Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Kajian Fenomenologi Dan Karakteristik Batik Pewarna Alam Pesisir Pada Batik Zie Kampung Malon Kota Semarang

Solidarity: Journal of Education, Society and Culture · Vol. 12 No. 1 (2023) · hlm. 187–202

DOI
10.15294/solidarity.v12i1.71474
ISSN
2549-0729, 2252-7133
Terbit
2023-07-17
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Sebagai produk kebudayaan tradisi, sesungguhnya dalam membuat batik, pewarna yang melekat dalam estetika batik adalah pewarna alam. Hal tersebut berkaitan dengan makna filosofis pada kehadiran warna alam yang ditampilkan. Namun saat ini nampaknya paradigma masyarakat terkait dengan pewarna alam justru terbalik. Secara umum, masyarakat akan memahami bahwa teknik pewarnaan batik lazim dengan menggunakan pewarna sintetis. Perajin batik di Desa Malon, Gunungpati Kabupaten Semarang mengembalikan kembali tradisi pewarnaan batik dengan menggunakan pewarna alam. Berdasarkan pada uaraian tersebut, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: (1) Faktor apa saja yang berpengaruh terhadap fenomena kehadiran batik pewarna alam pada batik Zie di Desa Malon, Kec. Gunungpati Kabupaten Semarang? (2) Bagaimana karakteristik batik pewarna alam pada batik Zie di Desa Malon, Kec. Gunungpati Kabupaten Semarang? Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian yaitu Batik Zie sebagai perajin batik pewarna alam di Desa Malom, Kec. Gunungpati, Kota Semarang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fenomena keberadaan batik Zie Semarang karena terdapat faktor pendukung yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor pembentuk internal mencakupi (1) kultur kebudayaan Jawa (Yogyakarta) yang hadir dalam kehidupan pendiri Zie Batik; (2) kondisi mental pemilik Zie batik yang terbentuk atas dasar falsafah kebudayaan Jawa seperti karakter sabar, ulet, titi dan narima; (3) minat dan motivasi pendiri Zie Batik yang tinggi terhadap dunia kesenian yang terbentuk dari kecil hingga pengalaman bergelut di dunia kerja. Adapun faktor pembentuk eksternal meliputi (1) Situasi dan kondisi arena pasar persaingan produksi batik berdasarkan hostoris pengalaman hidup pendiri Zie Batik dan dinamika perjalanan batik Semarang; (2) Misi pelestarian alam (konservasi) sebagai strategi memberikan nilai beda (branding produk) batik yang diproduksi dibandingkan dengan batik Semarang lain yang ada; (3) Kondisi geografis, lingkungan alam dan lingkungan masyarakt yang mendukung; (4) Strategi segmen pasar khusus yang menjanjikan. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa motif batik Zie batik telah mencapai nilai estetis yang baik, baik dilihat dari sisi nilai estetis internal maupun nilai estetis eksternal.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 117 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Halu Oleo
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Fadly HusainAfiliasi tidak diketahui4
Antari Ayuning ArsiAfiliasi tidak diketahui3
Atika WijayaAfiliasi tidak diketahui2
Gunawan GunawanAfiliasi tidak diketahui2
Hartati Sulistyo RiniAfiliasi tidak diketahui2
Wildan KhunaefiAfiliasi tidak diketahui2
Aji Prasetya Wahyu UtamaAfiliasi tidak diketahui2
Asyif Awaludin RomadhoniAfiliasi tidak diketahui2
Yoga SaputraAfiliasi tidak diketahui1
Eko SugiartoAfiliasi tidak diketahui1
Kemal Budi MulyonoAfiliasi tidak diketahui1
Riya Fajar WatiAfiliasi tidak diketahui1
Dea Nurul ErickyAfiliasi tidak diketahui1
Akhmad ZunaliaAfiliasi tidak diketahui1
Carsita CarsitaAfiliasi tidak diketahui1
Siti FadhilahAfiliasi tidak diketahui1
Alifia Rembulan Rahma FirdausiAfiliasi tidak diketahui1
Tri MurdiyonoAfiliasi tidak diketahui1
Ragil SujiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Yuni SholehAfiliasi tidak diketahui1
Nurul FatimahUniversitas Halu Oleo1
Nizamuddin AliasAfiliasi tidak diketahui1
Malik Ridwan FauziAfiliasi tidak diketahui1
Didi PramonoAfiliasi tidak diketahui1
Ninuk Solikhah AkhirohAfiliasi tidak diketahui1
Siti KhuzaimahAfiliasi tidak diketahui1
Nekha Dewi AnggraeniAfiliasi tidak diketahui1
Zidane Atala NaufalAfiliasi tidak diketahui1
Ghisya Sauqina RosyadaAfiliasi tidak diketahui1
Kuncoro Bayu PrasetyoAfiliasi tidak diketahui1
Baiq Farhatul WahidahAfiliasi tidak diketahui1
Asma LutfiAfiliasi tidak diketahui1
FathimatuzzahroAfiliasi tidak diketahui1
Yunisa RahmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Siti MusharofahAfiliasi tidak diketahui1
SulasmiAfiliasi tidak diketahui1
Sri OknaridaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/solidarity/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Fenomenologi Dan Karakteristik Batik Pewarna Alam Pesisir Pada Batik Zie Kampung Malon Kota Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawati, Dwi Wahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Imawati, Rizka Alfiana</dc:creator>
	<dc:creator>Wicaksono, Harto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sebagai produk kebudayaan tradisi, sesungguhnya dalam membuat batik, pewarna yang melekat dalam estetika batik adalah pewarna alam. Hal tersebut berkaitan dengan makna filosofis pada kehadiran warna alam yang ditampilkan. Namun saat ini nampaknya paradigma masyarakat terkait dengan pewarna alam justru terbalik. Secara umum, masyarakat akan memahami bahwa teknik pewarnaan batik lazim dengan menggunakan pewarna sintetis. Perajin batik di Desa Malon, Gunungpati Kabupaten Semarang mengembalikan kembali tradisi pewarnaan batik dengan menggunakan pewarna alam. Berdasarkan pada uaraian tersebut, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: (1) Faktor apa saja yang berpengaruh terhadap fenomena kehadiran batik pewarna alam pada batik Zie di Desa Malon, Kec. Gunungpati Kabupaten Semarang? (2) Bagaimana karakteristik batik pewarna alam pada batik Zie di Desa Malon, Kec. Gunungpati Kabupaten Semarang? Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian yaitu Batik Zie sebagai perajin batik pewarna alam di Desa Malom, Kec. Gunungpati, Kota Semarang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fenomena keberadaan batik Zie Semarang karena terdapat faktor pendukung yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor pembentuk internal mencakupi (1) kultur kebudayaan Jawa (Yogyakarta) yang hadir dalam kehidupan pendiri Zie Batik; (2) kondisi mental pemilik Zie batik yang terbentuk atas dasar falsafah kebudayaan Jawa seperti karakter sabar, ulet, titi dan narima; (3) minat dan motivasi pendiri Zie Batik yang tinggi terhadap dunia kesenian yang terbentuk dari kecil hingga pengalaman bergelut di dunia kerja. Adapun faktor pembentuk eksternal meliputi (1) Situasi dan kondisi arena pasar persaingan produksi batik berdasarkan hostoris pengalaman hidup pendiri Zie Batik dan dinamika perjalanan batik Semarang; (2) Misi pelestarian alam (konservasi) sebagai strategi memberikan nilai beda (branding produk) batik yang diproduksi dibandingkan dengan batik Semarang lain yang ada; (3) Kondisi geografis, lingkungan alam dan lingkungan masyarakt yang mendukung; (4) Strategi segmen pasar khusus yang menjanjikan. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa motif batik Zie batik telah mencapai nilai estetis yang baik, baik dilihat dari sisi nilai estetis internal maupun nilai estetis eksternal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/solidarity/article/view/71474</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/solidarity.v12i1.71474</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Solidarity: Journal of Education, Society and Culture; Vol 12 No 1 (2023): SOLIDARITY; 187-202</dc:source>
	<dc:source>2549-0729</dc:source>
	<dc:source>2252-7133</dc:source>
	<dc:source>10.15294/solidarity.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/solidarity/article/view/71474/24774</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Solidarity: Journal of Education, Society and Culture</dc:rights>
</oai_dc:dc>