Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Rehabilitasi Sebagai Alternatif Pemidanaan Terhadap Anak Korban Penyalahgunaan Narkotika Dalam Upaya Perlindungan Terhadap Anak

Jurnal Sains Sosio Humaniora · Vol. 4 No. 2 (2020) · hlm. 440–454

DOI
10.22437/jssh.v4i2.10876
ISSN
2580-2305, 2580-1244
Terbit
2020-11-01
Penerbit
LPPM Universitas Jambi
Bahasa
en
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/

Abstrak

Tujuan khusus penelitian untuk mengetahui dan menganalisis kedudukan anak penyalahguna narkotika serta melihat yang menjadi hal pokok pertimbangan hakim dalam menerapkan sanksi kepada anak korban penyalahguna narkotika. Rumusan masalah Bagaimanakaha kedudukan anak penyalahguna narkotika, Apakah sebagai korban atau sebagai pelaku, apa yang menjadi penilaian hakim lebih cendrung menerapkan pidana penjara, Bagaimanakah perlindungan hukum yang diberikan berkaitan dengan penerapan sanksi yang dijatuhkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penelitian normatif, Penggunaan metode ini dilakukan melalui kajian bahan-bahan hukum, baik bahan hukum primer, bahan hukum sekunder bahan hukum tertier. Pendekatan yang digunakan adalah: Pendekatan undang-undang atau statuta approach dan pendekatan kasus atau case approach yang dilakukan dengan melakukan telaah kasus-kasus yang berkaitan dengan isu ynag dihadapi yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Hasil penelitian menujukkan bahwa Anak sebagai penyalah guna narkotika dianggap sebagai pelaku kejahatan bukan sebagai korban. Terhadap anak penyalah guna narkotika putusan penjara lebih dominan dijatuhkan, karena Hakim lebih memperioritaskan nilai kepastian hukum dibanding dengan nilai keadilan dan kemanfaatan. Dengan penjatuhan pidana penjara, maka hal tersebut tidak sesuai dengan semangat untuk mengutamakan keadilan restoratif, dan dianggap belum melindungi kepentingan anak.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 113 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Sriwijaya University
  • Universitas Syiah Kuala
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Erwin ErwinSriwijaya University5
Yulia MonitaAfiliasi tidak diketahui4
Dheny WahyudhiAfiliasi tidak diketahui3
Tri Imam MunandarAfiliasi tidak diketahui2
Haryadi HaryadiAfiliasi tidak diketahui2
Nys. ArfaAfiliasi tidak diketahui2
Aga Anum PrayudiAfiliasi tidak diketahui2
Elizabeth SiregarAfiliasi tidak diketahui2
Herry LiyusAfiliasi tidak diketahui2
Sri RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Dessy RahkmawatyAfiliasi tidak diketahui1
Arsyad ArsyadAfiliasi tidak diketahui1
Umar HasanAfiliasi tidak diketahui1
Herryliyus HerryliyusAfiliasi tidak diketahui1
Aga Hanum PrayudiAfiliasi tidak diketahui1
Samsiar SamsiarAfiliasi tidak diketahui1
Usman UsmanUniversitas Syiah Kuala1
Maryati MAfiliasi tidak diketahui1
Musyayidah MAfiliasi tidak diketahui1
Yulia Monita YuliaAfiliasi tidak diketahui1
wendy wendyAfiliasi tidak diketahui1
Yuni KartikaAfiliasi tidak diketahui1
Leo ArwansyahAfiliasi tidak diketahui1
Ayu VeronikaAfiliasi tidak diketahui1
Syuha Maisytho ProbillaAfiliasi tidak diketahui1
Tiwi SasmitaAfiliasi tidak diketahui1
Sausan Afifah DenadinAfiliasi tidak diketahui1
Mohamad RapikAfiliasi tidak diketahui1
Mufan NurmiAfiliasi tidak diketahui1
Aulia ParasdikaAfiliasi tidak diketahui1
Tita NiaAfiliasi tidak diketahui1
Mohamad RayhansyahAfiliasi tidak diketahui1
Ernita KudadiriAfiliasi tidak diketahui1
Jelita Herawati SinagaAfiliasi tidak diketahui1
Dheny WahyudiAfiliasi tidak diketahui1
Reyanda Muzhaqin PutraAfiliasi tidak diketahui1
Nadita AdriAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/JSSH/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Rehabilitasi Sebagai Alternatif Pemidanaan Terhadap Anak  Korban Penyalahgunaan Narkotika Dalam Upaya Perlindungan Terhadap Anak</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Najemi, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nawawi, Kabib</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Purwastuti, Lilik</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Tujuan khusus penelitian untuk mengetahui dan menganalisis kedudukan anak&amp;nbsp; penyalahguna narkotika serta melihat&amp;nbsp; yang menjadi hal pokok pertimbangan hakim dalam menerapkan sanksi kepada anak korban penyalahguna narkotika. Rumusan masalah Bagaimanakaha kedudukan anak&amp;nbsp; penyalahguna narkotika, Apakah sebagai korban atau sebagai pelaku, apa yang menjadi penilaian hakim lebih cendrung &amp;nbsp;menerapkan&amp;nbsp; &amp;nbsp;pidana penjara,&amp;nbsp; Bagaimanakah perlindungan hukum yang diberikan&amp;nbsp; berkaitan dengan penerapan sanksi yang dijatuhkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penelitian normatif,&amp;nbsp; Penggunaan metode ini dilakukan melalui kajian bahan-bahan hukum, baik bahan hukum primer, bahan hukum sekunder&amp;nbsp; bahan hukum&amp;nbsp; tertier.&amp;nbsp; Pendekatan yang digunakan adalah: Pendekatan undang-undang atau statuta approach dan pendekatan kasus atau case approach yang dilakukan dengan melakukan telaah kasus-kasus yang berkaitan dengan isu ynag dihadapi yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Hasil penelitian menujukkan bahwa Anak sebagai penyalah guna narkotika dianggap sebagai pelaku kejahatan bukan sebagai korban. Terhadap anak penyalah guna narkotika putusan penjara lebih dominan dijatuhkan, karena&amp;nbsp; Hakim lebih memperioritaskan &amp;nbsp;nilai kepastian hukum dibanding dengan nilai keadilan dan kemanfaatan. Dengan penjatuhan pidana penjara, maka hal tersebut tidak sesuai dengan semangat untuk mengutamakan &amp;nbsp;keadilan restoratif, &amp;nbsp;&amp;nbsp;dan dianggap belum melindungi&amp;nbsp; kepentingan anak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LPPM Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/JSSH/article/view/10876</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jssh.v4i2.10876</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Sains Sosio Humaniora; Vol. 4 No. 2 (2020): Volume 4, Nomor 2, Desember 2020; 440-454</dc:source>
	<dc:source>2580-2305</dc:source>
	<dc:source>2580-1244</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/JSSH/article/view/10876/6575</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Andi Najemi, Kabib Nawawi, Lilik Purwastuti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>