai masyarakat yang kaya dan religius meskipun latar belakang mereka berbeda-beda.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 128 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Universitas Halu Oleo
- Sebelas Maret University
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Asma Luthfi | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Ninuk Sholikhah Akhiroh | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Antari Ayuning Arsi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Rini Iswari | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Deni Kusdiyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Indah Nur Kumallasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Elly Kismini | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alisha Qotrunnada | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dewi Liesnoor Setyowati | State University of Semarang | 1 |
| Hamdan Tri Atmaja | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Misbahudin Azhar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Martien Herna Susanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fulia Aji Gustaman | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Moh. Solehatul Mustofa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ardiansyah Putra Wardana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Gunawan Gunawan | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Harto Wicaksono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dwi Wahyuni Kurniawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Wildan Khunaefi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aji Prasetya Wahyu Utama | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Asyif Awaludin Romadhoni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Monika Sri Yuliarti | Sebelas Maret University | 1 |
| Muhammad Wildan Khunaefi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Atika Wijaya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Didi Pramono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fajar Fajar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nina Witasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Latif Hendro Wibowo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rokhis Saidah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Asyam | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Gaby Lasmaria Rajagukguk | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Elluh Khosa Warningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Rokhmat | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ulfa Safangatun | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aji Kusuma Wardani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Deva Andrian Aditya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Agus Prayetno | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rico Teguh Kurniawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.