Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Rasionalisasi Praktik Pendidikan Pribumi Sedulur Sikep Sukolilo Pati

Solidarity: Journal of Education, Society and Culture · Vol. 10 No. 2 (2021) · hlm. 251–260

DOI
10.15294/solidarity.v10i2.51918
ISSN
2549-0729, 2252-7133
Terbit
2021-11-20
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Pendidikan pribumi menjadi strategi yang penting dalam mempertahankan kearian lokal pada masyarakat Sedulur Sikep Sukolilo Pati. Selain itu, pendidikan pribumi menjadi rule of life yang tersirat dalam ajaran Kesedulursikepan sebagai pedoman hidup. Uniknya, di tengah animo masyarakat yang menyekolahkan generasinya di pendidikan formal untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Namun sebaliknya, Sedulur Sikep Sukolilo malah memperkuat sikap resisten pada pendidikan formal dan memilih untuk membumikan pendidikan lokal. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan rasionalisasi Sedulur Sikep melakukan pendidikan pribumi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif varian etnografi yang dikerangkai menggunakan Konsep Pedagogi Kritis Henry Giroux. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalisasi Sedulur Sikep melakukan pendidikan pribumi didasari karena adanya ajaran mengenai pendidikan dan politik identitas kultural. Hal tersebut digunakan untuk menciptakan kesadaran kritis dalam mengorganisasikan perjuangan sosial dan mepertahankan identitas kultural sebagai karakter budaya Sedulur Sikep. Sebab, karakter budaya lokal Sedulur Sikep merupakan nilai-nilai filosofis yang selalu dipertahankan di era global. Melalui tulisan ini akan lahir narasi baru mengenai gagasan pendidikan lokal yang jarang dijamah dan diperhatikan oleh pemerintah maupun antropolog di Indonesia.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 125 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Halu Oleo
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Fadly HusainAfiliasi tidak diketahui4
Atika WijayaAfiliasi tidak diketahui2
Dwi Wahyuni KurniawatiAfiliasi tidak diketahui2
Antari Ayuning ArsiAfiliasi tidak diketahui2
Yoga SaputraAfiliasi tidak diketahui1
Riya Fajar WatiAfiliasi tidak diketahui1
Dea Nurul ErickyAfiliasi tidak diketahui1
Ragil SujiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Yuni SholehAfiliasi tidak diketahui1
Nizamuddin AliasAfiliasi tidak diketahui1
Malik Ridwan FauziAfiliasi tidak diketahui1
Nurul FatimahAfiliasi tidak diketahui1
Gunawan GunawanUniversitas Halu Oleo1
Hartati Sulistyo RiniAfiliasi tidak diketahui1
Wildan KhunaefiAfiliasi tidak diketahui1
Aji Prasetya Wahyu UtamaAfiliasi tidak diketahui1
Asyif Awaludin RomadhoniAfiliasi tidak diketahui1
Didi PramonoAfiliasi tidak diketahui1
Ninuk Solikhah AkhirohAfiliasi tidak diketahui1
Siti KhuzaimahAfiliasi tidak diketahui1
Nekha Dewi AnggraeniAfiliasi tidak diketahui1
Zidane Atala NaufalAfiliasi tidak diketahui1
Ghisya Sauqina RosyadaAfiliasi tidak diketahui1
Kuncoro Bayu PrasetyoAfiliasi tidak diketahui1
Baiq Farhatul WahidahAfiliasi tidak diketahui1
Asma LutfiAfiliasi tidak diketahui1
FathimatuzzahroAfiliasi tidak diketahui1
Yunisa RahmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Siti MusharofahAfiliasi tidak diketahui1
SulasmiAfiliasi tidak diketahui1
Sri OknaridaAfiliasi tidak diketahui1
Ela Nur AiniAfiliasi tidak diketahui1
Amalia Fitri DamayantiAfiliasi tidak diketahui1
Fahriza Ragil RamadantiAfiliasi tidak diketahui1
Handika MuktiAfiliasi tidak diketahui1
kuntaswati KuntaswatiAfiliasi tidak diketahui1
Childa Suci WulandariAfiliasi tidak diketahui1
Yudha RadistyoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/solidarity/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Rasionalisasi Praktik Pendidikan Pribumi Sedulur Sikep Sukolilo Pati</dc:title>
	<dc:creator>Riyadli, Selamet</dc:creator>
	<dc:creator>Wicaksono, Harto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendidikan pribumi menjadi strategi yang penting dalam mempertahankan kearian lokal pada masyarakat Sedulur Sikep Sukolilo Pati. Selain itu, pendidikan pribumi menjadi rule of life yang tersirat dalam ajaran Kesedulursikepan sebagai pedoman hidup. Uniknya, di tengah animo masyarakat yang menyekolahkan generasinya di pendidikan formal untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Namun sebaliknya, Sedulur Sikep Sukolilo malah memperkuat sikap resisten pada pendidikan formal dan memilih untuk membumikan pendidikan lokal. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan rasionalisasi Sedulur Sikep melakukan pendidikan pribumi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif varian etnografi yang dikerangkai menggunakan Konsep Pedagogi Kritis Henry Giroux. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalisasi Sedulur Sikep melakukan pendidikan pribumi didasari karena adanya ajaran mengenai pendidikan dan politik identitas kultural. Hal tersebut digunakan untuk menciptakan kesadaran kritis dalam mengorganisasikan perjuangan sosial dan mepertahankan identitas kultural sebagai karakter budaya Sedulur Sikep. Sebab, karakter budaya lokal Sedulur Sikep merupakan nilai-nilai filosofis yang selalu dipertahankan di era global. Melalui tulisan ini akan lahir narasi baru mengenai gagasan pendidikan lokal yang jarang dijamah dan diperhatikan oleh pemerintah maupun antropolog di Indonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/solidarity/article/view/51918</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/solidarity.v10i2.51918</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Solidarity: Journal of Education, Society and Culture; Vol 10 No 2 (2021): SOLIDARITY; 251-260</dc:source>
	<dc:source>2549-0729</dc:source>
	<dc:source>2252-7133</dc:source>
	<dc:source>10.15294/solidarity.v10i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/solidarity/article/view/51918/20305</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Solidarity: Journal of Education, Society and Culture</dc:rights>
</oai_dc:dc>