Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

IMPLEMENTASI LITERASI ETIKA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 2 TOROH

Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS · Vol. 8 No. 1 (2026) · hlm. 1–5

DOI
10.15294/sosiolium.v8i1.44659
ISSN
2685-4929
Terbit
2026-04-30
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian ini bertujuan membahas bagaimana implementasi literasi etika digital dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 2 Toroh serta mengidentifikasi hambatan dan upaya penanganannya. Literasi etika digital penting dikembangkan agar siswa tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami dan menerapkan nilai etis seperti menghormati hak cipta, menjaga privasi digital, dan mengendalikan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru IPS kelas VIII, dan siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik, analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi etika digital telah diimplementasikan dalam pembelajaran IPS melalui pemanfaatan media digital, penerapan model Project-Based Learning, serta peran guru sebagai fasilitator dan scaffolding. Siswa dibiasakan mencantumkan sumber informasi menghargai hak cipta, memilah informasi yang valid, serta berkomunikasi secara etis di ruang digital. Proses ini sejalan dengan teori konstruktivisme yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman, interaksi sosial, dan refleksi terhadap lingkungan belajar digital. Namun, masih ditemukan hambatan berupa perbedaan tingkat pemahaman siswa, keterbatasan perangkat pendukung, serta belum meratanya pemahaman etika digital. Upaya yang dilakukan meliputi pendampingan guru secara berkelanjutan, pemberian contoh konkret, dan pembiasaan nilai etika digital dalam pembelajaran IPS. This study aims to examine the implementation of digital ethics literacy in social studies instruction at SMP Negeri 2 Toroh and to identify the challenges involved and strategies for addressing them. Digital ethics literacy is important to develop so that students are not only able to use technology, but also understand and apply ethical values such as respecting copyright, maintaining digital privacy, and controlling information. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. The research subjects included the principal, eighth-grade social studies teachers, and eighth-grade students. Data collection techniques were conducted through interviews, observation, and documentation. Data validity was obtained through source and technique triangulation, and data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that digital ethics literacy has been implemented in social studies learning through the use of digital media, the application of the Project-Based Learning model, and the role of teachers as facilitators and scaffolding. Students are accustomed to citing sources of information, respecting copyright, sorting valid information, and communicating ethically in digital spaces. This process is in line with constructivism theory, which emphasizes learning through experience, social interaction, and reflection on the digital learning environment. However, obstacles were still found in the form of differences in students' levels of understanding, limitations in supporting devices, and uneven understanding of digital ethics. Efforts made included continuous teacher assistance, providing concrete examples, and instilling digital ethics values in social studies learning.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

12 penulis · 18 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Restu Ayu MumpuniAfiliasi tidak diketahui2
Nugraheni ArumsariAfiliasi tidak diketahui2
Siti Muslikhatul UmmahAfiliasi tidak diketahui2
Rina RachmawatiAfiliasi tidak diketahui1
M Fikri AmrullahAfiliasi tidak diketahui1
Yadi SuryadiAfiliasi tidak diketahui1
Lukki LukitawatiAfiliasi tidak diketahui1
. KartonoAfiliasi tidak diketahui1
Masrukan -Afiliasi tidak diketahui1
Dekar Dwi ArdiantiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/sosiolium/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">IMPLEMENTASI LITERASI ETIKA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 2 TOROH</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nabila Septiriyana Sukma, Nabila</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Himmatul Ulya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">digital ethical literacy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">social studies learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">constructivism</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan membahas bagaimana implementasi literasi etika digital dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 2 Toroh serta mengidentifikasi hambatan dan upaya penanganannya. Literasi etika digital penting dikembangkan agar siswa tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami dan menerapkan nilai etis seperti menghormati hak cipta, menjaga privasi digital, dan mengendalikan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru IPS kelas VIII, dan siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik, analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi etika digital telah diimplementasikan dalam pembelajaran IPS melalui pemanfaatan media digital, penerapan model Project-Based Learning, serta peran guru sebagai fasilitator dan scaffolding. Siswa dibiasakan mencantumkan sumber informasi menghargai hak cipta, memilah informasi yang valid, serta berkomunikasi secara etis di ruang digital. Proses ini sejalan dengan teori konstruktivisme yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman, interaksi sosial, dan refleksi terhadap lingkungan belajar digital. Namun, masih ditemukan hambatan berupa perbedaan tingkat pemahaman siswa, keterbatasan perangkat pendukung, serta belum meratanya pemahaman etika digital. Upaya yang dilakukan meliputi pendampingan guru secara berkelanjutan, pemberian contoh konkret, dan pembiasaan nilai etika digital dalam pembelajaran IPS.
This study aims to examine the implementation of digital ethics literacy in social studies instruction at SMP Negeri 2 Toroh and to identify the challenges involved and strategies for addressing them. Digital ethics literacy is important to develop so that students are not only able to use technology, but also understand and apply ethical values such as respecting copyright, maintaining digital privacy, and controlling information. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. The research subjects included the principal, eighth-grade social studies teachers, and eighth-grade students. Data collection techniques were conducted through interviews, observation, and documentation. Data validity was obtained through source and technique triangulation, and data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that digital ethics literacy has been implemented in social studies learning through the use of digital media, the application of the Project-Based Learning model, and the role of teachers as facilitators and scaffolding. Students are accustomed to citing sources of information, respecting copyright, sorting valid information, and communicating ethically in digital spaces. This process is in line with constructivism theory, which emphasizes learning through experience, social interaction, and reflection on the digital learning environment. However, obstacles were still found in the form of differences in students' levels of understanding, limitations in supporting devices, and uneven understanding of digital ethics. Efforts made included continuous teacher assistance, providing concrete examples, and instilling digital ethics values in social studies learning. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2026-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/sosiolium/article/view/44659</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/sosiolium.v8i1.44659</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS; Vol. 8 No. 1 (2026): April; 1-5</dc:source>
	<dc:source>2685-4929</dc:source>
	<dc:source>10.15294/sosiolium.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/sosiolium/article/view/44659/9322</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS</dc:rights>
</oai_dc:dc>