Jurnal
GURU DIGITAL: KONSERVASI SOCIOCULTURAL MELALUI PENGEMBANGAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH YAYASAN MA’ARIF NU MANGKANG KOTA SEMARANG
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS · Vol. 6 No. 2 (2024) · hlm. 113–121
- ISSN
- 2685-4929
- Terbit
- 2024-10-28
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Peran guru sangat krusial pada era digital sekarang ini. Segala informasi akan dengan mudah masuk dan diakses oleh peserta didik, baik itu informasi yang positif maupun yang negatif. Hal ini menuntut guru untuk mempunyai keterampilan mendesain pembelajaran yang memadukan teknologi digital dengan kearifan lokal sehingga proses pembelajaran dapat memberikan bekal kepada peserta didik bagaimana hidup di era digital dengan tidak tertinggal dari kemajuan IPTEK sekaligus tidak meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Maka perlu adanya upaya dari pihak sekolah dan tim pengabdi untuk mendesain proses pembelajaran yang dapat memfasilitasi peserta didik sebagai digital native generations yang kehidupannya sangat erat dengan dunia digital dan penanaman nilai-nilai kearifan lokal sebagai bekal filter mandiri peserta didik dari terpaan kebudayaan luar yang masuk melalui internet. Metode yang digunakan pada ini adalah Community Development Practice dengan prosedur terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan follow-up. Kegiatan terlaksana dengan baik, peserta berkolaborasi dengan tim mampu membuat dan mengembangkan media pembelajaran berbasis digital serta mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dan sosiocultural kedalam materi dan media pembelajaran berbasis digital. The role of teachers is very crucial in the digital era today. All information will be easily entered and accessed by students, both positive and negative information. This requires teachers to have the skills to design learning that combines digital technology with local wisdom so that the learning process can provide students with provisions on how to live in the digital era without being left behind by the progress of science and technology while not leaving behind the values of local wisdom. There needs to be an effort from the school and the service team to design a learning process that can facilitate students as digital native generations whose lives are very close to the digital world and the instillation of local wisdom values as provisions for independent filters for students from exposure to external culture that enters through the internet. The method used in this service is Community Development Practice with procedures consisting of planning, implementation, evaluation and follow-up. The activity was carried out well, participants collaborated with the team to be able to create and develop digital-based learning media and integrate local wisdom and sociocultural values into digital-based learning materials and media.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 132 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Halu Oleo
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Noviani Achmad Putri | Afiliasi tidak diketahui | 11 |
| Aisyah Nur Sayidatun Nisa | Afiliasi tidak diketahui | 11 |
| Fredy Hermanto | Afiliasi tidak diketahui | 8 |
| Radini Sinta | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Arif Purnomo | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Tukidi . | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Yadi Suryadi | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Dyah Ayu Sagita Putri | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Adila Bunga Mewangi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mustamin Anggo | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Ruslan . | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dina Ayu Widyastuti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Egidia Aloevera | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Abdullah Igo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Murniati . | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fitri Ramadhani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Khelana Ramadhan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Inggah Pratiwi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zuhrian Ivan Arvianto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ferani Mulianingsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anang Widhi Nirwansyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Suharyati Suharyati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fredy Fredy | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aan Aan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anindya Anindya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lia Lia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Khasiatun Khasiatun | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Galih Mahardika Christian | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dinok Sudiami | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Moh. Solehatul Mustofa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Apik Budi Santoso | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.