Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Bifurkasi Pada Model Interaksi Mangsa Pemangsa Dengan Perilaku Anti Pemangsa

PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika · Vol. 3 (2020) · hlm. 95–103

ISSN
2613-9189
Terbit
2020-02-28
Penerbit
Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Bahasa
eng

Abstrak

Artikel ini membahas model interaksi mangsa pemangsa dengan adanya kemampuan mangsa dalam melawan pemangsa, yang dikenal dengan perilaku anti pemangsa. Dari hasil analisa model diperoleh tiga titik kesetimbangan, di mana jenis kestabilannya ditentukan berdasarkan nilai eigen yang diperoleh dari masing-masing titik kesetimbangan. Adapun jenis kestabilan dari ketiganya yaitu, pada titik kesetimbangan pertama dan kedua bersifat saddle dan pada titik kesetimbangan ketiga bersifat spiral stabil. Dengan mengkontinuasi parameter perilaku anti pemangsa diperoleh bifurkasi Hopf dan transkritikal. Bifurkasi Hopf ditandai adanya perubahan kestabilan dari spiral stabil menjadi spiral tidak stabil dan terdapat limit cycle. Sedangkan terjadinya bifurkasi transkritikal ditandai adanya persilangan dari dua cabang kesetimbangan dari node stabil menjadi saddle dan sebaliknya dari saddle menjadi node stabil. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketika perilaku anti pemangsanya tinggi, maka populasi mangsa meningkat menuju ke ambang batas daya tampung lingkungan dengan populasi pemangsa menurun menuju kepunahan. Sebaliknya, ketika perilaku anti pemangsanya kecil, maka populasi mangsa dan pemangsa dapat hidup berdampingan sampai t menuju tak hingga dengan populasi mangsa selalu lebih besar dari populasi pemangsa.

Jaringan kolaborasi para penulis

14 penulis · 19 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Atma Jaya Catholic University of Indonesia
  • Indonesia University of Education
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Mifta Kharisma DewiAfiliasi tidak diketahui2
Yunia PanjaitanAtma Jaya Catholic University of Indonesia1
Rudianto ArtionoAfiliasi tidak diketahui1
Budi Priyo PrawotoAfiliasi tidak diketahui1
Phobe AndreaniAfiliasi tidak diketahui1
Sri Harini EkowatiAfiliasi tidak diketahui1
Sri MulyaniIndonesia University of Education1
Ninuk LustyantieAfiliasi tidak diketahui1
Vernanda ApriliaAfiliasi tidak diketahui1
Retno Ekawati NingrumAfiliasi tidak diketahui1
Yuliani Puji AstutiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Bifurkasi Pada Model Interaksi Mangsa Pemangsa Dengan Perilaku Anti Pemangsa</dc:title>
	<dc:creator>Saadah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Abadi, Abadi</dc:creator>
	<dc:creator>Savitri, Dian</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Artikel ini membahas model interaksi mangsa pemangsa dengan adanya kemampuan mangsa dalam melawan pemangsa, yang dikenal dengan perilaku anti pemangsa. Dari hasil analisa model diperoleh tiga titik kesetimbangan, di mana jenis kestabilannya&amp;nbsp; ditentukan berdasarkan nilai eigen yang diperoleh dari masing-masing titik kesetimbangan. Adapun jenis kestabilan&amp;nbsp; dari ketiganya yaitu, pada titik kesetimbangan pertama dan kedua bersifat saddle dan pada titik kesetimbangan ketiga bersifat spiral stabil. Dengan mengkontinuasi parameter perilaku anti pemangsa diperoleh bifurkasi Hopf dan transkritikal. Bifurkasi Hopf ditandai adanya perubahan kestabilan dari spiral stabil menjadi spiral tidak stabil dan terdapat limit cycle. Sedangkan terjadinya bifurkasi transkritikal ditandai adanya persilangan dari dua cabang kesetimbangan dari node stabil menjadi saddle dan sebaliknya dari saddle menjadi node stabil. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketika perilaku anti pemangsanya tinggi, maka populasi mangsa meningkat menuju ke ambang batas daya tampung lingkungan dengan populasi pemangsa menurun menuju kepunahan. Sebaliknya, ketika perilaku anti pemangsanya kecil, maka populasi mangsa dan pemangsa dapat hidup berdampingan sampai t menuju tak hingga dengan populasi mangsa selalu lebih besar dari populasi pemangsa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Matematika FMIPA UNNES</dc:publisher>
	<dc:date>2020-02-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/37570</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika; Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika; 95-103</dc:source>
	<dc:source>2613-9189</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/37570/15470</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika</dc:rights>
</oai_dc:dc>