Jurnal
STUDI LITERATUR: HUBUNGAN ASUPAN SERAT TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH POSTPRANDIAL
Scientific Of Environmental Health and Diseases · Vol. 2 No. 1 (2021) · hlm. 01–09
- ISSN
- 2774-4337
- Terbit
- 2021-06-30
- Penerbit
- LPPM Universitas Jambi
- Bahasa
- en
Abstrak
ABSTRACT Background: According to the World Health Organization (WHO), the number of people with Diabetes Mellitus (DM) worldwide in 2000 was 177 million people and increased to 194 million people in 2003. Increased blood glucose levels, especially postprandial blood glucose levels play an important role in the pathogenesis of DM. Diet or nutritional therapy plays an important role in postprandial glucose control, one of them is the consumption of high-fiber diets. Objective: To determine the relationship between between fiber intake and postprandial blood glucose levels. Methods: This study used a literature review approach with a research method scoping review, using ten literatures sourced from search results through the search engine Google Scholar, PubMed, Science Direct, and DOAJ according to the inclusion criteria determined by the researcher. Results: There are 8 literatures show a significant relationship between fiber intake and postprandial blood glucose levels (p value <0.05). Other 2 literatures show no significant relationship between high fiber intake and postprandial blood glucose levels. Conclusion: Adequate fiber intake has a significant relationship in the reduction of postprandial blood glucose levels in subjects with normal glucose tolerance, glucose intolerance, pre-diabetes, and type 2 diabetes mellitus with the age range of subjects 18-85 years (p value <0.05) Keywords: Fiber intake, Postprandial Blood Glucose ABSTRAK Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO), jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM) di seluruh dunia pada tahun 2000 adalah 177 juta orang dan meningkat menjadi 194 juta orang pada tahun 2003. Peningkatan kadar glukosa darah terutama kadar glukosa darah postprandial berperan penting dalam patogenesis terjadinya DM. Pengaturan pola makan atau terapi nutrisi berperan penting dalam kontrol glukosa postprandial yakni, salah satunya dengan konsumsi makanan tinggi serat. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan asupan serat terhadap kadar glukosa darah postprandial. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan metode penelitian scoping review yang menggunakan sepuluh literatur yang bersumber dari hasil penelusuran melalui search engine Google Scholar, PubMed, Science Direct, dan DOAJ sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan peneliti. Hasil: Sebanyak 8 literatur menunjukan adanya hubungan signifikan antara asupan serat dan kadar glukosa darah postprandial (p value < 0.05). Sebanyak 2 literatur menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingginya asupan serat terhadap kadar glukosa darah postprandial. Kesimpulan: Asupan Serat yang cukup memiliki hubungan yang signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah postprandial baik pada subyek dengan toleransi glukosa normal, intoleransi glukosa, pre-diabetes, dan diabetes melitus tipe 2 dengan rentang usia subyek 18-85 tahun (p value < 0.05) Kata Kunci: Asupan Serat, Glukosa Darah Postprandial
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 245 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Wahyu Indah Dewi Aurora | Afiliasi tidak diketahui | 23 |
| Armaidi Darmawan | Afiliasi tidak diketahui | 20 |
| Ima Maria | Afiliasi tidak diketahui | 11 |
| Nuriyah Nuriyah | Afiliasi tidak diketahui | 9 |
| Amelia Dwi Fitri | Afiliasi tidak diketahui | 8 |
| Nyimas Natasha Ayu Shafira | Afiliasi tidak diketahui | 8 |
| Ahmad Syauqy | Afiliasi tidak diketahui | 8 |
| Herlambang Herlambang | Afiliasi tidak diketahui | 8 |
| Anggelia Puspasari | Afiliasi tidak diketahui | 7 |
| Rina Nofri Enis | Afiliasi tidak diketahui | 7 |
| Huntari Harahap | Afiliasi tidak diketahui | 7 |
| Rita Halim | Afiliasi tidak diketahui | 7 |
| Citra Maharani | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Tengku Arief Buana Perkasa | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Andika Sulistiawan | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Asro Hayani Harahap | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Nuriyah | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Aurora | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Mara Imam Taufiq Siregar | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Putri Sari Wulandari | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mirna Marhami Iskandar | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ratna Sugiarti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Patrick Wiliam Gading | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Budi Justisia | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Andi Subandi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Miftahurrahmah Miftahurrahmah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ratna Sugiati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ratna Sugianti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Anati Purwakanthi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Deri Mulyadi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Miftahurrahma Miftahurrahma | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Hasna Dewi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Hafizah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Esa Indah Ayudia | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Fairuz Fairuz | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Elfiani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nadhilah Putri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.