Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENGUATAN LITERASI KEBUDAYAAN LOKAL BERBASIS MEDIA INSTAGRAM KEPADA GEN-Z DI KOTA SEMARANG (STUDI KASUS DENOK KENANG KOTA SEMARANG)

Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS · Vol. 8 No. 1 (2026) · hlm. 37–50

DOI
10.15294/sosiolium.v8i1.27609
ISSN
2685-4929
Terbit
2026-04-30
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Literasi kebudayaan adalah kemampuan untuk memahami serta mengenali budaya, baik budaya lokal maupun budaya nasional. Pada era digital saat ini, media sosial seperti Instagram dapat digunakan dalam memperkuat literasi budaya lokal, khususnya bagi Gen-Z yang merupakan pengguna aktif platform tersebut. Namun, mereka cenderung kurang tertarik akan konten budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya dan faktor kendala yang dihadapi oleh Denok Kenang Kota Semarang dalam memperkuat literasi budaya lokal kepada Gen-Z melalui media Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi visual, pendekatan yang sesuai dengan karakter Gen-Z, dan penerapan Teori Pembelajaran Sosial berperan penting dalam keberhasilan program. Meskipun terdapat kendala perubahan algoritma dan keterbatasan anggaran. Upaya adaptasi, kolaborasi dengan komunitas budaya, serta pemanfaatan konten buatan followers (repost content) menjadi solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan literasi budaya lokal melalui media Instagram. Cultural literacy is the ability to understand and recognize culture, both local and national culture. In the current digital era, social media such as Instagram can be used to strengthen local cultural literacy, especially for Gen-Z who are active users of the platform. However, they tend to be less interested in local cultural content. This study aims to examine the efforts and constraining factors faced by Denok Kenang Semarang City in strengthening local cultural literacy to Gen-Z through Instagram media. The research method used is qualitative research method, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that visual strategies, an approach that suits Gen-Z characters, and the application of Social Learning Theory play an important role in the success of the program. Although there are obstacles such as algorithm changes and budget limitations. Adaptation efforts, collaboration with cultural communities, and utilization of content made by followers (repost content) are effective and sustainable solutions in increasing local cultural literacy through Instagram media.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

29 penulis · 103 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Aisyah Nur Sayidatun NisaAfiliasi tidak diketahui2
Nugraheni ArumsariAfiliasi tidak diketahui2
Himmatul UlyaAfiliasi tidak diketahui2
Siti Muslikhatul UmmahAfiliasi tidak diketahui2
Hany NurpratiwiAfiliasi tidak diketahui2
Ferani MulianingsihAfiliasi tidak diketahui2
Laila Qurotul AiniAfiliasi tidak diketahui1
Yuni PrasetyaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Egidia Aldila ShafiraAfiliasi tidak diketahui1
Lathifatus SabilaAfiliasi tidak diketahui1
Rizqullah Sufi MuhammadAfiliasi tidak diketahui1
Syahin Muhammad AlhadiAfiliasi tidak diketahui1
Azi Mahtul AzifahAfiliasi tidak diketahui1
Siti Ekowati RusdiniAfiliasi tidak diketahui1
Nor Zana Binti Mohd AmirAfiliasi tidak diketahui1
Ayu Wulansari PramitaAfiliasi tidak diketahui1
Wiranisa Bellatrix SinagaAfiliasi tidak diketahui1
Sony ZulfikasariState University of Semarang1
Tio Putra RefiyanAfiliasi tidak diketahui1
Noviani Achmad PutriAfiliasi tidak diketahui1
Asep GinanjarAfiliasi tidak diketahui1
Fredy HermantoAfiliasi tidak diketahui1
Aan Probo WirantoAfiliasi tidak diketahui1
Rafi Larepa AlmandaAfiliasi tidak diketahui1
Isnaeni Nur AdillahAfiliasi tidak diketahui1
Syahrul Syah SinagaAfiliasi tidak diketahui1
Antonius Edi NugrohoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/sosiolium/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENGUATAN LITERASI KEBUDAYAAN LOKAL BERBASIS MEDIA INSTAGRAM KEPADA GEN-Z DI KOTA SEMARANG (STUDI KASUS DENOK KENANG KOTA SEMARANG)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Diah Ayu Puji Lestari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Restu Ayu Mumpuni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Local Culture Literacy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Instagram Media</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Generation Z</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Literasi kebudayaan adalah kemampuan untuk memahami serta mengenali budaya, baik budaya lokal maupun budaya nasional. Pada era digital saat ini, media sosial seperti Instagram dapat digunakan dalam memperkuat literasi budaya lokal, khususnya bagi Gen-Z yang merupakan pengguna aktif platform tersebut. Namun, mereka cenderung kurang tertarik akan konten budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya dan faktor kendala yang dihadapi oleh Denok Kenang Kota Semarang dalam memperkuat literasi budaya lokal kepada Gen-Z melalui media Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi visual, pendekatan yang sesuai dengan karakter Gen-Z, dan penerapan Teori Pembelajaran Sosial berperan penting dalam keberhasilan program. Meskipun terdapat kendala perubahan algoritma dan keterbatasan anggaran. Upaya adaptasi, kolaborasi dengan komunitas budaya, serta pemanfaatan konten buatan followers (repost content) menjadi solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan literasi budaya lokal melalui media Instagram.
Cultural literacy is the ability to understand and recognize culture, both local and national culture. In the current digital era, social media such as Instagram can be used to strengthen local cultural literacy, especially for Gen-Z who are active users of the platform. However, they tend to be less interested in local cultural content. This study aims to examine the efforts and constraining factors faced by Denok Kenang Semarang City in strengthening local cultural literacy to Gen-Z through Instagram media. The research method used is qualitative research method, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that visual strategies, an approach that suits Gen-Z characters, and the application of Social Learning Theory play an important role in the success of the program. Although there are obstacles such as algorithm changes and budget limitations. Adaptation efforts, collaboration with cultural communities, and utilization of content made by followers (repost content) are effective and sustainable solutions in increasing local cultural literacy through Instagram media.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2026-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/sosiolium/article/view/27609</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/sosiolium.v8i1.27609</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS; Vol. 8 No. 1 (2026): April; 37-50</dc:source>
	<dc:source>2685-4929</dc:source>
	<dc:source>10.15294/sosiolium.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/sosiolium/article/view/27609/9362</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS</dc:rights>
</oai_dc:dc>