Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pelaku Tindak Pidana Perjudian Online

PAMPAS: Journal of Criminal Law · Vol. 4 No. 1 (2023) · hlm. 1–15

DOI
10.22437/pampas.v4i1.24607
ISSN
2721-8325, 2721-7205
Terbit
2023-02-06
Penerbit
Faculty of Law, Universitas Jambi
Bahasa
en
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstrak

This article analyzes how law enforcement deals with online gambling crimes in Indonesia. Referring to the judge's decision Number 148/Pid.Sus/2022/Pn Jmb and 149/Pid.Sus/2022/Pn Jmb, the author examines and analyzes by comparing the two judge's decisions to see the basis for their decisions. The results of the study show that both judges' decisions related to online gambling, legally speaking, still use Article 303 paragraph (1) of the Criminal Code which applies to conventional gambling. In fact, the judge also pays attention to the provisions of Article 27 paragraph (2) of the Electronic Information and Transaction Law, bearing in mind that law enforcers must adhere to the principle of Lex Specialis Derogat Lex Generalis. Apart from the juridical approach, the sociological approach is also a mitigating factor for the defendant. Abstrak Artikel ini menganalisis bagaimana penegakan hukum terhadap kejahatan perjudian online di Indonesia. Dengan merujuk pada putusan hakim Nomor 148/Pid.Sus/2022/Pn Jmb dan 149/Pid.Sus/2022/Pn Jmb, penulis meneliti dan menganalisis dengan membandingkan dua putusan hakim untuk melihat dasar putusan keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua putusan hakim terkait perjudian online tersebut, secara yuridis, masih menggunakan Pasal 303 ayat (1) KUHP yang berlaku untuk perjudian konvensional. Sejatinya, hakim juga memperhatikan ketentuan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, mengingat bahwa para penegak hukum harus berpegang teguh pada asas Lex Specialis Derogat Lex Generalis. Selain pendekatan yuridis, pendekatan sosiologis sebagai hal-hal yang meringankan terdakwa.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 100 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Syiah Kuala
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Yulia MonitaAfiliasi tidak diketahui3
Tri Imam MunandarAfiliasi tidak diketahui2
Haryadi HaryadiAfiliasi tidak diketahui2
Nys. ArfaAfiliasi tidak diketahui2
Aga Anum PrayudiAfiliasi tidak diketahui2
Dheny WahyudhiAfiliasi tidak diketahui2
Elizabeth SiregarAfiliasi tidak diketahui2
Arsyad ArsyadAfiliasi tidak diketahui1
Umar HasanAfiliasi tidak diketahui1
Aga Hanum PrayudiAfiliasi tidak diketahui1
Samsiar SamsiarAfiliasi tidak diketahui1
Erwin ErwinAfiliasi tidak diketahui1
Lilik PurwastutiAfiliasi tidak diketahui1
Kabib NawawiAfiliasi tidak diketahui1
Usman UsmanUniversitas Syiah Kuala1
Maryati MAfiliasi tidak diketahui1
Musyayidah MAfiliasi tidak diketahui1
Yulia Monita YuliaAfiliasi tidak diketahui1
wendy wendyAfiliasi tidak diketahui1
Yuni KartikaAfiliasi tidak diketahui1
Leo ArwansyahAfiliasi tidak diketahui1
Syuha Maisytho ProbillaAfiliasi tidak diketahui1
Sausan Afifah DenadinAfiliasi tidak diketahui1
Mohamad RapikAfiliasi tidak diketahui1
Mufan NurmiAfiliasi tidak diketahui1
Aulia ParasdikaAfiliasi tidak diketahui1
Tita NiaAfiliasi tidak diketahui1
Mohamad RayhansyahAfiliasi tidak diketahui1
Jelita Herawati SinagaAfiliasi tidak diketahui1
Dheny WahyudiAfiliasi tidak diketahui1
Reyanda Muzhaqin PutraAfiliasi tidak diketahui1
Nadita AdriAfiliasi tidak diketahui1
Nurlinda FitrianiAfiliasi tidak diketahui1
Herry LiyusAfiliasi tidak diketahui1
Yudhy Azhari RitongaAfiliasi tidak diketahui1
Erwin ErwinAfiliasi tidak diketahui1
Padillah Kuntum Khoiru UmmahAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/Pampas/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pelaku Tindak Pidana Perjudian Online</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kudadiri, Ernita</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Najemi, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Erwin, Erwin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Penegakan Hukum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perjudian Online</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pertanggungjawaban Pidana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Criminal Liability</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Law Enforcement</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Online Gambling</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">This article analyzes how law enforcement deals with online gambling crimes in Indonesia. Referring to the judge's decision Number 148/Pid.Sus/2022/Pn Jmb and 149/Pid.Sus/2022/Pn Jmb, the author examines and analyzes by comparing the two judge's decisions to see the basis for their decisions. The results of the study show that both judges' decisions related to online gambling, legally speaking, still use Article 303 paragraph (1) of the Criminal Code which applies to conventional gambling. In fact, the judge also pays attention to the provisions of Article 27 paragraph (2) of the Electronic Information and Transaction Law, bearing in mind that law enforcers must adhere to the principle of Lex Specialis Derogat Lex Generalis. Apart from the juridical approach, the sociological approach is also a mitigating factor for the defendant.
Abstrak
Artikel ini menganalisis bagaimana penegakan hukum terhadap kejahatan perjudian online di Indonesia. Dengan merujuk pada putusan hakim Nomor 148/Pid.Sus/2022/Pn Jmb dan 149/Pid.Sus/2022/Pn Jmb, penulis meneliti dan menganalisis dengan membandingkan dua putusan hakim untuk melihat dasar putusan keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua putusan hakim terkait perjudian online tersebut, secara yuridis, masih menggunakan Pasal 303 ayat (1) KUHP yang berlaku untuk perjudian konvensional. Sejatinya, hakim juga memperhatikan ketentuan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, mengingat bahwa para penegak hukum harus berpegang teguh pada asas Lex Specialis Derogat Lex Generalis. Selain pendekatan yuridis, pendekatan sosiologis sebagai hal-hal yang meringankan terdakwa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Law, Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-02-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/Pampas/article/view/24607</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/pampas.v4i1.24607</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">PAMPAS: Journal of Criminal Law; Vol. 4 No. 1 (2023); 1-15</dc:source>
	<dc:source>2721-8325</dc:source>
	<dc:source>2721-7205</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/Pampas/article/view/24607/15701</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Ernita Kudadiri, Andi Najemi, Erwin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>