Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Pengapusan Hak Veto Dalam Rangka Reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa

Uti Possidetis: Journal of International Law · Vol. 2 No. 2 (2021) · hlm. 210–234

DOI
10.22437/up.v2i2.12114
ISSN
2721-8333, 2721-8031
Terbit
2021-06-02
Penerbit
Faculty of Law, Universitas Jambi
Bahasa
id
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstrak

Inggris

This study aims to find out what is the reason the veto is considered irrelevant to the Security Council in realizing world security and peace in connection with the plan of veto power in the framework of reform of the United Nations Security Council because the use of veto rights by the five permanent member states of the Security Council, especially the United States has been used with no limits. The research method used is normative type with statutory, conceptual, and case approach. The results of this study show that the security council's veto power in practice has deviated from its original intent. The reform efforts of the United Nations Security Council have many obstacles but the main obstacles that greatly hinder the reform efforts are the arrogant, selfish, and willless nature of the permanent members of the United Nations Security Council who are veto holders to continue to maintain their hegemony and national interests. Keywords: United Nations; Right; Veto;

Bahasa Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi alasan hak veto dianggap tidak relevan lagi bagi Dewan Keamanan dalam mewujudkan keamanan dan perdamaian dunia berkaitan dengan rencana Pengapusan Hak Veto pada Rangka Reformasi DK PBB karena penggunaaan hak veto oleh kelima negara anggota tetap pemegang hak veto DK PBB, terutama Amerika Serikat telah digunakan dengan tidak ada batasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah tipe normatif dengan pendekatan Perundang-undangan, Konseptual, dan Kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kendala utama yang menjadi sebuah penghambat dari upaya yang dilakukan oleh negara yang menunjukkan adanya proses reformasi atau perubahan di tubuh PBB adalah kekuasaan istimewa berbentuk hak veto yang dimiliki oleh anggota tetap DK PBB itu sendiri, hal ini menggambarkan sebuah sifat egois, arogan serta kemauan keras mereka dalam hal untuk mengusung terlebih dahulu hegemoni serta kepentingan nasional mereka diatas kepentingan lainnya.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 101 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Akbar Kurnia PutraAfiliasi tidak diketahui7
Citra DarmintoAfiliasi tidak diketahui3
Bernard SipahutarAfiliasi tidak diketahui2
Ary Dean AmriAfiliasi tidak diketahui2
Novianti NoviantiAfiliasi tidak diketahui2
Muskibah MuskibahAfiliasi tidak diketahui1
Sasmiar SasmiarAfiliasi tidak diketahui1
Suhermi SuhermiAfiliasi tidak diketahui1
Umar HasanAfiliasi tidak diketahui1
Rosmidah RosmidahAfiliasi tidak diketahui1
Elizabaeth SiregarAfiliasi tidak diketahui1
Elizabeth SiregarAfiliasi tidak diketahui1
Netty NettyAfiliasi tidak diketahui1
Eva Juliana PurbaAfiliasi tidak diketahui1
Yudha PangestuAfiliasi tidak diketahui1
Fadjri KhalidAfiliasi tidak diketahui1
Lorenci Chakti PratamaAfiliasi tidak diketahui1
Addin PrasetiaAfiliasi tidak diketahui1
Teguh YuwonoAfiliasi tidak diketahui1
Retno KusniatiAfiliasi tidak diketahui1
Mochammad FarisiAfiliasi tidak diketahui1
Edson Septo YosiaAfiliasi tidak diketahui1
Intan AminiAfiliasi tidak diketahui1
Dony Yusra PerbriantoAfiliasi tidak diketahui1
Defri Wim KhameswaraAfiliasi tidak diketahui1
Mentari Putri WulandariAfiliasi tidak diketahui1
Tan Xuan YinAfiliasi tidak diketahui1
Helmi HelmiAfiliasi tidak diketahui1
Try HardyanthiAfiliasi tidak diketahui1
munawir munawirAfiliasi tidak diketahui1
Ridhwan RidhwanAfiliasi tidak diketahui1
Nosil ElviniAfiliasi tidak diketahui1
Tira Nur RahmahAfiliasi tidak diketahui1
Panji SiagianAfiliasi tidak diketahui1
Osa SorayaAfiliasi tidak diketahui1
Khairurroziqin KhairurroziqinAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/Utipossidetis/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengapusan Hak Veto Dalam Rangka Reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Pengapusan Hak Veto Dalam Rangka Reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Afrilianti, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ardianto, Budi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en"> Pebrianto, Dony Yusra </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Afrilianti, Afrilianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ardianto, Budi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Pebrianto, Dony Yusra </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">right</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">united nations</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">veto</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">hak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">PBB</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">veto</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">This study aims to find out what is the reason the veto is considered irrelevant to the Security Council in realizing world security and peace in connection with the plan of veto power in the framework of reform of the United Nations Security Council because the use of veto rights by the five permanent member states of the Security Council, especially the United States has been used with no limits. The research method used is normative type with statutory, conceptual, and case approach. The results of this study show that the security council's veto power in practice has deviated from its original intent. The reform efforts of the United Nations Security Council have many obstacles but the main obstacles that greatly hinder the reform efforts are the arrogant, selfish, and willless nature of the permanent members of the United Nations Security Council who are veto holders to continue to maintain their hegemony and national interests.
Keywords:&amp;nbsp; United Nations; Right; Veto; </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi alasan hak veto dianggap tidak relevan lagi bagi Dewan Keamanan dalam mewujudkan keamanan dan perdamaian dunia berkaitan dengan rencana Pengapusan Hak Veto pada Rangka Reformasi DK PBB karena penggunaaan hak veto oleh kelima negara anggota tetap pemegang hak veto DK PBB, terutama Amerika Serikat telah digunakan dengan tidak ada batasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah tipe normatif dengan pendekatan Perundang-undangan, Konseptual, dan Kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kendala utama yang menjadi sebuah penghambat dari upaya yang dilakukan oleh negara yang menunjukkan adanya proses reformasi atau perubahan di tubuh PBB adalah kekuasaan istimewa berbentuk hak veto yang dimiliki oleh anggota tetap DK PBB itu sendiri, hal ini menggambarkan sebuah sifat egois, arogan serta kemauan keras mereka dalam hal untuk mengusung terlebih dahulu hegemoni serta kepentingan nasional mereka diatas kepentingan lainnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Law, Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/Utipossidetis/article/view/12114</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/up.v2i2.12114</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Uti Possidetis: Journal of International Law; Vol. 2 No. 2 (2021); 210-234</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Uti Possidetis: Journal of International Law; Vol 2 No 2 (2021); 210-234</dc:source>
	<dc:source>2721-8333</dc:source>
	<dc:source>2721-8031</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/Utipossidetis/article/view/12114/11027</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Dewi Afrilianti, Budi Ardianto, Dony Yusra Pebrianto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>