Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Perlindungan Hukum Terhadap Anak Yang Berada Di Wilayah Perang

Perlindungan Hukum Terhadap Anak Yang Berada Di Wilayah Perang Menurut Konvensi Jenewa 1949 Dengan Protokol Tambahan 1977

Uti Possidetis: Journal of International Law · Vol. 3 No. 2 (2022) · hlm. 224–244

DOI
10.22437/up.v3i2.14475
ISSN
2721-8333, 2721-8031
Terbit
2022-06-16
Penerbit
Faculty of Law, Universitas Jambi
Bahasa
id
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstrak

Inggris

This article discusses how to protect children who are in areas of armed conflict. Protection of children has been regulated in the Geneva Conventions of 1949, Additional Protocols 1977, International Convention on The Rights of Childs 1989, Optional Protocol on Involvent of Children in Armed Conflict 2000. However, the parties to the conflict still violate the principle of distinction, the principle of limitation, the principle of balance, and the principles of protection that apply in international humanitarian law. In fact, Humanitarian Law prohibits civilians from being used as objects of violence and must be given protection from all matters relating to war. Meanwhile, combatants can be used as objects of violence during war, but they must still be given protection when they are prisoners of war. As a form of state responsibility, criminal sanctions and compensation need to be applied to ensure legal certainty and provide justice for the parties who are victims according to humanitarian law.

Bahasa Indonesia

Artikel ini membahas bagaimana perlindungan terhadap anak-anak yang berada di wilayah konflik bersenjata. Perlindungan anak telah diatur pada Konvensi Jenewa 1949, Protokol Tambahan 1977, International Convention on The Rights of Childs 1989, Optional Protocol on Involvent of Children in Armed Conflict 2000. Namun, para pihak yang berkonflik masih melanggar prinsip pembedaan, prinsip pembatasan, prinsip keseimbangan, dan prinsip perlindungan yang berlaku dalam hukum humaniter internasional.  Padahal, Hukum Humaniter melarang penduduk sipil dijadikan sebagai objek kekerasan dan wajib diberikan perlindungan dari segala hal yang berkaitan dengan peperangan. Sedangkan kombatan dapat dijadikan objek kekerasan saat berperang tetapi tetap wajib diberikan perlindungan ketika menjadi tawanan perang. Sebagai bentuk tanggung jawab negara, maka sanksi pidana dan ganti rugi perlu diterapkan demi menjamin kepastian hukum dan memberikan keadilan bagi para pihak yang menjadi korban menurut hukum humaniter.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

17 penulis · 35 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Budi ArdiantoAfiliasi tidak diketahui3
Akbar Kurnia PutraAfiliasi tidak diketahui2
Muskibah MuskibahAfiliasi tidak diketahui1
Sasmiar SasmiarAfiliasi tidak diketahui1
Suhermi SuhermiAfiliasi tidak diketahui1
Umar HasanAfiliasi tidak diketahui1
Rosmidah RosmidahAfiliasi tidak diketahui1
Elizabaeth SiregarAfiliasi tidak diketahui1
Novianti NoviantiAfiliasi tidak diketahui1
Lorenci Chakti PratamaAfiliasi tidak diketahui1
Dewi AfriliantiAfiliasi tidak diketahui1
Afrilianti AfriliantiAfiliasi tidak diketahui1
Mochammad FarisiAfiliasi tidak diketahui1
Edson Septo YosiaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/Utipossidetis/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Perlindungan Hukum Terhadap Anak Yang Berada Di Wilayah Perang </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Perlindungan Hukum Terhadap Anak Yang Berada Di Wilayah Perang Menurut Konvensi Jenewa 1949 Dengan Protokol Tambahan 1977</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Amini, Intan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Pebrianto, Dony Yusra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Amini, Intan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Perbrianto, Dony Yusra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">armed conflict</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">geneva convention 1949</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">humanitarian law</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">konflik bersenjata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">hukum humaniter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">konvensi jenewa 1949</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">This article discusses how to protect children who are in areas of armed conflict. Protection of children has been regulated in the Geneva Conventions of 1949, Additional Protocols 1977, International Convention on The Rights of Childs 1989, Optional Protocol on Involvent of Children in Armed Conflict 2000. However, the parties to the conflict still violate the principle of distinction, the principle of limitation, the principle of balance, and the principles of protection that apply in international humanitarian law. In fact, Humanitarian Law prohibits civilians from being used as objects of violence and must be given protection from all matters relating to war. Meanwhile, combatants can be used as objects of violence during war, but they must still be given protection when they are prisoners of war. As a form of state responsibility, criminal sanctions and compensation need to be applied to ensure legal certainty and provide justice for the parties who are victims according to humanitarian law.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Artikel ini membahas bagaimana perlindungan terhadap anak-anak yang berada di wilayah konflik bersenjata. Perlindungan anak telah diatur pada Konvensi Jenewa 1949, Protokol Tambahan 1977, International Convention on The Rights of  Childs 1989, Optional Protocol on Involvent of Children in Armed Conflict 2000. Namun, para pihak yang berkonflik masih melanggar prinsip pembedaan, prinsip pembatasan, prinsip keseimbangan, dan prinsip perlindungan yang berlaku dalam hukum humaniter internasional.  Padahal, Hukum Humaniter  melarang penduduk sipil dijadikan sebagai objek kekerasan dan wajib diberikan  perlindungan  dari segala hal yang berkaitan dengan peperangan. Sedangkan kombatan dapat dijadikan objek kekerasan saat berperang tetapi tetap wajib  diberikan perlindungan ketika menjadi tawanan perang. Sebagai bentuk tanggung jawab negara, maka sanksi pidana dan ganti rugi perlu diterapkan demi menjamin kepastian hukum dan memberikan keadilan bagi para pihak yang menjadi korban menurut hukum humaniter.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Law, Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/Utipossidetis/article/view/14475</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/up.v3i2.14475</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Uti Possidetis: Journal of International Law; Vol. 3 No. 2 (2022); 224-244</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Uti Possidetis: Journal of International Law; Vol 3 No 2 (2022); 224-244</dc:source>
	<dc:source>2721-8333</dc:source>
	<dc:source>2721-8031</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/Utipossidetis/article/view/14475/13536</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Intan Amini, Dony Yusra Pebrianto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>