Akses terbuka Jurnal
Bentuk Amicus Curiae Terhadap Anak Sebagai Korban Kekerasan Seksual
PAMPAS: Journal of Criminal Law · Vol. 5 No. 2 (2024) · hlm. 127–138
- ISSN
- 2721-8325, 2721-7205
- Terbit
- 2024-06-18
- Penerbit
- Faculty of Law, Universitas Jambi
- Bahasa
- en
Abstrak
This article aims to analyze the form of Amicus Curiae (Friends of the Court) towards children as victims of sexual violence. The use of the Amicus curiae concept is very important in deciding cases of children as victims of sexual violence, which can support judges in making decisions. In deciding child cases and in order to defend children's rights as victims of sexual violence. This is because Amicus Curiae has the goal of making light of the situation of a case being examined by the court. The type of research applied is the Normative Juridical method. This article founds that there is no definite legal provision regarding the enactment of regulations related to the role of Amicus Curiae in proving criminal acts in Indonesia. Although the Criminal Procedure Code does not specifically state the status of a letter issued by Amicus Curiae as evidence, the letter can be used as a witness, expert testimony, evidence or statement of the accused. Amicus Curiae can be divided into two types, namely written or called Amicus Brief, and oral or delivery of information that explains directly before the court. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis Bentuk Amicus Curiae (Sahabat Pengadilan) terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual. Penggunaan konsep Amicus curiae sangat penting dalam memutuskan kasus anak sebagai korban Kekerasan seksual, yang dapat mendukung hakim dalam membuat keputusan. Dalam memutuskan kasus anak dan guna mempertahankan hak-hak anak sebagai korban kekerasan seksual. Hal ini dikarenakan Amicus Curiae memiliki tujuan untuk membuat terang mengenai duduknya suatu perkara yang sedang diperiksa oleh pengadilan. Jenis penelitian yang diterapkan ialah metode Yuridis Normatif. Artikel ini menghasilkan temuan bahwa belum ada ketentuan hukum yang pasti mengenai pemberlakuan peraturan terkait peran Amicus Curiae dalam pembuktian tindak pidana di Indonesia. Walaupun Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana tidak secara khusus menyebutkan status surat yang dikeluarkan oleh Amicus Curiae sebagai bukti, surat tersebut dapat dijadikan saksi, keterangan ahli, petunjuk, atau keterangan terdakwa. Amicus Curiae dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu tertulis atau disebut Amicus Brief, dan lisan atau penyampaian keterangan yang menjelaskan secara langsung di hadapan persidangan.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 121 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Sriwijaya University
- University of Edinburgh
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Subyantoro Subyantoro | Afiliasi tidak diketahui | 9 |
| Rustono Rustono | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Etik Umiyati | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Tri Imam Munandar | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Sri Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Hari Bakti Mardikantoro | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Imam Baehaqie | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Erwin Erwin | Sriwijaya University | 3 |
| Andi Najemi | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Bambang Hartono | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mijil Setyasih | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Agus Nuryatin | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nas Haryati Setyaningsih | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Fathur Rokhman | State University of Semarang | 2 |
| Teguh Supriyanto | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Amril Amril | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Enggar Diah Puspa Arum | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nurhayani Nurhayani | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Herry Liyus | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Elly Sudarti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Rahma Nurjanah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Dessy Rakhmawati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Muhammad Badrus Siroj | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ida Zulaeha | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ayu Setiyaningrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dony Hidayat Al-Janan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hendrix Noviyanto Firmansyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Febrian Arif Budiman | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rahayu Pristiwati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Joseph Wilson | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Prabawati Nurhabibah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Trida Ridho Fariz | State University of Semarang | 1 |
| Fathia Lutfiananda | University of Edinburgh | 1 |
| Habil Sultan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alfia Rahmalidya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Adia Wafa Shopura | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Roihan Akmal | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.