Intensitas curah hujan memiliki keterkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam sektor lingkungan, transportasi, dan mitigasi bencana. Pengukuran curah hujan di Indonesia umumnya dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggunakan alat konvensional yang berpotensi mengalami penurunan akurasi akibat faktor teknis maupun lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan metode prediksi sebagai alternatif untuk menghindari kekosongan data serta sebagai acuan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan memprediksi curah hujan harian di Tanjung Perak, Surabaya, menggunakan kombinasi Principal Component Analysis (PCA) dan Long Short-Term Memory (LSTM). PCA digunakan untuk mereduksi dimensi variabel meteorologi sehingga diperoleh fitur yang paling berpengaruh terhadap curah hujan, sedangkan LSTM digunakan untuk memodelkan data deret waktu. Data yang digunakan merupakan data observasi harian BMKG periode 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2024. Hasil PCA menunjukkan bahwa temperatur rata-rata, kelembapan rata-rata, dan kecepatan angin rata-rata merupakan variabel dominan. Model terbaik diperoleh pada konfigurasi 150 hidden layer, batch size 256, dan learn rate drop period 50 dengan nilai MAAPE sebesar 0,5662. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi metode PCA-LSTM mampu memprediksi curah hujan harian dengan kinerja yang cukup baik.
Collaboration network of the authors
4 authors ·
6 co-authorship links
· 3 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
UIN Sunan Ampel Surabaya
Meteorological, Climatological, And Geophysical Agency
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-author
Organisation
Joint articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.