Akses terbuka Jurnal
Pelestarian dan Peningkatan Minat Anak terhadap Tari Daerah di Dusun Empelu, Bungo
BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat · Vol. 3 No. 1 (2024) · hlm. 62–69
- ISSN
- 2964-8009
- Terbit
- 2024-03-30
- Penerbit
- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi
- Bahasa
- id
Abstrak
Inggris
Tari Tauh merupakan salah satu tari daerah yang berasal dari Kabupaten Bungo. Pada saat ini minat anak pada tari tradisional ini mengalami penurunan sehingga mulai pudar keberadaannya. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya minat anak-anak terhadap pelestarian tari daerah tersebut. Oleh karena itu, upaya pelestarian sangat diperlukan agar tari Tauh tidak hilang dari kehidupan masyarakat. Salah satu upaya pelestarian yang dilakukan adalah dengan menumbuhkan minat anak-anak melalui kegiatan latihan tari Tauh secara langsung. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan minat generasi muda terhadap tari daerah sehingga keberlangsungan tari tersebut dapat terus terjaga. Pelestarian minat anak terhadap tari daerah ini dilakukan dengan mengajak anak-anak berlatih tari Tauh yang diajarkan secara langsung oleh pemilik Sanggar Seni Pinang Gayo, yang berlokasi di Dusun Empelu. Selain meningkatkan keterampilan menari, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan mempererat kebersamaan antar peserta melalui seni tari tradisional yang sangat berharga bagi identitas budaya daerah.
Bahasa Indonesia
Tari Tauh is a traditional dance originating from Bungo Regency. Currently, children’s interest in this traditional dance is declining, causing its existence to gradually fade. This situation is due to the lack of interest among children in preserving the local dance. Therefore, preservation efforts are urgently needed to ensure that Tari Tauh does not disappear from the community’s life. One of the preservation efforts carried out is by fostering children’s interest through direct Tari Tauh dance practice activities. This community service program aims to maintain the younger generation’s interest in traditional dances so that the continuity of this dance can be sustained. The preservation of children’s interest in traditional dance is carried out by inviting them to practice Tari Tauh, which is taught directly by the owner of the Pinang Gayo Art Studio, located in Dusun Empelu. Besides improving dancing skills, this activity also aims to cultivate a love for local culture and strengthen the togetherness among participants through traditional dance, which is very valuable to the region’s cultural identity.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 161 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Jambi
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Ridhwan Ridhwan | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Rosalinda Octavia | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Fitri Utami | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Etia Zaria Amna | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nur Ayu Hijratun Nikmah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nurlaili Andraini | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mardalia Mardalia | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Heidy Regina Nova | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Dona Mardianti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Dedy Andre Tuah Haloho | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Taqy Yuddin | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Dandi Fernando | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Muhammad Farhan | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Novita Sari | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ulfa Khaira | Universitas Jambi | 1 |
| Indryani Indryani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurlia Rizky Amanda | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sri Murniati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Reza Hadinata | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eva Achmad | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bremi Renata Simbolon | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Heri Junedi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dedy Antony | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Akhmad Habibi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Pajar Sindi Latipatul Hoiro | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fajar Pandapotan Siringo-ringo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hadid Jadidan Al Wahidan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rama Maulana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fitria Husni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lintang Athala | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Intan Syafika | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tori Lianti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.