Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Persepsi Masyarakat Terhadap Fungsi Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin Jambi: Community Perceptions Toward the Functions of Sultan Thaha Syaifuddin Grand Forest Park, Jambi

Jurnal Silva Tropika · Vol. 9 No. 2 (2025) · hlm. 210–218

DOI
10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.48540
ISSN
2621-4113, 2615-8353
Terbit
2025-12-31
Penerbit
Fakultas Kehutanan Universitas Jambi
Bahasa
en
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstrak

ABSTRACT Senami Forest is a conservation area with strategic functions, including education, research, socio-cultural development, and tourism. However, its designation as a forest park is not without its challenges of land conversion and social issues. This study aims to analyze community perceptions of the functions of the Sultan Thaha Syaifuddin Grand Forest Park in Jambi, covering aspects of education, research, socio-cultural roles, as well as tourism and recreation. The research was conducted in Jangga Baru Village, Batin XXIV Subdistrict, Batanghari Regency, from November to December 2023, involving 90 respondents selected through proportional random sampling. Data were collected using a three-point Likert scale questionnaire and analyzed descriptively. The results showed that community perceptions of forest park functions in education (33.33%) and research (33.33%) were in the poor category, while socio-cultural (44.61%) and tourism-recreation (55.60%) were in the moderate category. Overall, the community tends to view the area as more beneficial if converted into plantations, due to limited economic access, low educational levels, and minimal involvement in management activities. These findings highlight the importance of management strategies that actively involve local communities to ensure the balance between conservation, social, and economic functions. Keywords: batanghari, community perceptions, conservation, forest functions, forest park ABSTRAK Hutan Senami merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi strategis yaitu fungsi pendidikan, penelitian, sosial budaya dan wisata. Namun, penetapannya menjadi Tahura STS tidak terlepas dari berbagai persoalan alih fungsi lahan dan masalah sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap fungsi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi yang mencakup aspek pendidikan, penelitian, sosial budaya, serta wisata dan rekreasi. Penelitian dilaksanakan di Desa Jangga Baru, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari pada November–Desember 2023 dengan melibatkan 90 responden yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert tiga poin dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap fungsi Tahura STS pada aspek pendidikan (33,33%) dan penelitian (33,33%) berada pada kategori buruk, sosial budaya (44,61%) pada kategori sedang, serta wisata dan rekreasi (55,60%) juga pada kategori sedang. Masyarakat cenderung memandang kawasan lebih bermanfaat jika dialihfungsikan menjadi perkebunan karena keterbatasan akses ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, dan minimnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pengelolaan kawasan. Hasil ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan Tahura STS yang melibatkan masyarakat secara aktif agar fungsi konservasi, sosial, dan ekonomi dapat berjalan beriringan. Katakunci: batanghari, fungsi hutan, konservasi, persepsi masyarakat, taman hutan raya

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 152 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Sekolah Tinggi Teknologi Migas
  • Lampung University
  • Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Universitas Muhammadiyah Kendari
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Hamzah HamzahAfiliasi tidak diketahui7
Albayudi AlbayudiAfiliasi tidak diketahui5
Rike Puspitasari TaminAfiliasi tidak diketahui5
Riana AnggrainiAfiliasi tidak diketahui5
Eva AchmadAfiliasi tidak diketahui4
Cory WulanAfiliasi tidak diketahui3
Bambang IrawanLampung University3
Suci Ratna PuriAfiliasi tidak diketahui3
Asrizal PaimanAfiliasi tidak diketahui3
Jamaluddin JamaluddinAfiliasi tidak diketahui2
Fendria SativaAfiliasi tidak diketahui2
Richard RP NapitupuluAfiliasi tidak diketahui2
Nursanti NursantiAfiliasi tidak diketahui2
Jauhar KhabibiAfiliasi tidak diketahui2
Rizky Ayu HardiyantiAfiliasi tidak diketahui2
Ahyaudin AhyaudinAfiliasi tidak diketahui2
Jenny RumondangAfiliasi tidak diketahui2
Indria HafizahAfiliasi tidak diketahui1
Juminten SaiminAfiliasi tidak diketahui1
Satrio WicaksonoAfiliasi tidak diketahui1
Ashaeryanto AshaeryantoAfiliasi tidak diketahui1
Wa Ode Sitti MusninaAfiliasi tidak diketahui1
Yonelian YuyunAfiliasi tidak diketahui1
M. Sulaiman ZubairAfiliasi tidak diketahui1
Ritha PratiwiAfiliasi tidak diketahui1
Budi BudiAfiliasi tidak diketahui1
Darman DarmanUniversitas Muhammadiyah Kendari1
Irwan GaniPoliteknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan1
Darman DarmanAfiliasi tidak diketahui1
Suyuti SuyutiAfiliasi tidak diketahui1
Muh JafarAfiliasi tidak diketahui1
Musriady MusriadyAfiliasi tidak diketahui1
Suyuti SuyutiAfiliasi tidak diketahui1
Musriady MusriadyAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/STP/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Persepsi Masyarakat Terhadap Fungsi Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin Jambi: Community Perceptions Toward the Functions of Sultan Thaha Syaifuddin Grand Forest Park, Jambi</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Fazriyas, Fazriyas</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muryunika, Rince</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Eni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Marwoto, Marwoto</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ahyauddin, Ahyauddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jamaluddin, Jamaluddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Tahura STS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">community perceptions</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">forest functions</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">conservation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Batanghari</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">ABSTRACT
Senami Forest is a conservation area with strategic functions, including education, research, socio-cultural development, and tourism.  However, its designation as a forest park is not without its challenges of land conversion and social issues. This study aims to analyze community perceptions of the functions of the Sultan Thaha Syaifuddin Grand Forest Park in Jambi, covering aspects of education, research, socio-cultural roles, as well as tourism and recreation. The research was conducted in Jangga Baru Village, Batin XXIV Subdistrict, Batanghari Regency, from November to December 2023, involving 90 respondents selected through proportional random sampling. Data were collected using a three-point Likert scale questionnaire and analyzed descriptively. The results showed that community perceptions of forest park functions in education (33.33%) and research (33.33%) were in the poor category, while socio-cultural (44.61%) and tourism-recreation (55.60%) were in the moderate category. Overall, the community tends to view the area as more beneficial if converted into plantations, due to limited economic access, low educational levels, and minimal involvement in management activities. These findings highlight the importance of management strategies that actively involve local communities to ensure the balance between conservation, social, and economic functions.
 
Keywords: batanghari, community perceptions, conservation, forest functions, forest park
 
ABSTRAK
Hutan Senami merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi strategis yaitu fungsi pendidikan, penelitian, sosial budaya dan wisata. Namun, penetapannya menjadi Tahura STS tidak terlepas dari berbagai persoalan alih fungsi lahan dan masalah sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap fungsi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi yang mencakup aspek pendidikan, penelitian, sosial budaya, serta wisata dan rekreasi. Penelitian dilaksanakan di Desa Jangga Baru, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari pada November–Desember 2023 dengan melibatkan 90 responden yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert tiga poin dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap fungsi Tahura STS pada aspek pendidikan (33,33%) dan penelitian (33,33%) berada pada kategori buruk, sosial budaya (44,61%) pada kategori sedang, serta wisata dan rekreasi (55,60%) juga pada kategori sedang. Masyarakat cenderung memandang kawasan lebih bermanfaat jika dialihfungsikan menjadi perkebunan karena keterbatasan akses ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, dan minimnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pengelolaan kawasan. Hasil ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan Tahura STS yang melibatkan masyarakat secara aktif agar fungsi konservasi, sosial, dan ekonomi dapat berjalan beriringan.
 
Katakunci: batanghari, fungsi hutan, konservasi, persepsi masyarakat, taman hutan raya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Kehutanan Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/STP/article/view/48540</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.48540</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Silva Tropika; Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika; 210-218</dc:source>
	<dc:source>2621-4113</dc:source>
	<dc:source>2615-8353</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/STP/article/view/48540/23170</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Fazriyas Fazriyas, Rince Muryunika, Eni Lestari, Marwoto Marwoto, Ahyauddin Ahyauddin, Jamaluddin Jamaluddin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>