Salah satu tantangan program TB di Indonesia adalah semakin meningkatnya trend angka putus berobat pada pasien TB MDR/RR. Pada tahun 2011-2015, angka putus berobat berada di rentang 25-30%. Angka ini juga berada di atas angka putus berobat global DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi yang memiliki jumlah kasus TB (termasuk TB MDR/RR) yang cukup besar. Sebagai provinsi dengan jumlah kasus yang besar, belum ada penelitian di DKI Jakarta mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kejadian putus berobat pada pasien TB MDR/RR. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif. Data bersumber dari kasus TB MDR/RR di DKI Jakarta yang tercatat di E-TB Manager yang memulai pengobatan di tahun 2014-2015. Analisis statisik menggunakan uji Chi-Square. Ukuran asosiasi yang digunakan adalah risiko relative (RR). Angka putus berobat pasien TB MDR/RR di DKI Jakata tahun 2014-2015 adalah 37,1%. Umur diketahui berhubungan secara statistik dengan kejadian putus berobat sedangkan jenis kelamin, riwayat pengobatan TB, dan status HIV tidak berhubungan dengan kejadian putus berobat. Kata Kunci: kohort retrospektif, resisten obat, perilaku pencarian pengobatan
Jaringan kolaborasi para penulis
13 penulis ·
37 tautan kepenulisan bersama
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
Institut Agama Islam Negeri Kendari
Afiliasi tidak diketahui
Organisasi berbeda
Organisasi sama
Afiliasi tidak diketahui
Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.