Akses terbuka Jurnal
Optimalisasi Inovasi dan Packaging Produk Kacang Tanah Sebagai Komoditas Unggulan Lokal di Negeri Tananahu
BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat · Vol. 3 No. 3 (2024) · hlm. 169–177
- ISSN
- 2964-8009
- Terbit
- 2024-11-30
- Penerbit
- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi
- Bahasa
- id
Abstrak
Inggris
Negeri Tananhu yang terletak di Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, merupakan desa adat dengan postensi sumber daya alam yang melimpah terutama di sektor pertanian dan Perkebunan. Dengan kacang tanah sebagai komoditas utama, Desa ini berusaha meningkatkan kesejahteraan Masyarakat melalui pengembangan produk unggulan, yaitu noga. Noga adalah produk turunan unggulan dari Negeri Tananahu dan telah menjadi salah satu sumber ekonomi bagi desa. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan inovasi dalam packaging dan branding noga agar lebih menarik bagi konsumen. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pendampingan kepada Masyarakat lokal dalam pembuatan produk, desain packaging, dan pemasaran. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa packaging baru dan logo yang menarik berhasil meningkatkan nilai jual noga dari Rp.1.000 menjadi Rp 25.000 perkemasan, serta mendorong penjualan hingga 10 kemasan perhari. Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan Masyarakat, tetapi juga memberdayakan mereka untuk lebih kreatif dan inovatif, mendukung tujuan Pembangunan desa yang mandiri dan berdaya saing.
Bahasa Indonesia
Negeri Tananhu, which is located in Teluk Elpaputih District, Central Maluku Regency, is a traditional village with the potential for abundant natural resources, especially in the agricultural and plantation sectors. With peanuts as the main commodity, the village is trying to improve community welfare through the development of a superior product, namely noga. Noga is a superior derivative product from Tananahu and has become one of the economic sources for the village. This community service activity aims to create innovation in noga packaging and branding to make it more attractive to consumers. The methods used include outreach and assistance to local communities in product manufacturing, packaging design and marketing. The results of this activity show that the new packaging and attractive logo succeeded in increasing the selling value of noga from IDR 1,000 to IDR 25,000 per package, as well as encouraging sales of up to 10 packages per day. This program not only increases community income, but also empowers them to be more creative and innovative, supporting the goal of independent and competitive village development.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 120 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Gadjah Mada
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Hasanuddin University
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Dahmiri Dahmiri | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Ade Octavia | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Sry Rosita | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Aditya Rachman | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Zulfina Adriani | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Shofia Amin | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Sugih Suhartini | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Fitriaty Fitriaty | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yayuk Sriayudha | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| RTS. Ratnawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Pradita Eko Prasetyo Utomo | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Rizqa Raaiqa Bintana | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Novita Sari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yenny Yuniarti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sumarni Sumarni | Hasanuddin University | 1 |
| Feny Tialonawarmi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ade Titi Nifita | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Linda Handayani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Albetris Albetris | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sumantri Sumantri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Suci Novi Suryani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ahmad Zikri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ibror Muttaqi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Futri Rezki Indah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Indah Purnama Sari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Riska Amelia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aldi Yansyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ellena Pricilla Sijabat | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Agung Maulana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mori Fajar Jauhary | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Putri Yani Pasaribu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yusi Lorenza | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Trian Agesca | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mebi Ulandari Putri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yemima Angel Lorence | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Melati Octaviany Simamora | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Devi Fani Arista | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tania Febria Azizah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.