Jurnal
PENGARUH PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS DENGAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN SEKSIO SESAREA
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan · Vol. 8 No. 2 (2020) · hlm. 172–179
- ISSN
- 2580-6874, 2339-269X
- Terbit
- 2020-11-20
- Penerbit
- FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI
- Bahasa
- en
Abstrak
ABSTRACT Introduction Women who have a cesarean delivery have a 5-20 times greater risk of infection than normal delivery. Antibiotics given to surgical patients aim to reduce the number of bacterial colonies, reduce the amount of inoculum contamination so that prophylactic antibiotics are needed to reduce the risk of infection or as therapy if they are already in a previous infection state. Aim of this study was to determine the effect of prophylactic antibiotic use and length of stay in cesarean section. Method this research uses analytical research with a cross sectional approach. There were 318 patients who met the study inclusion criteria. The assessment of research variables used secondary data from the medical records of patients with cesarean section at Raden Mattaher Hospital Jambi in 2018. Results of this study were patients with caesarean section at Raden Mattaher Hospital Jambi in 2018, at most 20 to 35 years, 240 people, 135 primigravidas people, 244 people with a history of first cesarean section, used a prophylactic antibiotic for cesarean section, namely ceftriaxone once two grams for 3 days, with the most diagnosis of cesarean section due to premature rupture of the membranes as many as 87 people. There was a relationship between the type of prophylactic antibiotics given (p = 0.00), the number of antibiotics (p = 0.00), and the diagnosis before cesarean delivery (p = 0.00) with the length of Inpatient. Keywords: Antibiotics, Caesarean section, Inpatient ABSTRAK Pendahuluan Wanita yang melakukan persalinan secara bedah sesar memiliki resiko infeksi lebih besar 5-20 kali lipat dibandingkan persalinan normal. Antibiotik yang diberikan pada pasien bedah bertujuan untuk mengurangi jumlah koloni bakteri, mengurangi jumlah inokulum kontaminasi sehingga diperlukan pemberian antibiotik profilaksis untuk menurunkan risiko infeksi atau sebagai terapi apabila sudah dalam keadaan infeksi sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan antibiotik profilaksis dengan lama rawat inap seksio sesaria. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode cross sectional. Terdapat 318 pasien memenuhi kriteria inklusi penelitian. Penilaian variabel- penelitian menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien seksio sesaria di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi tahun 2018. Hasil penelitian pasien seksio sesaria di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi tahun 2018, paling banyak berumur 20 hingga 35 tahun yakni 240 orang, primigravida 135 orang, riwayat seksio sesaria pertama kali sebanyak 244 orang, menggunakan antibiotik profilaksis seksio sesaria yakni ceftriaxon sebanyak satu kali dua gram selama 3 hari, dengan diagnosis terbanyak seksio sesaria dikarenakan ketuban pecah dini sebanyak 87 orang. Terdapat hubungan antara jenis antibiotik profilaksis yang diberikan (p = 0,00) dan jumlah pemberian (p=0,00) dengan lama rawat inap.. Kata kunci: Antibiotik, Seksio sesaria, Rawat Inap
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 235 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Wahyu Indah Dewi Aurora | Afiliasi tidak diketahui | 23 |
| Armaidi Darmawan | Afiliasi tidak diketahui | 19 |
| Ima Maria | Afiliasi tidak diketahui | 10 |
| Nuriyah Nuriyah | Afiliasi tidak diketahui | 9 |
| Nyimas Natasha Ayu Shafira | Afiliasi tidak diketahui | 9 |
| Amelia Dwi Fitri | Afiliasi tidak diketahui | 8 |
| Anggelia Puspasari | Afiliasi tidak diketahui | 8 |
| Ahmad Syauqy | Afiliasi tidak diketahui | 7 |
| Rina Nofri Enis | Afiliasi tidak diketahui | 7 |
| Herlambang Herlambang | Afiliasi tidak diketahui | 7 |
| Huntari Harahap | Afiliasi tidak diketahui | 7 |
| Citra Maharani | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Tengku Arief Buana Perkasa | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Andika Sulistiawan | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Raihanah Suzan | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Asro Hayani Harahap | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Nuriyah | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Aurora | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Putri Sari Wulandari | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mirna Marhami Iskandar | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ratna Sugiarti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Patrick Wiliam Gading | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mara Imam Taufiq Siregar | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Rita Halim | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Budi Justisia | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Andi Subandi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Miftahurrahmah Miftahurrahmah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ratna Sugiati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ratna Sugianti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ave Olivia Rahman | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Deri Mulyadi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Miftahurrahma Miftahurrahma | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fairuz Fairuz | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hasna Dewi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Elfiani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hafizah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nadhilah Putri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.