Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Pengenalan Ucapan Suku Kata Bahasa Lisan Menggunakan Ciri LPC, MFCC, dan JST

IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) · Vol. 6 No. 2 (2013)

DOI
10.22146/ijccs.2149
ISSN
2460-7258, 1978-1520
Published
2013-07-31
Publisher
IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

AbstrakSuara adalah salah satu alat komunikasi antar manusia yang efektif dan digemari. Selain sebagai alat komunikasi antar manusia, suara manusia telah digunakan sebagai alat komunikasi antara manusia dan komputer (mesin). Penelitian menggunakan suara sebagai alat komunikasi manusia dan mesin telah banyak dilakukan dengan menggunakan berbagai bahasa. Bahkan ada beberapa penelitian yang telah menghasilkan kemampuan pengenalan yang baik dan dikomersilkan (menggunakan bahasa Inggris). Bagaimana dengan penelitian pengenalan suara menggunakan Bahasa Indonesia? Peneliti mengamati penelitian pengenalan ucapan kata dalam Bahasa Indonesia masih minim dan cakupan jumlah katanya pun masih kecil. Oleh karena itu, pada penelitian ini, peneliti melakukan pengenalan ucapan kata Bahasa Indonesia. Pengenalan ucapan kata Bahasa Indonesia dilakukan dengan memecah kata Bahasa Indonesia ke dalam bentuk suku kata bahasa lisan. Pemecahan ke dalam bentuk lafal kata diharapkan mampu mengurangi jumlah kata yang sangat besar, namun tetap mengakomodasi seluruh kata yang dalam Bahasa Indonesia. Total jumlah lafal kata yang ditemukan oleh peneliti adalah 1741 suku kata bahasa lisan. Peneliti membagi sistem dalam 4 bagian besar, yakni proses perekaman, pre-processing, ekstraksi ciri, dan pengenalan. Pada proses perekaman digunakan frekuensi 11025 Hz, Mono, 8 bit. Pada pre-processing digunakan proses bantuan seperti pre-emphasis, segmentasi, framing, dan windowing. Sedangkan untuk ekstraksi ciri dan pengenalan digunakan ciri LPC/MFCC dan identifier jaringan syaraf tiruan backpropagation. Hasil pengenalan dengan pendekatan yang dibangun menunjukkan hasil yang belum memuaskan, yakni dengan kemampuan pengenalan terbaik sebesar 0.65% dengan ciri MFCC. Kata kunci—pengenalan kata Bahasa Indonesia, LPC, MFCC, JST, backpropagation. Abstract Voice is one of effective and convinienced communication’s medium among human. However, the used of voice is not only for communication among human but also has another role nowadays. Voice becomes communication medium for human and computer (machine). One of its application is speech to text application. Some of speech to text research already claimed good accuracy for some languages. How about Indonesian language? The research for Indonesian word recognition was still at low amount. The word used for research was at small amount too. Because of some of the reasons, researcher focus on Indonesian word recognition in this research. This research will divide the word into the speech syllable. The aim for the dividing system is to reduce the large amount of the word, but still cover all of the word. We found and used 1741 speech syllables. For managing the recognition, we used several approaches. The approaches are 11025 Hz, Mono, 8 bit for recording, pre-emphasized, segmentation, framing, and windowing for pre-processing, LPC and MFCC for the features, and back-propagation neural network for the identifier. The result using this approach was not reached good performance. The best result performed 0.65% by using MFCC feature. Keywords—Indonesian’s syllable recognition, LPC, MFCC, neural network, backpropagation

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 52 co-authorship links · 15 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Stikubank
  • University of Indonesia
  • State University of Semarang
  • Universitas Pendidikan Ganesha
  • State University of Medan
  • Duta Wacana Christian University
  • Other organisations
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Edi WinarkoUniversitas Gadjah Mada3
Retantyo WardoyoUniversitas Gadjah Mada2
Sri T. HartatiUniversitas Gadjah Mada2
Edy WinarnoUniversitas Stikubank2
Aniati Murni ArymurthyUniversity of Indonesia2
Kridalaksana Harsa AwangAffiliation unknown1
Zaenal AbidinState University of Semarang1
Yustina RetnoAffiliation unknown1
I Gede Aris GunadiUniversitas Pendidikan Ganesha1
Rocky Yefrenes DillakUniversitas Gadjah Mada1
Ikhwan RusliantoUniversitas Gadjah Mada1
Rahmi HidayatiUniversitas Gadjah Mada1
Salman AliajiUniversitas Gadjah Mada1
Refta ListiaUniversitas Gadjah Mada1
Mahmuddin YunusAffiliation unknown1
Hermawan SyahputraState University of Medan1
Sri SuwarnoDuta Wacana Christian University1
Rajif Agung YunmarSumatera Institute of Technology1
Nurmiyati TamatjitaUniversitas Gadjah Mada1
La Ode Hasnuddin S. SagalaUniversitas Gadjah Mada1
Nicodemus Mardanus SetiohardjoPoliteknik Negeri Kupang1
I Putu Adi PratamaUniversitas Gadjah Mada1
Herman HermanUniversitas Gadjah Mada1
Dian Hafidh ZulfikarUniversitas Gadjah Mada1
Made Leo RadhityaInstitut Bisnis dan Teknologi Indonesia1
Kharis SyabanUniversitas Gadjah Mada1
Pawit RiantoAffiliation unknown1
Adri PriadanaUniversitas Gadjah Mada1
Ade NurhopipahUniversitas Amikom Purwokerto1
Aina MusdholifahUniversitas Gadjah Mada1
Nelson RumuiPoliteknik Negeri Ketapang1
Angga Maulana PurbaUniversitas Gadjah Mada1
Mohammad Edi WibowoAffiliation unknown1
Wahyono WahyonoUniversitas Gadjah Mada1
Abdul KholikUniversitas Gadjah Mada1
Anny Kartika SariUniversitas Gadjah Mada1
Alfian Abdul JalidUniversitas Gadjah Mada1
Nicolaus Euclides Wahyu NugrohoUniversitas Gadjah Mada1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.ugm.ac.id/ijccs/oai, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengenalan Ucapan Suku Kata Bahasa Lisan Menggunakan Ciri LPC, MFCC, dan JST</dc:title>
	<dc:creator>Abriyono, Abriyono</dc:creator>
	<dc:creator>Harjoko, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indonesian’s syllable recognition; LPC; MFCC; neural network; backpropagation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakSuara adalah salah satu alat komunikasi antar manusia yang efektif dan digemari. Selain sebagai alat komunikasi antar manusia, suara manusia telah digunakan sebagai alat komunikasi antara manusia dan komputer (mesin). Penelitian menggunakan suara sebagai alat komunikasi manusia dan mesin telah banyak dilakukan dengan menggunakan berbagai bahasa. Bahkan ada beberapa penelitian yang telah menghasilkan kemampuan pengenalan yang baik dan dikomersilkan (menggunakan bahasa Inggris). Bagaimana dengan penelitian pengenalan suara menggunakan Bahasa Indonesia? Peneliti mengamati penelitian pengenalan ucapan kata dalam Bahasa Indonesia masih minim dan cakupan jumlah katanya pun masih kecil. Oleh karena itu, pada penelitian ini, peneliti melakukan pengenalan ucapan kata Bahasa Indonesia. Pengenalan ucapan kata Bahasa Indonesia dilakukan dengan memecah kata Bahasa Indonesia ke dalam bentuk suku kata bahasa lisan. Pemecahan ke dalam bentuk lafal kata diharapkan mampu mengurangi jumlah kata yang sangat besar, namun tetap mengakomodasi seluruh kata yang dalam Bahasa Indonesia. Total jumlah lafal kata yang ditemukan oleh peneliti adalah 1741 suku kata bahasa lisan. Peneliti membagi sistem dalam 4 bagian besar, yakni proses perekaman, pre-processing, ekstraksi ciri, dan pengenalan. Pada proses perekaman digunakan frekuensi 11025 Hz, Mono, 8 bit. Pada pre-processing digunakan proses bantuan seperti pre-emphasis, segmentasi, framing, dan windowing. Sedangkan untuk ekstraksi ciri dan pengenalan digunakan ciri LPC/MFCC dan identifier jaringan syaraf tiruan backpropagation. Hasil pengenalan dengan pendekatan yang dibangun menunjukkan hasil yang belum memuaskan, yakni dengan kemampuan pengenalan terbaik sebesar 0.65% dengan ciri MFCC. Kata kunci—pengenalan kata Bahasa Indonesia, LPC, MFCC, JST, backpropagation. Abstract Voice is one of effective and convinienced communication’s medium among human. However, the used of voice is not only for communication among human but also has another role nowadays. Voice becomes communication medium for human and computer (machine). One of its application is speech to text application. Some of speech to text research already claimed good accuracy for some languages. How about Indonesian language? The research for Indonesian word recognition was still at low amount. The word used for research was at small amount too. Because of some of the reasons, researcher focus on Indonesian word recognition in this research. This research will divide the word into the speech syllable. The aim for the dividing system is to reduce the large amount of the word, but still cover all of the word. We found and used 1741 speech syllables. For managing the recognition, we used several approaches. The approaches are 11025 Hz, Mono, 8 bit for recording, pre-emphasized, segmentation, framing, and windowing for pre-processing, LPC and MFCC for the features, and back-propagation neural network for the identifier. The result using this approach was not reached good performance. The best result performed 0.65% by using MFCC feature. Keywords—Indonesian’s syllable recognition, LPC, MFCC, neural network, backpropagation</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">indoceiss</dc:contributor>
	<dc:date>2013-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.ugm.ac.id/ijccs/article/view/2149</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22146/ijccs.2149</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems); Vol 6, No 2 (2012): July</dc:source>
	<dc:source>2460-7258</dc:source>
	<dc:source>1978-1520</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.ugm.ac.id/ijccs/article/view/2149/1930</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2013 IJCCS - Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>