Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PROSTITUSI DI KALANGAN PEDAGANG DI JALAN PANTURA ALAS ROBAN KABUPATEN BATANG

Unnes Civic Education Journal · Vol. 1 No. 2 (2013)

DOI
10.15294/ucej.v1i2.1012
ISSN
2549-0400, 2252-6293
Terbit
2013-02-28
Penerbit
Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana modus terjadinya prostitusi di kalangan pedagang di Jalan Pantura Alas Roban Kabupaten Batang, (2) Bagaimana respon masyarakat terhadap pelaku prostitusi di kalangan pedagang di Jalan Pantura Alas Roban Kabupaten Batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modus utama mereka menjadi PSK yaitu dengan cara berdagang di warung. Di samping berdagang mereka juga menyediakan jasa pijat urut dan tempat karaoke. Tempat karaoke yang ada di sekitar jalan pantura atau tanah milik PT. Perum Perhutani KPH Kendal ini bertujuan menarik para pelanggan biasanya tempat karaoke itu banyak dikunjungi waktu malam hari. Kebanyakan yang memanfaatkan jasa mereka adalah supir truk antar kota yang sering melintas di Jalan Pantura Alas Roban. Dari ketiga modus di atas memang dengan sengaja dilakukan untuk menutupi pekerjaan mereka menjadi pelacur. Respon masyarakat Desa Surodadi tentang prostitusi di Kalangan Pedagang di Jalan Pantura Alas Roban kebanyakan mereka tidak setuju atau menolak adanya praktik prostitusi karena berbagai alasan seperti tidak menghendaki adanya kemungkaran, menjadikan Desa Surodadi tercemar dan bisa mempengaruhi perkembangan anak karena lokasinya dekat dengan lingkungan pendidikan tetapi ada juga masyarakat yang beranggapan positif atau bersikap masa bodoh dengan adanya praktik prostitusi di kalangan pedagang karena menjadi PSK dijadikan sebagai mata pencaharian untuk mencukupi kebutuhan.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 105 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Fathur RokhmanState University of Semarang7
Nina OktarinaAfiliasi tidak diketahui5
Siti MursidahAfiliasi tidak diketahui5
Mulyo WidodoAfiliasi tidak diketahui4
Suyahmo SuyahmoAfiliasi tidak diketahui3
Eta Yuni LestariAfiliasi tidak diketahui3
Sucihatiningsih Dian Wisika PrajantiState University of Semarang2
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui2
Rusdarti RusdartiAfiliasi tidak diketahui2
Sucihatiningsih DWPAfiliasi tidak diketahui2
Luqman AzharyAfiliasi tidak diketahui2
Puji LestariAfiliasi tidak diketahui2
Tutik WijayantiAfiliasi tidak diketahui2
Radini SintaAfiliasi tidak diketahui1
Moh. UyubAfiliasi tidak diketahui1
Dian Fithra PermanaAfiliasi tidak diketahui1
SuharjaAfiliasi tidak diketahui1
Gunawan TjokroAfiliasi tidak diketahui1
Iwan Hardi SAfiliasi tidak diketahui1
Devie Tiara NisaAfiliasi tidak diketahui1
Erni SuhariniAfiliasi tidak diketahui1
Indianasari indianasariAfiliasi tidak diketahui1
Audi Hifi VeirissaAfiliasi tidak diketahui1
. MariamAfiliasi tidak diketahui1
Noviani Achmad PutriAfiliasi tidak diketahui1
Siti FatimahAfiliasi tidak diketahui1
Nugraheni ArumsariAfiliasi tidak diketahui1
Aisyah Nur Sayidatun NisaAfiliasi tidak diketahui1
Sawitri Indah LestariAfiliasi tidak diketahui1
Arief WahyudiantoAfiliasi tidak diketahui1
Sutrisno SutrisnoAfiliasi tidak diketahui1
Ambiro Puji AsmaroiniAfiliasi tidak diketahui1
Della Futvy SekarningrumAfiliasi tidak diketahui1
Cahyo Budi UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Yulina IsmiyantiAfiliasi tidak diketahui1
Imam KusmaryonoAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Nur HudaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ucej/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PROSTITUSI DI KALANGAN PEDAGANG DI JALAN PANTURA ALAS ROBAN KABUPATEN BATANG</dc:title>
	<dc:creator>Rusniawati, Indes -</dc:creator>
	<dc:creator>-, Sunarto -</dc:creator>
	<dc:creator>Handoyo, Eko -</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permasalahan dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana modus terjadinya prostitusi di kalangan pedagang di Jalan Pantura Alas Roban Kabupaten Batang, (2) Bagaimana respon masyarakat terhadap pelaku prostitusi di kalangan pedagang di Jalan Pantura Alas Roban Kabupaten Batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modus utama mereka menjadi PSK yaitu dengan cara berdagang di warung. Di samping berdagang mereka juga menyediakan jasa pijat urut dan tempat karaoke. Tempat karaoke yang ada di sekitar jalan pantura atau tanah milik PT. Perum Perhutani KPH Kendal ini bertujuan menarik para pelanggan biasanya tempat karaoke itu banyak dikunjungi waktu malam hari. Kebanyakan yang memanfaatkan jasa mereka adalah supir truk antar kota yang sering melintas di Jalan Pantura Alas Roban. Dari ketiga modus di atas memang dengan sengaja dilakukan untuk menutupi pekerjaan mereka menjadi pelacur. Respon masyarakat Desa Surodadi tentang prostitusi di Kalangan Pedagang di Jalan Pantura  Alas Roban  kebanyakan mereka tidak setuju atau menolak adanya praktik prostitusi karena berbagai alasan seperti tidak menghendaki adanya kemungkaran, menjadikan Desa Surodadi tercemar dan bisa mempengaruhi perkembangan anak karena lokasinya dekat dengan lingkungan pendidikan tetapi ada juga masyarakat yang beranggapan positif atau bersikap masa bodoh dengan adanya praktik prostitusi di kalangan pedagang karena menjadi PSK dijadikan sebagai mata pencaharian untuk mencukupi kebutuhan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2013-02-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ucej/article/view/1012</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ucej.v1i2.1012</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Unnes Civic Education Journal; Vol 1 No 2 (2015)</dc:source>
	<dc:source>2549-0400</dc:source>
	<dc:source>2252-6293</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ucej/article/view/1012/1039</dc:relation>
</oai_dc:dc>