Jurnal
Pemanfaatan Hewan sebagai Obat dalam Pengobatan Tradisional Masyarakat Kalipelus Kabupaten Banjarnegara
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture · Vol. 9 No. 1 (2020) · hlm. 964–977
- ISSN
- 2549-0729, 2252-7133
- Terbit
- 2020-07-28
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya, baik flora maupun fauna. Keragaman hayati ini bisa dilihat pada pemanfaatan binatang sebagai obat dalam pengobatan tradisional pada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan pengetahuan masyarakat tentang pengobatan tradisional; 2) mengetahui pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan hewan sebagai obat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu masyarakat Desa Kalipelus yang meliputi praktisi pengobatan tradisional, pasien praktisi, dan masyarakat yang mempraktikkan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian meliputi tahap pra-lapangan dan tahap pekerjaan lapangan. Penelitian ini merupakan studi etnomedicine dan peneliti mengggunakan konsep etnomedicine Foster dan Anderson. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pengobatan tradisional menurut pengetahuan masyarakat Desa Kalipelus terdapat tiga sumber bahan obat yang salah satunya yaitu dari hewan yang berjumlah 24 jenis; 2) Terdapat dua cara pemakaian hewan obat yaitu sebagai obat luar dan dalam.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 112 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Halu Oleo
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Baiq Farhatul Wahidah | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Harto Wicaksono | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Atika Wijaya | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Afiat Afianti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Dewi Liesnoor Setyowati | State University of Semarang | 2 |
| Gunawan | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Wanti Nur Jadidah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sucihatiningsih Dian Wisita P rajanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Annisa Udtafia Ferawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arif Purnomo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ardani Dwi Pinkan Sofiyana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eka Yuniati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fahrisal Husain | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eva Banowati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| S Jailany Darwis | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Cahyo Budi Utomo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sella Ewinda Putri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Diaz Ayu Sudwiarrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurul Fatimah | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Nizamuddin Alias | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Malik Ridwan Fauzi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Wiwin Mulyanah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rizkiati Khasanah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Puji Lestari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andi Suhardiyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erisandi Arditama | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Iwan Hardi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Didi Pramono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ninuk Solikhah Akhiroh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siti Khuzaimah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nekha Dewi Anggraeni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zidane Atala Naufal | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ghisya Sauqina Rosyada | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Kuncoro Bayu Prasetyo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Asma Lutfi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Moh. Solehatul Mustofa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Antari Ayuning Arsi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siti Zakyatur Rofi'ah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.