Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Kelompok Kicau Mania, Kontes Burung dan Kesadaran Konservasi Burung Kicau Di Kabupaten Blora

Solidarity: Journal of Education, Society and Culture · Vol. 8 No. 1 (2019) · hlm. 601–613

DOI
10.15294/solidarity.v8i1.32622
ISSN
2549-0729, 2252-7133
Terbit
2019-08-11
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Memelihara burung merupakan bagian dari kebudayaan Jawa. Dahulu jenis burung Perkutut merupakan hewan populer yang dipelihara orang-orang Jawa. Pada saat ini jenis burung yang dipelihara berubah menjadi jenis burung kicau sehingga memunculkan istilah kelompok kicau mania sebagai kelompok penggemar burung kicau. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui 1) profil kelompok kicau mania, 2) aktivitas kontes kicau, 3) kesadaran konservasi memelihara burung kicau. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yautu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kicau mania merupakan penggemar burung kicau yang memiliki berbagai pengetahuan tentang burung kicau serta pernah mengikuti kegiatan kontes kicau, 2) Aktivitas kicau mania adalah mengikuti kontes kicau, 3) Sudah ada kesadaran mengenai konservasi burung kicau yaitu tidak menangkap burung kicau dewasa di alam dan telah ada upaya pengembangbiakan untuk jenis burung Love Bird. Kelompok penggemar burung atau biasa disebut kicau mania semakin populer saat ini. Semakin maraknya aktivitas kontes kicau menandakan semakin banyaknya minat terhadap burung kicau. Memelihara burung kicau juga memunculkan kesadaran konservasi bagi penggemar burung kicau.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 112 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Baiq Farhatul WahidahAfiliasi tidak diketahui4
Harto WicaksonoAfiliasi tidak diketahui4
Atika WijayaAfiliasi tidak diketahui3
Afiat AfiantiAfiliasi tidak diketahui2
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang2
GunawanUniversitas Halu Oleo1
Wanti Nur JadidahAfiliasi tidak diketahui1
Sucihatiningsih Dian Wisita P rajantiAfiliasi tidak diketahui1
Annisa Udtafia FerawatiAfiliasi tidak diketahui1
Arif PurnomoAfiliasi tidak diketahui1
Ardani Dwi Pinkan SofiyanaAfiliasi tidak diketahui1
Eka YuniatiAfiliasi tidak diketahui1
Fahrisal HusainAfiliasi tidak diketahui1
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui1
S Jailany DarwisAfiliasi tidak diketahui1
Cahyo Budi UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Sella Ewinda PutriAfiliasi tidak diketahui1
Diaz Ayu SudwiarrumAfiliasi tidak diketahui1
Nurul FatimahUniversitas Halu Oleo1
Nizamuddin AliasAfiliasi tidak diketahui1
Malik Ridwan FauziAfiliasi tidak diketahui1
Wiwin MulyanahAfiliasi tidak diketahui1
Rizkiati KhasanahAfiliasi tidak diketahui1
Puji LestariAfiliasi tidak diketahui1
Andi SuhardiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Erisandi ArditamaAfiliasi tidak diketahui1
Iwan HardiAfiliasi tidak diketahui1
Didi PramonoAfiliasi tidak diketahui1
Ninuk Solikhah AkhirohAfiliasi tidak diketahui1
Siti KhuzaimahAfiliasi tidak diketahui1
Nekha Dewi AnggraeniAfiliasi tidak diketahui1
Zidane Atala NaufalAfiliasi tidak diketahui1
Ghisya Sauqina RosyadaAfiliasi tidak diketahui1
Kuncoro Bayu PrasetyoAfiliasi tidak diketahui1
Asma LutfiAfiliasi tidak diketahui1
Moh. Solehatul MustofaAfiliasi tidak diketahui1
Antari Ayuning ArsiAfiliasi tidak diketahui1
Siti Zakyatur Rofi'ahAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/solidarity/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kelompok Kicau Mania, Kontes Burung dan Kesadaran Konservasi Burung Kicau Di Kabupaten Blora</dc:title>
	<dc:creator>Mafaja, Khoirul</dc:creator>
	<dc:creator>Husain, Fadly</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Memelihara burung merupakan bagian dari kebudayaan Jawa. Dahulu jenis burung Perkutut merupakan hewan populer yang dipelihara orang-orang Jawa. Pada saat ini jenis burung yang dipelihara berubah menjadi jenis burung kicau sehingga memunculkan istilah kelompok kicau mania sebagai kelompok penggemar burung kicau. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui 1) profil kelompok kicau mania, 2) aktivitas kontes kicau, 3) kesadaran konservasi memelihara burung kicau. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yautu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kicau mania merupakan penggemar burung kicau yang memiliki berbagai pengetahuan tentang burung kicau serta pernah mengikuti kegiatan kontes kicau, 2) Aktivitas kicau mania adalah mengikuti kontes kicau, 3) Sudah ada kesadaran mengenai konservasi burung kicau yaitu tidak menangkap burung kicau dewasa di alam dan telah ada upaya pengembangbiakan untuk jenis burung Love Bird. Kelompok penggemar burung atau biasa disebut kicau mania semakin populer saat ini. Semakin maraknya aktivitas kontes kicau menandakan semakin banyaknya minat terhadap burung kicau. Memelihara burung kicau juga memunculkan kesadaran konservasi bagi penggemar burung kicau.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2019-08-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/solidarity/article/view/32622</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/solidarity.v8i1.32622</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Solidarity: Journal of Education, Society and Culture; Vol 8 No 1 (2019): SOLIDARITY; 601-613</dc:source>
	<dc:source>2549-0729</dc:source>
	<dc:source>2252-7133</dc:source>
	<dc:source>10.15294/solidarity.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/solidarity/article/view/32622/14171</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Solidarity: Journal of Education, Society and Culture</dc:rights>
</oai_dc:dc>