Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Perilaku Membeli Produk Pemutih Wajah di Kalangan Perempuan Pekerja Millet Tempat Pelelangan Ikan Jongor Kelurahan Tegalsari Kota Tegal

Solidarity: Journal of Education, Society and Culture · Vol. 8 No. 2 (2019) · hlm. 725–737

DOI
10.15294/solidarity.v8i2.35482
ISSN
2549-0729, 2252-7133
Terbit
2019-11-17
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Kehadiran produk pemutih mempengaruhi gaya hidup seseorang, khususnya bagi kaum perempuan. Keinginan untuk memiliki penampilan yang menarik dan cantik karena kecantikan bagi perempuan merupakan simbol keberadaan dalam lingkungan. Berbagai usaha dilakukan untuk mempertahankan citra diri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna produk pemutih bagi perempuan pekerja millet, dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mendorong perempuan pekerja millet dalam menggunakan produk pemutih wajah.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: Konsep cantik perempuan pekerja millet yaitu berasal dari lingkungan sosial perempuan pekerja millet, iklan, pembuktian eksistensi diri, dan konsep diri (self) tentang perempuan yang cantik. Faktor-faktor yang mendorongperempuan pekerja millet dalam menggunakan produk pemutih wajah adalah(1) adanya pengaruh teman sepergaulan (2) adanya keinginan untuk memiliki kulit wajah cantik, (3) pengaruh suami. Saran dari penelitian ini adalah perempuan pekerja millet sebaiknya mempertimbangkan jaminan kualitas krim pemutih dari penjual produk pemutih, dan perempuan pekerja millet sebaiknya memperhatikan antara kebutuhan kebutuhan sehari-hari dan keinginan membeli produk pemutih.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 96 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Universitas Halu Oleo
  • Monash University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Asma LuthfiAfiliasi tidak diketahui4
Nurul FatimahUniversitas Halu Oleo3
Agustinus Sugeng PriyantoAfiliasi tidak diketahui2
Etty SoesilowatiAfiliasi tidak diketahui2
Purwadi SuhandiniAfiliasi tidak diketahui2
Elly KisminiAfiliasi tidak diketahui2
Hamdan Tri AtmajaAfiliasi tidak diketahui2
Hartati Sulistyo RiniAfiliasi tidak diketahui2
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang1
Puji HardatiAfiliasi tidak diketahui1
Clara Candra SaputriAfiliasi tidak diketahui1
Hendro WibowoAfiliasi tidak diketahui1
Herry Prasetyo UtamaAfiliasi tidak diketahui1
Noviani Achmad PutriAfiliasi tidak diketahui1
Radini SintaAfiliasi tidak diketahui1
Asep GinanjarAfiliasi tidak diketahui1
Enni Suwarsi RahayuState University of Semarang1
Amin RetnoningsihAfiliasi tidak diketahui1
Bintang Faisal AkbarAfiliasi tidak diketahui1
Danissa Wirna KarmestiAfiliasi tidak diketahui1
Bambang IrawanMonash University1
Martitah MartitahAfiliasi tidak diketahui1
Baitur RahmanAfiliasi tidak diketahui1
Sucihatiningsih Dian Wisika PrajantiState University of Semarang1
Sahara SaharaAfiliasi tidak diketahui1
Abdul MajidUniversitas Halu Oleo1
Erni SuhariniAfiliasi tidak diketahui1
Dia Nita Ayuk SafitriAfiliasi tidak diketahui1
Khaironi KhaironiAfiliasi tidak diketahui1
Nurdianto NurdiantoAfiliasi tidak diketahui1
Suyahmo SuyahmoAfiliasi tidak diketahui1
Apriyanto Dani NugrohoAfiliasi tidak diketahui1
Setiana Eka RiniAfiliasi tidak diketahui1
Syaiful AmriAfiliasi tidak diketahui1
Tjaturahono Budi SanjotoAfiliasi tidak diketahui1
Sharfina KaraminaAfiliasi tidak diketahui1
Astuti Eka Stya IswaraAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/solidarity/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perilaku Membeli Produk Pemutih Wajah di Kalangan Perempuan Pekerja Millet Tempat Pelelangan Ikan Jongor Kelurahan Tegalsari Kota Tegal</dc:title>
	<dc:creator>Nindia, Sefira Rizki Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Arsal, Thriwaty</dc:creator>
	<dc:creator>Mustofa, Moh. Solehatul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kehadiran produk pemutih mempengaruhi gaya hidup seseorang, khususnya bagi kaum perempuan. Keinginan untuk memiliki penampilan yang menarik dan cantik karena kecantikan bagi perempuan merupakan simbol keberadaan dalam lingkungan. Berbagai usaha dilakukan untuk mempertahankan citra diri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna produk pemutih bagi perempuan pekerja millet, dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mendorong perempuan pekerja millet dalam menggunakan produk pemutih wajah.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: Konsep cantik perempuan pekerja millet yaitu berasal dari lingkungan sosial perempuan pekerja millet, iklan, pembuktian eksistensi diri, dan konsep diri (self) tentang perempuan yang cantik. Faktor-faktor yang mendorongperempuan pekerja millet dalam menggunakan produk pemutih wajah adalah(1) adanya pengaruh teman sepergaulan (2) adanya keinginan untuk memiliki kulit wajah cantik, (3) pengaruh suami. Saran dari penelitian ini adalah perempuan pekerja millet sebaiknya mempertimbangkan jaminan kualitas krim pemutih dari penjual produk pemutih, dan perempuan pekerja millet sebaiknya memperhatikan antara kebutuhan kebutuhan sehari-hari dan keinginan membeli produk pemutih.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/solidarity/article/view/35482</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/solidarity.v8i2.35482</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Solidarity: Journal of Education, Society and Culture; Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY; 725 - 737</dc:source>
	<dc:source>2549-0729</dc:source>
	<dc:source>2252-7133</dc:source>
	<dc:source>10.15294/solidarity.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/solidarity/article/view/35482/14638</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Solidarity: Journal of Education, Society and Culture</dc:rights>
</oai_dc:dc>