Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Inovasi Pengolahan Buah Tomat Menjadi Saos di Desa Situngkir Kecamatan Pengururan Kabupaten Samosir

BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat · Vol. 3 No. 3 (2024) · hlm. 196–205

DOI
10.22437/jppm.v3i3.39005
ISSN
2964-8009
Terbit
2024-11-30
Penerbit
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi
Bahasa
id
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstrak

Inggris

Desa Situngkir, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, merupakan wilayah dengan potensi pertanian tomat yang melimpah. Namun, petani menghadapi berbagai tantangan, seperti harga pasar yang rendah dan kerentanan tomat terhadap pembusukan karena kadar air yang tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan inovasi pembuatan Saos Tomat Asli Situngkir (SAS) sebagai solusi pengolahan hasil panen untuk meningkatkan nilai tambah produk. Kegiatan ini diawali dengan survei dan diskusi bersama masyarakat, dilanjutkan dengan proses pembuatan saus tomat menggunakan bahan utama tomat lokal. Penggantian bahan pengawet dari jeruk nipis menjadi natrium benzoat meningkatkan daya tahan produk hingga 12 hari pada suhu ruang. Produk akhir dikemas dengan label menarik untuk menambah daya tarik pasar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa SAS tidak hanya memperpanjang umur simpan tomat tetapi juga memberikan solusi ekonomi bagi petani melalui diversifikasi produk. Kegiatan ini mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya ibu PKK dan pelaku UMKM, dalam pengolahan dan pemasaran produk, sehingga mendukung keberlanjutan usaha tani lokal. Keberhasilan ini menjadi model kolaborasi antara akademisi, petani, dan masyarakat dalam menciptakan produk lokal bernilai tambah. Diharapkan, inovasi ini dapat diperluas melalui pelatihan dan pemasaran yang lebih efektif untuk mendukung ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bahasa Indonesia

Situngkir Village, Pangururan Subdistrict, Samosir Regency, is an area with abundant tomato farming potential. However, farmers face challenges such as low market prices and tomatoes' susceptibility to spoilage due to high water content. To address these issues, an innovation program was initiated to produce Saos Tomat Asli Situngkir (SAS) as a post-harvest processing solution to enhance product value. The program began with surveys and discussions with the community, followed by the tomato sauce production process using locally sourced tomatoes. Replacing lime juice with sodium benzoate as a preservative improved the product's shelf life to 12 days at room temperature. The final product was packaged with appealing labels to attract consumers. The results show that SAS not only extends the shelf life of tomatoes but also provides an economic solution for farmers through product diversification. This initiative encourages community involvement, particularly women’s groups (PKK) and local micro, small, and medium enterprises (MSMEs), in processing and marketing, thereby supporting the sustainability of local farming businesses.This success serves as a model for collaboration between academics, farmers, and communities to create value-added local products. It is hoped that this innovation can be expanded through training and more effective marketing strategies to support the village economy and improve community welfare.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 215 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Jambi
  • Diponegoro University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Muhammad FarhanAfiliasi tidak diketahui2
Novita SariAfiliasi tidak diketahui2
Ulfa KhairaUniversitas Jambi1
Indryani IndryaniAfiliasi tidak diketahui1
Nurlia Rizky AmandaAfiliasi tidak diketahui1
Akhmad HabibiAfiliasi tidak diketahui1
Pajar Sindi Latipatul HoiroAfiliasi tidak diketahui1
Fajar Pandapotan Siringo-ringoAfiliasi tidak diketahui1
Hadid Jadidan Al WahidanAfiliasi tidak diketahui1
Rama MaulanaAfiliasi tidak diketahui1
Fitria HusniAfiliasi tidak diketahui1
Lintang AthalaAfiliasi tidak diketahui1
Intan SyafikaAfiliasi tidak diketahui1
Tori LiantiAfiliasi tidak diketahui1
Indah Eka PurwasihAfiliasi tidak diketahui1
Putri DwitaAfiliasi tidak diketahui1
Jamiatus SodikhohAfiliasi tidak diketahui1
Haning ParaswariAfiliasi tidak diketahui1
Dini RudiniAfiliasi tidak diketahui1
Syifa InayatiAfiliasi tidak diketahui1
Miftahur RohmahAfiliasi tidak diketahui1
Okti MaghfirawatiAfiliasi tidak diketahui1
Ayu Komala SariAfiliasi tidak diketahui1
Fadillah Nisa AfriliaAfiliasi tidak diketahui1
Esa Surya AuliaAfiliasi tidak diketahui1
Elza Hilmy FardiyahAfiliasi tidak diketahui1
Susang GiniAfiliasi tidak diketahui1
Rani Rizma Al FatihahAfiliasi tidak diketahui1
Fiqri GumilangAfiliasi tidak diketahui1
Akram Tri RizkiAfiliasi tidak diketahui1
Sri MulyaniDiponegoro University1
Handre Yabesy NababanAfiliasi tidak diketahui1
Bethesda DoloksaribuAfiliasi tidak diketahui1
Tiara Nova Wulandari HutaurukAfiliasi tidak diketahui1
Mardono Marko Folin PurbaAfiliasi tidak diketahui1
Sumarjani BerutuAfiliasi tidak diketahui1
Agus Kurniawan MasturAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/jppm/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Inovasi Pengolahan Buah Tomat Menjadi Saos di Desa Situngkir Kecamatan Pengururan Kabupaten Samosir</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Inovasi Pengolahan Buah Tomat Menjadi Saos di Desa Situngkir Kecamatan Pengururan Kabupaten Samosir</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nainggolan, Chrisdayanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nasrullah, Muhammad Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rosyadi, Akhmad Fikri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">saos tomat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Desa Situngkir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">nilai tambah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pengolahan tomat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pemberdayaan masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">community empowerment</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">tomato processing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">tomato sauce</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Situngkir Village</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">value addition</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Desa Situngkir, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, merupakan wilayah dengan potensi pertanian tomat yang melimpah. Namun, petani menghadapi berbagai tantangan, seperti harga pasar yang rendah dan kerentanan tomat terhadap pembusukan karena kadar air yang tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan inovasi pembuatan Saos Tomat Asli Situngkir (SAS) sebagai solusi pengolahan hasil panen untuk meningkatkan nilai tambah produk. Kegiatan ini diawali dengan survei dan diskusi bersama masyarakat, dilanjutkan dengan proses pembuatan saus tomat menggunakan bahan utama tomat lokal. Penggantian bahan pengawet dari jeruk nipis menjadi natrium benzoat meningkatkan daya tahan produk hingga 12 hari pada suhu ruang. Produk akhir dikemas dengan label menarik untuk menambah daya tarik pasar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa SAS tidak hanya memperpanjang umur simpan tomat tetapi juga memberikan solusi ekonomi bagi petani melalui diversifikasi produk. Kegiatan ini mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya ibu PKK dan pelaku UMKM, dalam pengolahan dan pemasaran produk, sehingga mendukung keberlanjutan usaha tani lokal. Keberhasilan ini menjadi model kolaborasi antara akademisi, petani, dan masyarakat dalam menciptakan produk lokal bernilai tambah. Diharapkan, inovasi ini dapat diperluas melalui pelatihan dan pemasaran yang lebih efektif untuk mendukung ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Situngkir Village, Pangururan Subdistrict, Samosir Regency, is an area with abundant tomato farming potential. However, farmers face challenges such as low market prices and tomatoes' susceptibility to spoilage due to high water content. To address these issues, an innovation program was initiated to produce Saos Tomat Asli Situngkir (SAS) as a post-harvest processing solution to enhance product value. The program began with surveys and discussions with the community, followed by the tomato sauce production process using locally sourced tomatoes. Replacing lime juice with sodium benzoate as a preservative improved the product's shelf life to 12 days at room temperature. The final product was packaged with appealing labels to attract consumers. The results show that SAS not only extends the shelf life of tomatoes but also provides an economic solution for farmers through product diversification. This initiative encourages community involvement, particularly women’s groups (PKK) and local micro, small, and medium enterprises (MSMEs), in processing and marketing, thereby supporting the sustainability of local farming businesses.This success serves as a model for collaboration between academics, farmers, and communities to create value-added local products. It is hoped that this innovation can be expanded through training and more effective marketing strategies to support the village economy and improve community welfare.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/jppm/article/view/39005</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jppm.v3i3.39005</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat; Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (November 2024); 196-205</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat; Vol 3 No 3 (2024): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (November 2024); 196-205</dc:source>
	<dc:source>2964-8009</dc:source>
	<dc:source>10.22437/jppm.v3i3</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/jppm/article/view/39005/21099</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Chrisdayanti Nainggolan, Muhammad Wahyu Nasrullah, Akhmad Fikri Rosyadi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>