Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Prediksi Curah Hujan Harian Menggunakan Metode Principal Component Analysis (PCA) dan Long Short-Term Memory (LSTM)

Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi · Vol. 6 No. 1 (2026) · pp. 1–13

DOI
10.51454/decode.v6i1.1451
ISSN
2775-1813, 2775-2984
Published
2026-01-22
Publisher
Universitas Muhammadiyah Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Intensitas curah hujan memiliki keterkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam sektor lingkungan, transportasi, dan mitigasi bencana. Pengukuran curah hujan di Indonesia umumnya dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggunakan alat konvensional yang berpotensi mengalami penurunan akurasi akibat faktor teknis maupun lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan metode prediksi sebagai alternatif untuk menghindari kekosongan data serta sebagai acuan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan memprediksi curah hujan harian di Tanjung Perak, Surabaya, menggunakan kombinasi Principal Component Analysis (PCA) dan Long Short-Term Memory (LSTM). PCA digunakan untuk mereduksi dimensi variabel meteorologi sehingga diperoleh fitur yang paling berpengaruh terhadap curah hujan, sedangkan LSTM digunakan untuk memodelkan data deret waktu. Data yang digunakan merupakan data observasi harian BMKG periode 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2024. Hasil PCA menunjukkan bahwa temperatur rata-rata, kelembapan rata-rata, dan kecepatan angin rata-rata merupakan variabel dominan. Model terbaik diperoleh pada konfigurasi 150 hidden layer, batch size 256, dan learn rate drop period 50 dengan nilai MAAPE sebesar 0,5662. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi metode PCA-LSTM mampu memprediksi curah hujan harian dengan kinerja yang cukup baik.

Collaboration network of the authors

4 authors · 6 co-authorship links · 3 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Meteorological, Climatological, And Geophysical Agency
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2775-1813/works, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Prediksi Curah Hujan Harian Menggunakan Metode Principal Component Analysis (PCA) dan Long Short-Term Memory (LSTM)</dc:title><dc:creator>Prasetia, M. Risky</dc:creator><dc:creator>Dewi, Ratna Cintya</dc:creator><dc:creator>Asyhar, Ahmad Hanif</dc:creator><dc:creator>Hamid, Abdulloh</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Intensitas curah hujan memiliki keterkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam sektor lingkungan, transportasi, dan mitigasi bencana. Pengukuran curah hujan di Indonesia umumnya dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggunakan alat konvensional yang berpotensi mengalami penurunan akurasi akibat faktor teknis maupun lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan metode prediksi sebagai alternatif untuk menghindari kekosongan data serta sebagai acuan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan memprediksi curah hujan harian di Tanjung Perak, Surabaya, menggunakan kombinasi Principal Component Analysis (PCA) dan Long Short-Term Memory (LSTM). PCA digunakan untuk mereduksi dimensi variabel meteorologi sehingga diperoleh fitur yang paling berpengaruh terhadap curah hujan, sedangkan LSTM digunakan untuk memodelkan data deret waktu. Data yang digunakan merupakan data observasi harian BMKG periode 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2024. Hasil PCA menunjukkan bahwa temperatur rata-rata, kelembapan rata-rata, dan kecepatan angin rata-rata merupakan variabel dominan. Model terbaik diperoleh pada konfigurasi 150 hidden layer, batch size 256, dan learn rate drop period 50 dengan nilai MAAPE sebesar 0,5662. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi metode PCA-LSTM mampu memprediksi curah hujan harian dengan kinerja yang cukup baik.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Universitas Muhammadiyah Kendari</dc:publisher><dc:date>2026-01-22</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.51454/decode.v6i1.1451</dc:identifier><dc:identifier>10.51454/decode.v6i1.1451</dc:identifier><dc:source>Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi; Vol 6 No 1 (2026); 1-13</dc:source><dc:source>2775-1813</dc:source><dc:source>2775-2984</dc:source><dc:relation>https://journal.umkendari.ac.id/decode/article/download/1451/798</dc:relation><dc:rights>https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights></oai_dc:dc>