Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Gambaran Tingkat Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Kelurahan Kenali Asam Bawah Kota Jambi.

Jurnal Kesmas Jambi · Vol. 4 No. 2 (2020) · hlm. 59–69

DOI
10.22437/jkmj.v4i2.10571
ISSN
2580-5894, 2549-8053
Terbit
2020-09-23
Penerbit
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Jambi
Bahasa
en
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstrak

Secara global diperkirakan 50-100 juta orang di seluruh dunia terinfeksi DBD setiap tahunnya. Pada tahun 2017 jumlah penderita DBD di Indonesia yang dilaporkan sebanyak 68.407 kasus, jumlah kematian 493 orang, angka kesakitan (IR) 26,12 per 100.000 penduduk, dan angka kematian (CFR) 0,72%. Salah satu indikator yang digunakan untuk pengendalian DBD yaitu angka bebas jentik (ABJ). ABJ secara nasional belum mencapai target program yang sebesar ≥ 95% sehingga perlu dilakukan pengamatan vektor pada stadium jentik untuk mengetahui penyebaran, kepadatan nyamuk, habitat utama jentik, dan dugaan resiko terjadinya penularan. Kepadatan populasi nyamuk Aedes aegypti dapat diketahui dengan melakukan survey jentik sehingga didapatkan angka House Index, Container Index, Bruteau Index, dan Density Figure. Penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif dan menggunakan metode cross sectional yang memaparkan gambaran kepadatan dan jenis jentik berdasarkan rumah dan Tempat Penampungan Air (TPA) yang diperiksa. Sampel penelitian berjumlah 160 rumah. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling. Hasil penelitian diketahui angka House Index 30%, Container Index 19,5%, dan Bruteau Index 74% sehingga didapatkan Density Figure 5,3 yang berarti wilayah Kelurahan Kenali Asam Bawah termasuk Daerah Merah. Maka perlu kewaspadaan tinggi dan pengendalian segera karena derajat penularan penyakit yang dibawa vektor tinggi. Angka bebas jentik (ABJ) 70% jauh berada dibawah standar nasional 95%. Saran peneliti agar pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat setempat bekerjasama untuk menggiatkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik. Kata Kunci: DBD, Jentik, Aedes aegypti

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 186 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Diponegoro University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
M. RidwanAfiliasi tidak diketahui8
Ummi KalsumInstitut Agama Islam Negeri Kendari5
Adelina FitriAfiliasi tidak diketahui5
Dwi NoerjoediantoAfiliasi tidak diketahui4
Hubaybah HubaybahAfiliasi tidak diketahui4
Marta Butar ButarAfiliasi tidak diketahui3
Muhammad SyukriAfiliasi tidak diketahui2
Fitria Eka PutriAfiliasi tidak diketahui2
Adriani AdrianiAfiliasi tidak diketahui2
Hendra Dhermawan SitanggangAfiliasi tidak diketahui2
Helmi Suryani NasutionAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad Rifqi AzharyAfiliasi tidak diketahui2
Rizalia WardiahAfiliasi tidak diketahui2
Willia Novita Eka RiniAfiliasi tidak diketahui2
guspianto guspiantoAfiliasi tidak diketahui2
Dini RudiniAfiliasi tidak diketahui2
Sri MulyaniDiponegoro University2
Vinna Rahayu NingsihAfiliasi tidak diketahui1
Rizki Ibnu RahmadAfiliasi tidak diketahui1
David KusmawanAfiliasi tidak diketahui1
Ashar Nuzulul PutraAfiliasi tidak diketahui1
Tri RahmadaniAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Randi AfriansahAfiliasi tidak diketahui1
Marsha CleopatraAfiliasi tidak diketahui1
Budi AswinAfiliasi tidak diketahui1
La Ode ReskiaddinAfiliasi tidak diketahui1
Yuliawati YuliawatiAfiliasi tidak diketahui1
Sri Astuti SiregarAfiliasi tidak diketahui1
Prihatini Dini NovitasariAfiliasi tidak diketahui1
Gita RamadhaniAfiliasi tidak diketahui1
Asparian KamilAfiliasi tidak diketahui1
Desi DesiAfiliasi tidak diketahui1
Valensia Br NapitupuluAfiliasi tidak diketahui1
Sondang SilviantaAfiliasi tidak diketahui1
Evy WisudarianiAfiliasi tidak diketahui1
Bella Armia PutriAfiliasi tidak diketahui1
Fajrina HidayatiAfiliasi tidak diketahui1
Dini Ayu Puspita SariAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/jkmj/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Gambaran Tingkat Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Kelurahan Kenali Asam Bawah Kota Jambi.</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Lesmana, Oka </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Halim, Rd.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Secara global diperkirakan 50-100 juta orang di seluruh dunia terinfeksi DBD setiap tahunnya. Pada tahun 2017 jumlah penderita DBD di Indonesia yang dilaporkan sebanyak 68.407 kasus, jumlah kematian 493 orang, angka kesakitan (IR) 26,12 per 100.000 penduduk, dan angka kematian (CFR) 0,72%. Salah satu indikator yang digunakan untuk pengendalian DBD yaitu angka bebas jentik (ABJ). ABJ secara nasional belum mencapai target program yang sebesar ≥ 95% sehingga perlu dilakukan pengamatan vektor pada stadium jentik untuk mengetahui penyebaran, kepadatan nyamuk, habitat utama jentik, dan dugaan resiko terjadinya penularan. Kepadatan populasi nyamuk Aedes aegypti dapat diketahui dengan melakukan survey jentik sehingga didapatkan angka House Index, Container Index, Bruteau Index, dan Density Figure. Penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif dan menggunakan metode cross sectional yang memaparkan gambaran kepadatan dan jenis jentik berdasarkan rumah dan Tempat Penampungan Air (TPA) yang diperiksa. Sampel penelitian berjumlah 160 rumah. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling. Hasil penelitian diketahui angka House Index 30%, Container Index 19,5%, dan Bruteau Index 74% sehingga didapatkan Density Figure 5,3 yang berarti wilayah Kelurahan Kenali Asam Bawah termasuk Daerah Merah. Maka perlu kewaspadaan tinggi dan pengendalian segera karena derajat penularan penyakit yang dibawa vektor tinggi. Angka bebas jentik (ABJ) 70% jauh berada dibawah standar nasional 95%. Saran peneliti agar pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat setempat bekerjasama untuk menggiatkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.
Kata Kunci: DBD, Jentik, Aedes aegypti</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/jkmj/article/view/10571</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jkmj.v4i2.10571</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Kesmas Jambi; Vol. 4 No. 2 (2020): Vol. 4 - No. 2 - September 2020; 59-69</dc:source>
	<dc:source>2580-5894</dc:source>
	<dc:source>2549-8053</dc:source>
	<dc:source>10.22437/jkmj.v4i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/jkmj/article/view/10571/5906</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>