Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Program Senam Aerobik untuk Remaja dan Ibu-Ibu di Desa Manunggal Makmur

BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat · Vol. 2 No. 3 (2023) · hlm. 101–109

DOI
10.22437/jppm.v2i3.28318
ISSN
2964-8009
Terbit
2023-11-30
Penerbit
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi
Bahasa
id
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstrak

Inggris

Desa Manunggal Makmur adalah desa yang mayoritas penduduk nya adalah petani kelapa dan pinang yang hampir setiap hari nya pergi ke kebun dari pagi hingga siang bahkan sore hari. Kegiatan aktivitas yang dilakukan masyarakat desa ini tidak hanya pergi bekerja lalu pulang melainkan Masyarakat desa Manunggal Makmur ini mempunyai berbagai kegiatan rutin perminggunya seperti kegiatan yasinan, pkk, dll. Dengan kegiatan yang ada yang bisa dibilang hampir banyak ini membuat warga-warga desa jarang menyempatkan waktu untuk berolahraga, sehingga banyak menimbulkan beberapa keluhan kesehatan tubuh. Dengan potensi ini maka tim KKN posko 5 ingin mengadakan olahraga rutin setidaknya satu kali dalam seminggu yang akan melatih tubuh agar terhindar penyakit yang tidak diinginkan. Olahraga yang akan dilaksanakan di desa Manungga Makmur ini adalah dengan melaksanakan senam aerobic dihari minggu. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan cara mengadakan penyuluhan atau sosialisasi undangan untuk memberi informasi kepada warga sebelum melakukan praktek secara langsung bahwa betapa pentingnya berolahraga ini setelah beraktivitas seharian full bahkan seminggu full. Hal ini dapat menjadi trobosan baru bagi masyarakat disana. Dengan adanya kegiatan olah tubuh sebelum melakukan kegiatan olahraga ini nantinya tentu akan dapat menjadikannya kegiatan rutin masyarakat di berbagai kalangan, seperti di setiap hari minggu melakukan kegiatan olah tubuh sebelum melakukan senam aerobic guna meningkatkan kesehatan jasmani setelah beraktivitas dihari-hari lainnya. Maka dari itu diperlukannya solusi untuk mengatasi kurangnya partisipasi masyarakat dalam melakukan kearifan lokal yang ada.

Bahasa Indonesia

Manunggal Makmur village is a village where the majority of the population are coconut and areca nut farmers who go to the garden almost every day from morning to noon and even in the evening. The activities carried out by the village community do not only go to work and then go home, but the Manunggal Makmur village community has various routine weekly activities such as yasinan activities, PKK etc. with almost a lot of existing activities, villagers rarely take the time to exercise, causing many health complaints. With this potential, the posko 5 KKN team wants to hold regular exercise at least once a week which will train the body to avoid unwanted diseases. The sport that will be held in the village of Manunggal Makmur is by doing aerobic exercise on Sundays. The method used in carrying out this activitiy is by holding counseling or dissemination of invitations to inform residents before carrying out direct practice that it is important to exercise after a full day of activities or even a full week. This can be a new breakthrough for the people there. Having physical activity before carrying out these sport activities will certainly be able to make it a routine activity for the community in various circles, such as doing physical exercise every Sunday before doing morning exercise to improve physical health after activities on other days. Therefore a solution is needed to overcome the lack of community participation in carrying out existing local wisdom.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 107 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Akbar Kurnia PutraAfiliasi tidak diketahui5
Dony Yusra PebriantoAfiliasi tidak diketahui3
Ary Dean AmriAfiliasi tidak diketahui3
Bernard SipahutarAfiliasi tidak diketahui2
M Rifko AnandaAfiliasi tidak diketahui2
Indah Widya Astuti NasutionAfiliasi tidak diketahui2
Ira AdeliaAfiliasi tidak diketahui2
Elizabeth SiregarAfiliasi tidak diketahui1
Netty NettyAfiliasi tidak diketahui1
M. Wira AnshoriAfiliasi tidak diketahui1
Zakly Hanafi AhmadAfiliasi tidak diketahui1
Aditya RomadhonAfiliasi tidak diketahui1
Eva Juliana PurbaAfiliasi tidak diketahui1
Yudha PangestuAfiliasi tidak diketahui1
Fadjri KhalidAfiliasi tidak diketahui1
Dewi AfriliantiAfiliasi tidak diketahui1
Afrilianti AfriliantiAfiliasi tidak diketahui1
Novianti NoviantiAfiliasi tidak diketahui1
Addin PrasetiaAfiliasi tidak diketahui1
Teguh YuwonoAfiliasi tidak diketahui1
Retno KusniatiAfiliasi tidak diketahui1
Defri Wim KhameswaraAfiliasi tidak diketahui1
Mentari Putri WulandariAfiliasi tidak diketahui1
Tan Xuan YinAfiliasi tidak diketahui1
Helmi HelmiAfiliasi tidak diketahui1
Try HardyanthiAfiliasi tidak diketahui1
munawir munawirAfiliasi tidak diketahui1
Ridhwan RidhwanAfiliasi tidak diketahui1
Nosil ElviniAfiliasi tidak diketahui1
Tira Nur RahmahAfiliasi tidak diketahui1
Panji SiagianAfiliasi tidak diketahui1
Osa SorayaAfiliasi tidak diketahui1
Khairurroziqin KhairurroziqinAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/jppm/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Program Senam Aerobik untuk Remaja dan Ibu-Ibu di Desa Manunggal Makmur</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Program Senam Aerobik untuk Remaja dan Ibu-Ibu di Desa Manunggal Makmur</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Darminto, Citra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ardianto, Budi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">suhendro, Adelia Agatha</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Novriani, Dina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Abadi, Muhammad Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Galingging, Rejeki Wijaya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Setiawati, Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">olah tubuh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">senam aerobik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">tingkat stress</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">body exercise</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">stress level</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">aerobic exercise</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Desa Manunggal Makmur adalah desa yang mayoritas penduduk nya adalah petani kelapa dan pinang yang hampir setiap hari nya pergi ke kebun dari pagi hingga siang bahkan sore hari. Kegiatan aktivitas yang dilakukan masyarakat desa ini tidak hanya pergi bekerja lalu pulang melainkan Masyarakat desa Manunggal Makmur ini mempunyai berbagai kegiatan rutin perminggunya seperti kegiatan yasinan, pkk, dll. Dengan kegiatan yang ada yang bisa dibilang hampir banyak ini membuat warga-warga desa jarang menyempatkan waktu untuk berolahraga, sehingga banyak menimbulkan beberapa keluhan kesehatan tubuh. Dengan potensi ini maka tim KKN posko 5 ingin mengadakan olahraga rutin setidaknya satu kali dalam seminggu yang akan melatih tubuh agar terhindar penyakit yang tidak diinginkan. Olahraga yang akan dilaksanakan di desa Manungga Makmur ini adalah dengan melaksanakan senam aerobic dihari minggu. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan cara mengadakan penyuluhan atau sosialisasi undangan untuk memberi informasi kepada warga sebelum melakukan praktek secara langsung bahwa betapa pentingnya berolahraga ini setelah beraktivitas seharian full bahkan seminggu full. Hal ini dapat menjadi trobosan baru bagi masyarakat disana. Dengan adanya kegiatan olah tubuh sebelum melakukan kegiatan olahraga ini nantinya tentu akan dapat menjadikannya kegiatan rutin masyarakat di berbagai kalangan, seperti di setiap hari minggu melakukan kegiatan olah tubuh sebelum melakukan senam aerobic guna meningkatkan kesehatan jasmani setelah beraktivitas dihari-hari lainnya. Maka dari itu diperlukannya solusi untuk mengatasi kurangnya partisipasi masyarakat dalam melakukan kearifan lokal yang ada.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Manunggal Makmur village is a village where the majority of the population are coconut and areca nut farmers who go to the garden almost every day from morning to noon and even in the evening. The activities carried out by the village community do not only go to work and then go home, but the Manunggal Makmur village community has various routine weekly activities such as yasinan activities, PKK etc. with almost a lot of existing activities, villagers rarely take the time to exercise, causing many health complaints. With this potential, the posko 5 KKN team wants to hold regular exercise at least once a week which will train the body to avoid unwanted diseases. The sport that will be held in the village of Manunggal Makmur is by doing aerobic exercise on Sundays. The method used in carrying out this activitiy is by holding counseling or dissemination of invitations to inform residents before carrying out direct practice that it is important to exercise after a full day of activities or even a full week. This can be a new breakthrough for the people there. Having physical activity before carrying out these sport activities will certainly be able to make it a routine activity for the community in various circles, such as doing physical exercise every Sunday before doing morning exercise to improve physical health after activities on other days. Therefore a solution is needed to overcome the lack of community participation in carrying out existing local wisdom.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/jppm/article/view/28318</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jppm.v2i3.28318</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat; Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (November 2023); 101-109</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat; Vol 2 No 3 (2023): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (November 2023); 101-109</dc:source>
	<dc:source>2964-8009</dc:source>
	<dc:source>10.22437/jppm.v2i3</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/jppm/article/view/28318/16924</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Citra Darminto, Budi Ardianto, Adelia Agatha suhendro, Dina Novriani, Muhammad Wahyu Abadi, Rejeki Wijaya Galingging, Tri Setiawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>