Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Eksistensi Pendidikan Pesantrean Di Lingkungan Non Muslim Tionghoa

Solidarity: Journal of Education, Society and Culture · Vol. 10 No. 1 (2021) · hlm. 130–144

DOI
10.15294/solidarity.v10i1.48286
ISSN
2549-0729, 2252-7133
Terbit
2021-07-16
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Artikel ini menjelaskan upaya Pondok Pesantren Kauman di Desa Karangturi dalam mempertahankan eksistensi pendidikan pesantren di tengah lingkungan non-muslim Tionghoa. Pondok pesantren biasanya berdiri dan berkembang di lingkungan yang kental dengan budaya keislamannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk pendidikan, strategi, faktor pendorong dan penghambat dalam mempertahankan eksistensi Pondok Pesantren Kauman yang berada di tengah lingkungan non-Muslim Tionghoa. Metode penelitian yaitu penelitian kualitatif. Penulis menggunakan teori struktural fungsional dari Talcott Parsons untuk mempertahankan eksistensi suatu kelompok sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) pendidikan yang terdapat di Pondok Pesantren Kauman yaitu pendidikan formal, non-formal, dan pendidikan karakter. (2) strategi mempertahankan eksistensi diantaranya mempertahankan ciri khas pendidikan salaf, menerapkan akulturasi budaya Jawa-Arab-Tionghoa, dan konsisten menanamkan konsep Islam Rahmatan Lil Alamin. (3) faktor pendorong yaitu kerukunan umat beragama, menjunjung tinggi nilai toleransi, dan adanya ritual pesantren di ruang publik. Sedangkan faktor penghambat berasal dari tokoh agama setempat yang kurang mendukung berdirinya Pondok Pesantren Kauman.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 80 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Universitas Halu Oleo
  • Diponegoro University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Nugroho Trisnu BrataAfiliasi tidak diketahui3
Ninuk Sholikhah AkhirohAfiliasi tidak diketahui3
Sucihatiningsih Dian Wisika PrajantiState University of Semarang2
Nurul FatimahUniversitas Halu Oleo1
Didi PramonoAfiliasi tidak diketahui1
Heri TjahjonoAfiliasi tidak diketahui1
Munadi MunadiDiponegoro University1
Muhammad Fauzan RamadhanAfiliasi tidak diketahui1
Sucihatiningsih Dian Wisika PrajantiAfiliasi tidak diketahui1
Anwar Rifa’iAfiliasi tidak diketahui1
Tri Marhaeni Pudji AstutiAfiliasi tidak diketahui1
Dewi SetyaningrumAfiliasi tidak diketahui1
Nur Indah WahyuniAfiliasi tidak diketahui1
Reni AlfiyahAfiliasi tidak diketahui1
Tri Joko RaharjoAfiliasi tidak diketahui1
Nanang Eko YulistyawanAfiliasi tidak diketahui1
Agustinus Sugeng PriyantoAfiliasi tidak diketahui1
Saka Mahardika Oktav NugrahaAfiliasi tidak diketahui1
Cahyo Budi UtomoAfiliasi tidak diketahui1
FITROTUL FAJRINAfiliasi tidak diketahui1
Agustian Budi PrasetyaAfiliasi tidak diketahui1
Iqbal Reza PratamaAfiliasi tidak diketahui1
Fajar FajarAfiliasi tidak diketahui1
Antari Ayuning ArsiAfiliasi tidak diketahui1
Arsi Antari AyuningAfiliasi tidak diketahui1
Brata Nugroho TrisnuAfiliasi tidak diketahui1
Ni’mah HusnayyaAfiliasi tidak diketahui1
SiswandiAfiliasi tidak diketahui1
Putri AnggraeniAfiliasi tidak diketahui1
Nugraha Trisnu BrataAfiliasi tidak diketahui1
Rofiul Mula HelaAfiliasi tidak diketahui1
Asma LutfiAfiliasi tidak diketahui1
Marzuqo SeptianoAfiliasi tidak diketahui1
Ety SundariAfiliasi tidak diketahui1
Asma LuthfiAfiliasi tidak diketahui1
Kanita Khoirun NisaAfiliasi tidak diketahui1
Achmad Zahrul RinjaAfiliasi tidak diketahui1
Alfi NadhirohAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/solidarity/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Eksistensi Pendidikan Pesantrean Di Lingkungan Non Muslim Tionghoa</dc:title>
	<dc:creator>Rohmah, Miftachur</dc:creator>
	<dc:creator>Alimi, Moh. Yasir</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Artikel ini menjelaskan upaya Pondok Pesantren Kauman di Desa Karangturi dalam mempertahankan eksistensi pendidikan pesantren di tengah lingkungan non-muslim Tionghoa. Pondok pesantren biasanya berdiri dan berkembang di lingkungan yang kental dengan budaya keislamannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk pendidikan, strategi, faktor pendorong dan penghambat dalam mempertahankan eksistensi Pondok Pesantren Kauman yang berada di tengah lingkungan non-Muslim Tionghoa. Metode penelitian yaitu penelitian kualitatif. Penulis menggunakan teori struktural fungsional dari Talcott Parsons untuk mempertahankan eksistensi suatu kelompok sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) pendidikan yang terdapat di Pondok Pesantren Kauman yaitu pendidikan formal, non-formal, dan pendidikan karakter. (2) strategi mempertahankan eksistensi diantaranya mempertahankan ciri khas pendidikan salaf, menerapkan akulturasi budaya Jawa-Arab-Tionghoa, dan konsisten&amp;nbsp; menanamkan konsep Islam Rahmatan Lil Alamin. (3) faktor pendorong yaitu kerukunan umat beragama, menjunjung tinggi nilai toleransi, dan adanya ritual pesantren di ruang publik. Sedangkan faktor penghambat berasal dari tokoh agama setempat yang kurang mendukung berdirinya Pondok Pesantren Kauman.&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/solidarity/article/view/48286</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/solidarity.v10i1.48286</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Solidarity: Journal of Education, Society and Culture; Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY; 130 - 144</dc:source>
	<dc:source>2549-0729</dc:source>
	<dc:source>2252-7133</dc:source>
	<dc:source>10.15294/solidarity.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/solidarity/article/view/48286/19427</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Solidarity: Journal of Education, Society and Culture</dc:rights>
</oai_dc:dc>