Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Studi Isotherm Langmuir dan Freundlich pada Adsorpsi Logam Berat Fe (II) Menggunakan Abu POFA Teraktivasi.

Jurnal Pembangunan Berkelanjutan · Vol. 6 No. 2 (2024) · hlm. 69–79

ISSN
2622-2310, 2622-2302
Terbit
2024-01-06
Penerbit
Universitas Jambi
Bahasa
en
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstrak

Tujuan pada penelitian ini adalah menganalisis perbandingan kemampuan abu boiler dan abu incenerator dalam menurunkan kadar logam Fe pada Air Asam Tambang (AAT), menganalisis pengaruh variasi massa dan variasi pH adsorben POFA serta analisis kemampuan adsorpsi. Adapun alur dalam penelitian ini aktivasi adsorben, pengambilan sampel AAT, pengujian kondisi awal sampel AAT yang meliputi pengujian pH dan Fe dan tahap eksperimen adsorpsi AAT volume sampel air asam tambang 250 ml setiap percobaan, kecepatan pengadukan 300 rpm dan waktu kontak selama 3 jam dengan massa adsorben yang digunakan 2,5 g, 5 g dan 10 g, serta variasi pH 5, 7 dan 9, tahap analisa data kemampuan daya adsorpsi. Berdasarkan hasil penelitian abu boiler lebih baik dalam mengadsorpsi AAT, semakin besar massa adsorben POFA memiliki kemampuan menurunkan logam Fe karena persentase removal semakin besar. pH terbaik untuk perlakuan adsoprsi ialah pada pH 7 yaitu pH netral, massa adsorben yang digunakan didapatkan masa yang paling optimal adalah 10 g dengan nilai pH 7. Nilai regresi R2 pada Isoterm Langmuir yang lebih tinggi dibandingkan nilai R2 pada Isoterm Freundlich, maka Isotherm Langmuir lebih baik untuk mengetahui seberapa besar massa adsorbat yang dapat diadsorpsi oleh adsorben

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 80 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Jambi
  • Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Rozaina NingsihAfiliasi tidak diketahui2
Hutwan SyarifuddinAfiliasi tidak diketahui2
Damris MuhammadUniversitas Jambi2
Suandi SuandiAfiliasi tidak diketahui2
Dompak NapituluAfiliasi tidak diketahui2
Saidin NainggolanAfiliasi tidak diketahui1
Damel Fink LybawsAfiliasi tidak diketahui1
Endra Yus EvaAfiliasi tidak diketahui1
RosyaniAfiliasi tidak diketahui1
Rebeca Maros FramitaAfiliasi tidak diketahui1
Erwan TuryantoAfiliasi tidak diketahui1
Ira WahyuniAfiliasi tidak diketahui1
ElmidaAfiliasi tidak diketahui1
Mirawati YanitaAfiliasi tidak diketahui1
Ayu Primadiptha GevinandaAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Fikri SiregarAfiliasi tidak diketahui1
Sri Utami LestariAfiliasi tidak diketahui1
Karina RahmahAfiliasi tidak diketahui1
Zakky FathoniAfiliasi tidak diketahui1
Sastra Tajmahal PutriAfiliasi tidak diketahui1
Fendria SativaAfiliasi tidak diketahui1
Naila Adinda NugrahaAfiliasi tidak diketahui1
Emilia EmiliaAfiliasi tidak diketahui1
Erwanto ErwantoAfiliasi tidak diketahui1
Fuad MuchlisAfiliasi tidak diketahui1
Dompak NapitupuluAfiliasi tidak diketahui1
Heiko FaustAfiliasi tidak diketahui1
Nurhayati NurhayatiPoliteknik Negeri Ujung Pandang1
Guntur GunturAfiliasi tidak diketahui1
Nur Muhammad MunzilAfiliasi tidak diketahui1
Maimunah MaimunahAfiliasi tidak diketahui1
Tri SumardiantiAfiliasi tidak diketahui1
Bambang RistiantoAfiliasi tidak diketahui1
Kusuma WidyaAfiliasi tidak diketahui1
Ripil HadiAfiliasi tidak diketahui1
Ermadani ErmandaniAfiliasi tidak diketahui1
Liza MilaniAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/JPB/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Studi Isotherm Langmuir dan Freundlich pada Adsorpsi Logam Berat Fe (II) Menggunakan Abu POFA Teraktivasi.</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hilal Assegaf, Mohd</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rosyani, Rosyani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en"> Alamsyah, Zulkifli</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Abu Kelapa Sawit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Adsorben</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Logam Besi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Air Asam Tambang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">
Tujuan pada penelitian ini adalah menganalisis perbandingan kemampuan abu boiler dan abu incenerator dalam menurunkan kadar logam Fe pada Air Asam Tambang (AAT), menganalisis pengaruh variasi massa dan variasi pH adsorben POFA serta analisis kemampuan adsorpsi. Adapun alur dalam penelitian ini aktivasi adsorben, pengambilan sampel AAT, pengujian kondisi awal sampel AAT yang meliputi pengujian pH dan Fe dan tahap eksperimen adsorpsi AAT volume sampel air asam tambang 250 ml setiap percobaan, kecepatan pengadukan 300 rpm dan waktu kontak selama 3 jam dengan massa adsorben yang digunakan 2,5 g, 5 g dan 10 g, serta variasi pH 5, 7 dan 9, tahap analisa data kemampuan daya adsorpsi. Berdasarkan hasil penelitian abu boiler lebih baik dalam mengadsorpsi AAT, semakin besar massa adsorben POFA memiliki kemampuan menurunkan logam Fe karena persentase removal semakin besar. pH terbaik untuk perlakuan adsoprsi ialah pada pH 7 yaitu pH netral, massa adsorben yang digunakan didapatkan masa yang paling optimal adalah 10 g dengan nilai pH 7. Nilai regresi R2 pada Isoterm Langmuir yang lebih tinggi dibandingkan nilai R2 pada Isoterm Freundlich, maka Isotherm Langmuir lebih baik untuk mengetahui seberapa besar massa adsorbat yang dapat diadsorpsi oleh adsorben
</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/JPB/article/view/31063</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Pembangunan Berkelanjutan; Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan; 69 - 79</dc:source>
	<dc:source>2622-2310</dc:source>
	<dc:source>2622-2302</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/JPB/article/view/31063/17356</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Pembangunan Berkelanjutan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>