Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Penerapan FCM dan TSK Untuk Penentuan Cluster Rawan Pangan di Kabupaten Cirebon

IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) · Vol. 6 No. 2 (2012)

DOI
10.22146/ijccs.2147
ISSN
2460-7258, 1978-1520
Published
2012-07-31
Publisher
IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

AbstrakKetahanan pangan merupakan salah satu prasyarat dasar yang harus dimiliki dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pada kenyataannya meskipun kabupaten Cirebon termasuk salah satu pensuplai beras wilayah Jawa Barat masih ada beberapa desa yang justru mengalami rawan pangan. Minimnya indikator yang digunakan oleh BKP5K Kabupaten Cirebon dalam menentukan status rawan pangan dan tahan pangan masih menjadi kendala dalam penganalisaan penyebab rawan pangan. Penelitian ini mencoba mengembangkan sebuah sistem yang dapat membantu BKP5K Kabupaten Cirebon untuk penentuan cluster rawan pangan dan tahan pangan serta macam rekomendasi bantuannya melalui parameter indikator ketahanan dan kerawanan pangan yang telah ditentukan. Sistem ini dibangun dengan menggunakan metode Fuzzy C-Means untuk mengelompokkan daerah rawan pangan dan tahan pangan serta metode Takagi Sugeno Kang sebagai rulebase dalam pemberian rekomendasi bantuannya. Setelah melakukan pengujian pada 6 kasus uji, aspek yang paling berpengaruh pada penentuan desa rawan pangan yaitu aspek ketersediaan pangan, aspek akses pangan dan penghidupan, serta aspek kesehatan dan gizi. Sedangkan jumlah penduduk dibawah garis kemiskinan, desa yang tidak memiliki akses penghubung yang memadai, jumlah RT tanpa akses listrik, jumlah areal tanam yang terkena puso, serta jumlah buruh baik buruh tani dan swasta merupakan 5 indikator yang memiliki pengaruh penting dalam penentuan daerah rawan pangan. Kata kunci— Fuzzy C-Means, Fuzzy Takagi Sugeno Kang, rawan pangan, cluster AbstractFood security is one of the basic prerequisites that must be reserved in order to realize the welfare of society. Although the district Cirebon is one supplier of rice areas of West Java, there are still some villages experiencing food insecurity. The lack of indicators used by BKP5K Cirebon in determining the food insecurity is still a constraint in analyzing the causes of food insecurity. This study seeks to develop a system that can help BKP5K Cirebon to determine cluster food insecurity and advice assistance through a variety of parameters have been determined.The system is built using the Fuzzy C-Means method to classify the food insecurity and food stand andalso Takagi Sugeno Kang method asrulebase in the provision of assistance and advice. After testing 6thtest cases, the most influential aspectare: aspect food availability,aspect accessfood and livelihood, and also aspects of health and nutrition. While the number of people below the poverty line, the village with no access to adequate, the number of RT without access to electricity, the number of areas puso, and the number of workers are5thindicators that have an important influence in the determination of food-insecure areas. Keywords— Fuzzy C-Means, Fuzzy Takagi Sugeno Kang, Food insecurity, Cluster

Keywords

Collaboration network of the authors

22 authors · 26 co-authorship links · 5 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Gadjah Mada
  • Muhammadiyah University of Surakarta
  • Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Malikussaleh University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus SihabuddinUniversitas Gadjah Mada2
Bhakti SusiloAffiliation unknown1
Mutammimul UlaMalikussaleh University1
Harry Ganda NugrahaUniversitas Gadjah Mada1
Izmy Alwiah MusdarUniversitas Gadjah Mada1
Devid Haryalesmana WahidUniversitas Gadjah Mada1
Victor PaskalathisUniversitas Gadjah Mada1
Pradita Eko Prasetyo UtomoUniversitas Gadjah Mada1
Azizah FatmawatiMuhammadiyah University of Surakarta1
Nisa RNAMuhammadiyah University of Surakarta1
Muhammad FahrurroziUniversitas Gadjah Mada1
Ferdi ChahyadiUniversitas Maritim Raja Ali Haji1
Hendra KurniawanUniversitas Maritim Raja Ali Haji1
Sigit PriyantaUniversitas Gadjah Mada1
Winda YulitaUniversitas Gadjah Mada1
Abram Setyo PrabowoUniversitas Gadjah Mada1
Yayang Eluis Bali MawartikaUniversitas Gadjah Mada1
Muh Amin NurrohmatUniversitas Gadjah Mada1
Taufan Bagus Dwi Putra AditamaUniversitas Gadjah Mada1
Fauzan IshlakhuddinUniversitas Gadjah Mada1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.ugm.ac.id/ijccs/oai, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan FCM dan TSK Untuk Penentuan Cluster Rawan Pangan di Kabupaten Cirebon</dc:title>
	<dc:creator>Harliana, Harliana</dc:creator>
	<dc:creator>SN, Azhari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fuzzy C-Means; Fuzzy Takagi Sugeno Kang; Food insecurity; Cluster</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakKetahanan pangan merupakan salah satu prasyarat dasar yang harus dimiliki dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pada kenyataannya meskipun kabupaten Cirebon termasuk salah satu pensuplai beras wilayah Jawa Barat masih ada beberapa desa yang justru mengalami rawan pangan. Minimnya indikator yang digunakan oleh BKP5K Kabupaten Cirebon dalam menentukan status rawan pangan dan tahan pangan masih menjadi kendala dalam penganalisaan penyebab rawan pangan. Penelitian ini mencoba mengembangkan sebuah sistem yang dapat membantu BKP5K Kabupaten Cirebon untuk penentuan cluster rawan pangan dan tahan pangan serta macam rekomendasi bantuannya melalui parameter indikator ketahanan dan kerawanan pangan yang telah ditentukan. Sistem ini dibangun dengan menggunakan metode Fuzzy C-Means untuk mengelompokkan daerah rawan pangan dan tahan pangan serta metode Takagi Sugeno Kang sebagai rulebase dalam pemberian rekomendasi bantuannya. Setelah melakukan pengujian pada 6 kasus uji, aspek yang paling berpengaruh pada penentuan desa rawan pangan yaitu aspek ketersediaan pangan, aspek akses pangan dan penghidupan, serta aspek kesehatan dan gizi. Sedangkan jumlah penduduk dibawah garis kemiskinan, desa yang tidak memiliki akses penghubung yang memadai, jumlah RT tanpa akses listrik, jumlah areal tanam yang terkena puso, serta jumlah buruh baik buruh tani dan swasta merupakan 5 indikator yang memiliki pengaruh penting dalam penentuan daerah rawan pangan. Kata kunci— Fuzzy C-Means, Fuzzy Takagi Sugeno Kang, rawan pangan, cluster  AbstractFood security is one of the basic prerequisites that must be reserved in order to realize the welfare of society. Although the district Cirebon is one supplier of rice areas of West Java, there are still some villages experiencing food insecurity. The lack of indicators used by BKP5K Cirebon in determining the food insecurity is still a constraint in analyzing the causes of food insecurity. This study seeks to develop a system that can help BKP5K Cirebon to determine cluster food insecurity and advice assistance through a variety of parameters have been determined.The system is built using the Fuzzy C-Means method to classify the food insecurity and food stand andalso Takagi Sugeno Kang method asrulebase in the provision of assistance and advice. After testing 6thtest cases, the most influential aspectare: aspect food availability,aspect accessfood and livelihood, and also aspects of health and nutrition. While the number of people below the poverty line, the village with no access to adequate, the number of RT without access to electricity, the number of areas puso, and the number of workers are5thindicators that have an important influence in the determination of food-insecure areas. Keywords— Fuzzy C-Means, Fuzzy Takagi Sugeno Kang, Food insecurity, Cluster</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">indoceiss</dc:contributor>
	<dc:date>2012-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.ugm.ac.id/ijccs/article/view/2147</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22146/ijccs.2147</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems); Vol 6, No 2 (2012): July</dc:source>
	<dc:source>2460-7258</dc:source>
	<dc:source>1978-1520</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.ugm.ac.id/ijccs/article/view/2147/1928</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2012 IJCCS - Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>