Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Sosialisasi Peningkatan Kapabilitas Peran Kader dalam Menekan Angka Stunting di Desa Suka Maju Kabupaten Tanjung Jabung Timur

BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat · Vol. 2 No. 2 (2023) · hlm. 90–95

DOI
10.22437/jppm.v2i2.27743
ISSN
2964-8009
Terbit
2023-07-31
Penerbit
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi
Bahasa
id
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstrak

Inggris

Stunting merupakan sebuah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2017, rata-rata prevalensi balita Stunting di Indonesia tahun 2005-2017 adalah 36,4% dan berdasarkan data stunting yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, wilayah tertinggi yakni terdapat di kecamatan Mendahara, Geragai dan Muara Sabak Barat. Kader posyandu sebagai perwakilan masyarakat memiliki peran yang besar demi terlaksananya intervensi yang efektif untuk menurunkan angka stunting balita di Desa Suka Maju. Kegiatan ini bertujuan untuk sharing dan evaluasi peran kader yang telah terlaksana di Posyandu Suka Maju. Untuk metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyampaian materi yaitu ceramah dan sesi diskusi dengan membuat kelompok kecil. Berdasarkan diskusi yang telah dilakukan bersama dengan kader, masalah yang sering terjadi dalam mengukur BB dan TB adalah penggunaan alat yang kurat tepat dan juga alat yang tidak memberikan hasil yang akurat. Dari ketiga posyandu yang ada di Desa Suka Maju, belum ada posyandu yang menerapkan pengukuran LILA kepada balita padahal pengukuran LILA salah satu faktor penting untuk mengetahui apakah anak termasuk stunting atau tidak. Berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan secara langsung, didapatkan bahwa berbagi pengalaman dengan sesama kader dan didampingi oleh mahasiswa KKN yang berpengalaman dalam bidang kesehatan membuat kader mengerti tentang peran dan tanggung jawab yang harus dikerjakan, solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi, dan langkah yang harus dilakukan untuk menekan angka stunting. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat para kader posyandu melaksanakan perannya secara optimal.

Bahasa Indonesia

Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a long-term lack of nutrition. According to the World Health Organization (WHO) in 2017, the average prevalence of stunting under five in Indonesia in 2005-2017 was 36.4% and based on stunting data obtained from the Tanjung Jabung Timur District Health Office, the highest area was Mendahara sub-district, Geragai and Muara Sabak Barat. Posyandu cadres as community representatives have a big role in implementing effective interventions to reduce toddler stunting in Suka Maju Village. This activity aims to share and evaluate the role of cadres that have been carried out at Posyandu Suka Maju. The method used in this activity is the delivery of material, namely lectures and discussion sessions by forming small groups. Based on discussions that have been held with cadres, the problem that often occurs in measuring body weight and body height is the use of tools that are not precise and also tools that do not provide accurate results. Of the three posyandu in Suka Maju Village, no posyandu has yet implemented the LILA measurement for toddlers, even though the LILA measurement is an important factor in determining whether a child is stunted or not. Based on the results of discussions held directly, it was found that sharing experiences with fellow cadres and being accompanied by KKN students who are experienced in the health sector makes cadres understand the roles and responsibilities that must be carried out, solutions to any problems encountered, and steps that must be taken to reduce stunting rates. This activity is expected to make posyandu cadres carry out their roles optimally.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

30 penulis · 93 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Akhyaruddin AkhyaruddinAfiliasi tidak diketahui2
Tri Imam MunandarAfiliasi tidak diketahui1
Risky Tri AlamsyahAfiliasi tidak diketahui1
Mahsuri AiniAfiliasi tidak diketahui1
Eka Rizki Nur UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Ervina Winra SinagaAfiliasi tidak diketahui1
Sultonu IbadillahAfiliasi tidak diketahui1
Dini RudiniAfiliasi tidak diketahui1
Wahyu IlhamAfiliasi tidak diketahui1
Mhd Syahid Rahmadani SyahidAfiliasi tidak diketahui1
Mhd. Dzakwan MubarakAfiliasi tidak diketahui1
Rizki FirmansyahAfiliasi tidak diketahui1
Nuzul Ilham AkbarAfiliasi tidak diketahui1
Gusmarta GusmartaAfiliasi tidak diketahui1
Dewi MentariAfiliasi tidak diketahui1
Arlina KarobaAfiliasi tidak diketahui1
Niken Ayu RistianaAfiliasi tidak diketahui1
Anggun Meiliani AuliaAfiliasi tidak diketahui1
Alif Fajar FathAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Rafli AbrarAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Patluddin Septiawan Tarigan SilangitAfiliasi tidak diketahui1
Aldrin Melvin KakisinaAfiliasi tidak diketahui1
Ageza AgustiAfiliasi tidak diketahui1
Agus SetyonegoroAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/jppm/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Sosialisasi Peningkatan Kapabilitas Peran Kader dalam Menekan Angka Stunting di Desa Suka Maju Kabupaten Tanjung Jabung Timur</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Sosialisasi Peningkatan Kapabilitas Peran Kader dalam Menekan Angka Stunting di Desa Suka Maju Kabupaten Tanjung Jabung Timur</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Yusra, Hilman</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en"> Lukman, Muhammad Nasril </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Oktavia, Cika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Gea, Meike Dwi Ratna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zaskia, Fira Dilla</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Pratami, Vinola Adiesty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">desa Suka Maju</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">peran kader</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">cadre role</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Suka Maju village</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Stunting merupakan sebuah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2017, rata-rata prevalensi balita Stunting di Indonesia tahun 2005-2017 adalah 36,4% dan berdasarkan data stunting yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, wilayah tertinggi yakni terdapat di kecamatan Mendahara, Geragai dan Muara Sabak Barat. Kader posyandu sebagai perwakilan masyarakat memiliki peran yang besar demi terlaksananya intervensi yang efektif untuk menurunkan angka stunting balita di Desa Suka Maju. Kegiatan ini bertujuan untuk sharing dan evaluasi peran kader yang telah terlaksana di Posyandu Suka Maju. Untuk metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyampaian materi yaitu ceramah dan sesi diskusi dengan membuat kelompok kecil. Berdasarkan diskusi yang telah dilakukan bersama dengan kader, masalah yang sering terjadi dalam mengukur BB dan TB adalah penggunaan alat yang kurat tepat dan juga alat yang tidak memberikan hasil yang akurat. Dari ketiga posyandu yang ada di Desa Suka Maju, belum ada posyandu yang menerapkan pengukuran LILA kepada balita padahal pengukuran LILA salah satu faktor penting untuk mengetahui apakah anak termasuk stunting atau tidak. Berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan secara langsung, didapatkan bahwa berbagi pengalaman dengan sesama kader dan didampingi oleh mahasiswa KKN yang berpengalaman dalam bidang kesehatan membuat kader mengerti tentang peran dan tanggung jawab yang harus dikerjakan, solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi, dan langkah yang harus dilakukan untuk menekan angka stunting. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat para kader posyandu melaksanakan perannya secara optimal.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a long-term lack of nutrition. According to the World Health Organization (WHO) in 2017, the average prevalence of stunting under five in Indonesia in 2005-2017 was 36.4% and based on stunting data obtained from the Tanjung Jabung Timur District Health Office, the highest area was Mendahara sub-district, Geragai and Muara Sabak Barat. Posyandu cadres as community representatives have a big role in implementing effective interventions to reduce toddler stunting in Suka Maju Village. This activity aims to share and evaluate the role of cadres that have been carried out at Posyandu Suka Maju. The method used in this activity is the delivery of material, namely lectures and discussion sessions by forming small groups. Based on discussions that have been held with cadres, the problem that often occurs in measuring body weight and body height is the use of tools that are not precise and also tools that do not provide accurate results. Of the three posyandu in Suka Maju Village, no posyandu has yet implemented the LILA measurement for toddlers, even though the LILA measurement is an important factor in determining whether a child is stunted or not. Based on the results of discussions held directly, it was found that sharing experiences with fellow cadres and being accompanied by KKN students who are experienced in the health sector makes cadres understand the roles and responsibilities that must be carried out, solutions to any problems encountered, and steps that must be taken to reduce stunting rates. This activity is expected to make posyandu cadres carry out their roles optimally.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/jppm/article/view/27743</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jppm.v2i2.27743</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat; Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (Juli 2023); 90-95</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat; Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (Juli 2023); 90-95</dc:source>
	<dc:source>2964-8009</dc:source>
	<dc:source>10.22437/jppm.v2i2</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/jppm/article/view/27743/16413</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Hilman Yusra, Muhammad Nasril   Lukman, Cika Oktavia, Meike Dwi Ratna Gea, Fira Dilla Zaskia, Vinola Adiesty Pratami</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>